Banyak pihak yang menyerukan untuk mengambil tindakan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum, termasuk memastikan pelatihan yang lebih baik bagi petugas polisi. Peningkatan tersebut salah satunya menggunakan AR/VR sebagai teknologi pelatihan kepolisian. Berikut selengkapnya.

1. Reka Ulang TKP

Awal tahun ini, sejumlah video game menghadirkan dunia futuristik di mana detektif dapat menggunakan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk reka ulang TKP dan menganalisis lingkungan untuk mengumpulkan petunjuk. Melalu Aplikasi ini, Anda menugaskan polisi di lapangan untuk memetakan TKP dalam AR dan mendigitalkan proses pengumpulan bukti. 

2. Penanggulanganan Kerusuhan

Departemen kepolisian Strasburg, Virginia menawarkan simulator pelatihan VR yang sepenuhnya imersif. Menggunakan simulator ini, polisi dan petugas keamanan dapat mempraktikkan situasi dunia nyata dalam pengaturan virtual, dengan fokus pada teknik de-eskalasi dan keterampilan manajemen konflik. 

3. Simulasi Pengamatan Udara

AR juga digunakan untuk misi penegakan hukum melalui pemantauan dari udara. AR pada simulator ini digunakan untuk melihat jalan, alamat, bisnis, infrastruktur, lokasi kendaraan, dan informasi lain secara real time. Tampilan AR juga memberikan analisis komprehensif yang dapat membantu berbagai situasi berisiko tinggi.

4. Bantuan Analisa/Hipotesis TKP

Teknologi Pelatihan Kepolisian

BBC menghadirkan simulator untuk memahami potongan informasi supaya setiap petugas patroli memahaminya. Simulator tersebut dilengkapi dengan kacamata dan headset VR; Melalui AR dan VR, penegak hukum langsung bisa menganalisis TKP dan menguji hipotesis tentang berbagai hal yang mungkin terjadi di banyak skenario.

Baca juga: Kacamata AR Untuk Segala Kebutuhan Tentara di Medan Perang

Dalam waktu dekat, AR mungkin akan digunakan untuk mengatur lalu lintas sehingga bisa meminimalkan margin kesalahan dan meningkatkan akuntabilitas.

Kepolisian dan penegakan hukum terbilang yang paling terbelakang dalam penggunaan AR dan VR. Dengan sebanyak 38,4% pembunuhan di AS tidak terpecahkan pada tahun 2019, maka jelas dibutuhkan solusi baru yang inovatif di bidang ini. Bagaimanapun, penggunaan AR dan VR terbukti sudah bisa meningkatkan investigasi, pelatihan, hingga efektifitas pekerjaan di kepolisian. Di masa depan, mungkin AR dan VR sebagai teknologi pelatihan kepolisian akan semakin luas digunakan.

Lalu, bagaimana dengan penerapan teknologi AR/VR untuk penegak hukum dan kepolisian di Indonesia?


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami