AR (Augmented Reality) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Realitas Tambahan merupakan teknologi yang menggabungkan dan memproyeksikan objek maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi kedalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi. Tentu ini tidak sepenuhnya menggantikan lingkungan nyata yang ada di sekitar kita, melainkan hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan. Jenis Augmented Reality terbagi menjadi 3, yaitu Marker Based Tracking, Markerless Based Tracking, dan GPS Based Tracking.

 

1. Marker Based Tracking, Jenis Augmented Reality yang Paling Sederhana

Marker Based Tracking merupakan cara kerja augmented reality yang paling sederhana, sehingga metode ini paling banyak digunakan oleh para developer yang berkarya di bidang teknologi Augmented Reality. Kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, setelah mengenali dan menandai pola marker, kamera akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Jika tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi jika sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya. Seperti itulah pada dasarnya sistem augmented reality bekerja.

2. Markerless Based Tracking

Lain halnya dengan Marker Based Tracking, untuk Markerless Based Tracking lebih sulit untuk diimplementasikan karena marker tidak disiapkan sebelumnya, sementara algoritma yang berjalan di aplikasi AR harus rekognisi pola, warna dan fitur lainnya yang dapat ditampilkan pada frame kamera. Sebagai contohnya jika algoritma dapat mengidentifikasi wajah, maka harus dimasukan data gambar setiap jenis wajah ke dalam algoritma pemrograman di aplikasi AR, jika tidak maka aplikasi tidak dapat berjalan dengan sempurna. Berikut beberapa contoh aplikasi Markerless Based Tracking.


Ingin memiliki aplikasi AR yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda?

Hubungi kami sekarang juga!

Telepon : (021) 22562887 | WhatsApp : 0856 8687 188 | Email :¬†[email protected]

Jl. Aren No 29 Tomang , Palmerah, Jakarta Barat 11430

Konsultasi GRATIS!


Baca juga: 15 Aplikasi AR Terbaik (Gratis) yang Akan Merubah Duniamu

Face Tracking

Cara kerja augmented reality Face Tracking adalah mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain disekitarnya seperti pohon, dinding, bangunan, dan benda-benda lainnya. Teknik ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti deteksi kondisi kulit untuk kesehatan, AR make up untuk hiburan, dan sebagainya.

3D Object Tracking

Teknik ini dapat mengenali semua object 3D yang ada di sekitar, dan tentu tingkat kerumitan algoritmanya berada di atas Marker Based AR yang hanya dapat mengenali 1 pola marker tertentu saja. Salah satu contoh dari penerapan teknik ini adalah display box yang terdapat di Lego Store. Kini pelanggan tidak bingung lagi membayangkan model dan jenis jenis lego yang telah dibeli, hanya dengan menempatkan box lego di depan layar maka akan muncul model dan jenis jenis lego berupa animasi 3D yang terdapat didalam box, jika box lego diputar maka model yang terdapat di layar juga akan ikut berputar.

Motion Tracking

Teknik Motion Tracking banyak digunakan dalam produksi film dan game dengan melakukan simulasi gerakan, seperti dalam film Avatar, TMNT dan video game Devil May Cry 5. Dengan mengenakan suit atau pakaian yang sudah diberi marker, pemeran melakukan adegan sesuai dengan scenario meliputi gerakan tubuh, ekspresi dan dialog, kemudian adegan tersebut akan dipindai dan diaplikasikan ke objek 3D modelling yang sudah dibuat sehingga objek tersebut bergerak persis seperti adegan yang dilakukan oleh sang pemeran.

3. GPS Based Tracking

Jenis augmented reality yang terakhir ini bekerja dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk arah yang diinginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi menampikannya dalam bentuk 3D. Salah satu contoh aplikasi yang menerapkan GPS Based Tracking adalah game Pokemon Go yang sempat populer beberapa waktu silam.

Jika dapat dimanfaatkan dengan baik, teknologi Augmented Reality dapat mempermudah kehidupan kita karena dapat berinteraksi lebih langsung dan mendalam dengan aplikasi AR yang kita gunakan, selain itu informasi yang dibutuhkan akan tersampaikan lebih maksimal. Selain untuk mempermudah kehidupan AR dapat juga dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, seperti yang terdapat di ratusan gerai Alfamart di Indonesia, selain untuk lebih mendekatkan antara pembeli dengan produk yang dijual juga dapat meningkatkan penjualan produk.