The Weather Channel tidak pernah berhenti berinovasi dalam teknologi Augmented Reality (AR), dan secara konsisten menerapkan teknologi ini untuk memikat penonton setianya dan membawa dunia siaran berita ke level yang berbeda. Ini membuktikan bahwa teknologi Augmented Reality dapat tingkatkan rating suatu statiun televisi berkat faktor ‘WOW’ dan kesan nyata yang diberikannya.

Kali ini, The Weather Channel kembali meluncurkan segmen realitas campuran baru yang menyoroti bahaya pusaran api atau terkadang biasa di sebut sebagai ‘tornado api‘ untuk ukuran yang besar. Dalam segmen tersebut, Jim Cantore sang pembawa berita menjelaskan tentang komponen dari pusaran api yaitu api, abu, tanah, dan berbagai puing-puing. Pusaran ini terbentuk dari kobaran api dalam kebakaran hutan yang bercampur dengan pusaran angin, sehingga menghasilkan pusaran api yang sangat berbahaya.

Tidak semua orang menyukai siaran berita. Alih-alih menyimak siaran berita yang informatif, kebanyakan masyarakat lebih memilih menyaksikan siaran hiburan untuk melepaskan diri dari rasa penat karena kesibukan sehari-hari. Ini sangat di sayangkan karena mereka bisa melewatkan informasi penting yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Oleh karena itu, merupakan keputusan tepat The Weather Channel merangkul teknologi AR yang menarik perhatian untuk mengedukasi masyarakat, serta mensimulasikan dengan jelas dampak dan bahaya dari badai api. Dari sisi bisnis, sudah jelas teknologi Augmented Reality juga dapat tingkatkan rating dari siaran berita.

Baca juga: Strategi Marketing Properti Cerdas Melalui Penerapan Teknologi Digital

Melalui siarannya, Jim Cantore menjelaskan secara spesifik penyebab di balik fenomena alam ini langsung dari dalam badai itu sendiri, mulai dari penyebabnya hingga dampaknya yang dapat menghancurkan. Ini merupakan hal mustahil untuk dilakukan dalam kehidupan nyata, tetapi teknologi Augmented Reality menjadikan hal yang tidak mungkin tersebut menjadi mungkin. Penyajian siaran berita AR ini di dukung dengan rendering grafik secara realtime dan ditenagai oleh Unreal Engine untuk visualisasi yang nyata dan realistis, menghasilkan sajian berita yang memikat dan berdampak bagi penontonnya.

Tidak hanya badai api saja, The Weather Channel sebelumnya juga telah memanfaatkan teknologi AR untuk mengedukasi bahaya dari bencana alam lainnya mulai dari badai dan angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan badai es. Di tahun 2019, The Weather Channel telah menargetkan untuk memasukan teknologi Realitas Campuran ke dalam 80% programnya di tahun 2020.


Penerapan AR dan VR di sekolah tingkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar anak

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami