Indonesia Heritage Museum (IHM) diresmikan oleh D’Topeng Holding merupakan museum budaya di Indonesia yang dilengkapi aplikasi Augmented Reality. Museum Augmented Reality ini satu kawasan dengan Museum Angkut di Kota Batu, Jawa Timur. Augmented Reality yang biasa disingkat AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Ini sebuah aplikasi canggih dimana pengunjung bisa “membidik” dengan hp ponselnya ke gambar-gambar yang tertera di dinding-dinding zona yang ada di dalam museum itu kemudian bisa muncul gambar hidup tiga dimensi.

“Tetapi pengunjung harus mengunduh dulu aplikasi Indonesian Heritage Museum pada play store untuk bisa membidik barcode yang tertera di dinding tersebut. Kami telah terhubung dengan google,” kata pemilik Indonesian Heritage Museum.

Indonesian Heritage Museum telah membuat 100 titik lebih barcode pada dinding-dinding zona kunjungan di dalamnya. Beberapa zona diantaranya Zona Manusia Purba, Zona singosari, Kampung majapahit, Pekan majapahit, Kerajaan Islam terbesar di dunia, Zona Cheng Ho, Rumah priyayi Jogja, Zona Wayang, Areal batik, Koleksi Nusantara mulai Jawa Timur sampai seluruh Nusantara dan masih banyak lagi.

Pemilik Museum Augmented Reality menyatakan “kami melihat dari banyak negara di Eropa, Amerika, Tiongkok dan sebagainya dan tujuan penerapan aplikasi augmented reality ini untuk menarik masyarakat datang ke museum dan untuk menjawab kebutuhan anak-anak dan bukan orang tua saja.

Image result for indonesia heritage museum ar hd

Indonesian Heritage Museum menerapkan teknologi dengan maksud membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di museum. Ide-ide fresh inovatif dan kreatif yang terdapat pada museum augmented reality ini agar pengunjung museum betah berlama-lama di dalam museum augmented reality Indonesia.


Program Gerakan Digitalisasi Museum dari MonsterAR untuk seluruh museum di Indonesia
| 1. Free Konsultasi | 2. Free Konsep Design | 3. Free Estimasi Biaya (RAB) |

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

Mulai Konsultasi

Semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan Museum dengan aplikasi Augmented Reality ini, maka semakin banyak masyarakat Indonesia mendapatkan pengetahuan dan mencintai budaya bangsa sendiri dan tidak melupakan tentang sejarah bangsanya.

Agar pendidikan tentang sejarah bangsa ini tidak hanya diperoleh dan terekam lewat media tulis dan berupa peninggalan benda-benda artefak saja, tetapi juga lewat era modern. Digitalisasi museum jaman sekarang yang berbasis modern IT sudah seharusnya.

Baca Juga : Perkembangan Industri Game Virtual Reality di Jakarta

Dengan membuat Augmented Reality Indonesia Heritage Museum (IHM) di Kota Batu, pengunjung semakin dimanjakan dalam menikmati ribuan koleksi benda-benda kuno yang menceritakan tentang kondisi Nusantara di masa lampau. Sangat penting saat ini penerapan AR di museum-museum. Anda bisa mencoba dengan AR yang disediakan oleh MonsterAR. Hubungi kami disini