Ronald Graf dan Penny W. Stamps, 2 orang peneliti dari Universitas ternama di Amerika Serikat telah mengembangkan proyektor berbasis Augmented Reality (AR) yang menghadirkan pengalaman olahraga canggih. Inovasi AR untuk game anak ini memungkinkan anak-anak dengan beragam kondisi fisik dapat bermain satu sama lain dalam lingkungan yang seimbang. 

Augmented Reality dan Interactive Floor

game ar anak disabilitas

image credit: Michigan Photography

Sistem ini diberi nama iGYM yang merupakan perpaduan antara teknologi Augmented Reality dan Interactive Floor. Teknologi ini menggunakan proyektor yang dipasang di atas dan mengarah secara vertical ke lantai untuk menghadirkan lapangan AR yang mirip dengan lapangan sepak bola asli. Kamera dengan visi komputer dipasang di atas arena AR yang memproyeksikan “lingkaran peripersonal” di sekitar setiap pemain. Batasan digital ini bisa diperluas oleh pemain tersebut untuk “menendang” bola ke jaring lawan.

Lingkungan AR ini bisa dikendalikan dan dikembangkan melalui banyak interaksi. Dengan dibekali kemampuan pelacakan dari kamera tersebut, pemain dapat menggerakkan lingkarannya dengan menyepakkan kaki, menganyunkan lengan atau menekan tombol tertentu.

Hasilnya berupa pengalaman inklusif AR yang memungkinkan pemainnya, bahkan mereka yang dengan kekurangan fisik serius sekalipun untuk dapat berkompetisi melawan siapa pun, tak peduli kondisi fisik mereka.

image credit: Michigan Photography

Graf mengatakan dia memulai proyek ini setelah bertemu James Falahee, remaja yang memakai kursi roda yang memberikan umpan balik terhadap salah satu teknologi game yang ia kembangkan sebelumnya.

“James tertarik pada proyek ini dari sudut pandang olahraga,” kata Graf. “Inilah yang membuat kami memulai upaya pengembangan iGYM dan fokus merancang ruang permainan inklusif. “

Baca juga: Kacamata AR Membantu Anak-anak Penderita Autisme Untuk Berinteraksi Dengan Normal

iGYM memberikan Falahee dan anak-anak disabilitas lainnya pengalaman menyenangkan yang bahkan tidak pernah terlitas di pikiran mereka sebelumnya. “Sangat penting bagi mereka dengan disabilitas untuk bisa ikut serta dalam olahraga sebab hampir selama hidup, saya terpaksa duduk di pinggir lapangan dan melihat teman saya bermain olahraga dan games.”

Sejak awal dikembangkannya iGYM, Falahee menjadi tester untuk AR game anak tersebut. Ia memberikan catatan dan masukan tentang penggunaan AR dari sudut pandang seseorang dengan disabilitas.

“Sungguh suatu kehormatan bagi saya,” kata Falahee. “Game ini akan memberikan keseruan bagi banyak penyandang disabilitas lainnya, dan merupakan keistimewaan tersendiri bagi saya untuk ikut terlibat dalam pengembangannya,” tambahnya.

Sayangnya, belum ada keterangan kapan iGYM akan tersedia bagi publik. Graf sendiri berharap bisa menawarkan sistem tersebut dengan harga terjangkau bagi sekolah luar biasa di seluruh dunia.


Augmented Reality berikan pengalaman interaktif, tingkatkan brand image dan angka penjualan produk

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Tidak hanya memiliki kesan Hi-Tech dan pengalaman baru saja, tetapi teknologi AR juga dapat membantu di berbagai bidang seperti pelatihan dan simulasi, meningkatkan produktifitas kerja, serta meningkatkan brand image dan angka penjualan produk. Dan tentu saja, menjadikan yang tadinya tidak mungkin kini menjadi mungkin, seperti iGYM ini contohnya, yang memberikan kesempatan bagi anak penyandang disabilitas untuk menikmati olah raga seperti anak normal lainnya.