VR dan AR masih belum banyak digunakan di sekolah atau perguruan tinggi karena mesin terkendala birokrasi yang cukup lambat. Namun, prospek penggunaan VR dan AR dalam pendidikan sangat besar, dan banyak ahli yang cukup optimis akan hal ini. Berikut 5 cara mengoptimalkan VR untuk media pendidikan.

1. Melakukan Simulasi Situasi Berisiko

Penggunaan VR dalam hal ini, misalnya saat pelatihan petugas polisi untuk mensimulasikan situasi pengejaran, penahanan, interogasi, dan pada saat yang sama menghormati hak asasi manusia. Salah satu aplikasi VR yang sudah mendukung ini adalah TuServe yang dapat digunakan untuk pendidikan petugas polisi di masa depan. Teknologi yang sama dapat diterapkan pada berbagai profesi lain, seperti pemadam kebakaran.

2. Mengasah Keterampilan

Dengan mensimulasikan berbagai situasi secara nyata, siswa memiliki kesempatan unik untuk mengasah keterampilan profesional mereka dalam lingkungan yang realistis. Misalnya, mahasiswa kedokteran dapat mengikuti operasi virtual dan meningkatkan keterampilan bedah mereka melalui trial and error menggunakan aplikasi VR. Sebelumnya, para mahasiswa itu hanya diizinkan untuk mengamati tindakan dokter profesional.

3. Memvisualisasikan Konsep hingga Emosi

Penggunaan VR bisa meningkatkan potensi persepsi visual untuk proses pendidikan. Misalnya, untuk mahasiswa kedokteran, model 3D visual berkualitas tinggi dari tubuh manusia dapat membantu mereka mempelajari berbagai detail organ secara signifikan. Visualisasi ini dapat dieksplorasi dan pengalaman yang diperoleh oleh siswa jauh lebih baik daripada melalui buku teks.

Contoh lainnya adalah siswa sejarah dapat mengunjungi simulasi Roma Kuno, merasakan suasananya sedekat mungkin hingga merasakan emosi pada masa tersebut. Google Ekspedisi sebenarnya sudah dapat digunakan untuk tujuan ini.

Baca juga: Penerapan AR di Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

4. Mengefektifkan Pembelajaran Jarak Jauh

Semakin banyak orang di seluruh dunia yakin akan efektifitas dan kelayakan pendidikan online menggunakan tenologi VR ini. Misalnya, teknologi ini memungkinkan pembuatan ruang kelas virtual, dan siswa serta guru bisa memindahkan proyeksi mereka ke dalam ruang tersebut. Selama ada kacamata realitas virtual dan aplikasi yang kompatibel, semua siswa bisa melakukannya. Saat ini, Microsoft sudah berhasil mengerjakan solusi holoportasi semacam itu.

5. Merekrut Siswa Lebih Efisien

Proses perekrutan siswa juga dapat disederhanakan menggunakan VR. Misalnya, siswa dapat berjalan di sekitar kampus atau sekolah dalam mode virtual, membuka pintu ruang kelas, dan menilai secara visual suasana tempat belajar tersebut. Tentu saja, ini adalah alternatif yang bagus untuk kunjungan pribadi yang memakan waktu, sekaligus mengurangi kontak antar manusia.

Sebenarnya penggunaan VR untuk media pendidikan tidak terbatas pada lima aspek di atas. Memang proses tersebut akan menjadi proses yang panjang dan mahal, namun akan ada banyak keuntungan ketika sudah diterapkan.


Penerapan AR dan VR di sekolah tingkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar anak

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami