Industri kesehatan tidak ketinggalan menjadi sektor yang berkembang pesat dengan bantuan teknologi. Salah satu inovasi yang sangat membantu berbagai pelatihan di sektor ini adalah simulator VR.

Simulator VR atau simulator Virtual Reality sudah sering dipakai di berbagai rumah sakit di luar negeri. Menurut salah satu studi oleh Globe Newswire pada 2020 menyebutkan bahwa pasar VR diprediksi menembus US$161, 1 miliar pada 2025.

Perkiraan tersebut terbantu dengan cepatnya perkembangan pada penggunaan komputer tablet dan smartphone dan fokus besar-besaran pada pemain teknologi besar dalam sistem augmented reality dan virtual reality di seluruh dunia. Di dunia kesehatan, salah satu sub bagian pentingnya adalah pelatihan perawatan.

Memberikan pelatihan perawatan baik bagi tenaga medis yang baru bergabung atau sudah lama tetap memberikan tantangan tersendiri. Untuk tenaga medis yang baru bergabung, materi pelatihan umumnya berupa perawatan kesehatan untuk pasien berbagai jenis penyakit di rumah sakit bersangkutan. Sedangkan untuk tenaga medis yang lama, pelatihan perawatan bisa berupa penanganan sebagai implementasi riset kesehatan terbaru.

Manfaat Simulator VR

Dalam perawatan kesehatan, simulator VR sangat membantu dalam mempermudah pemahaman materi. Tenaga medis terkait akan lebih cepat menangkap maksud pelatihan, seperti untuk menangani operasi besar. Visual yang menarik dan mendalam menjadi elemen penting untuk memudahkan mereka menyerap materi pelajaran. Yang lebih penting adalah VR akan membenamkan tenaga medis dalam pelatihan nantinya sehingga terasa nyata meski sebenarnya hanya berupa simulasi.

Dengan simulator VR, resiko kesalahan dan kecelakaan selama pelatihan perawatan akan jauh berkurang. Ini berbeda dengan simulasi secara langsung yang membuka celah kesalahan terjadi dalam pelatihan tersebut. Tenaga medis pun akan dipermudah dalam memahami anatomi tubuh, cara kerja badan, dan pengobatannya.

Rumah sakit atau klinik yang menggunakan simulator VR akan secara langsung melakukan branding sebagai penyedia layanan yang dinamis dan melek teknologi. Bagi calon pasien, tentunya branding semacam ini akan lebih memberikan kemudahan dalam pelayanan. Sematan citra tersebut akan membuat rumah sakit dan masyarakat menjadi lebih dekat lewat perbaikan pelayanan.

Cara Membuat Simulator VR

1. Menyusun cakupan proyek

Dalam cakupan proyek, ada dua aspek yang bisa diterapkan:

  1. Menawarkan aplikasi berupa website, Android, dan iOS.
  2. Memasukkan fitur kunci, seperti simulasi VR dan kolaborasi memakai ruang virtual.

Perlu dicatat bahwa untuk menciptakan simulator VR bidang perawatan kesehatan berarti perlu memperhatikan aspek visibilitas yang tinggi. Selalu ingat prinsip tersebut agar simulator nantinya memang sarat dengan visual yang efektif menyampaikan materi sekaligus menarik.

2. Membuat kesepakatan perihal model Software Development Life Cycle (SDLC)

Proyek ini tergolong besar sehingga akan memerlukan fitur penting, seperti ruang simulator dan virtual. Manajemen senior pada institusi kesehatan kemungkinan pasti menginginkan proyek seperti ini melewati proses pengulasan yang terstruktur setiap kali merampungkan proses penting dalam pengerjaannya.

3. Membuat tim khusus

Tim khusus dalam proyek membutuhkan anggota untuk tugas di bawah ini:

  • Manajer proyek
  • Analis bisnis
  • Desainer user interface
  • Developer VR
  • Developer web
  • Developer Android
  • Developer iOS.

4. Merumuskan tahapan pengembangan

Berikut rekomendasi untuk poin ke-4 ini:

  • Memakai layanan cloud terkelola, seperti Platform-as-a-Service (PaaS) untuk mengembangkan aplikasi website dan Mobile-Backend-as-a-Service (MBaaS) untuk mengembangkan aplikasi mobile. Jika memakai ini, Anda tidak perlu repot mengurus infrastrukturnya.
  • Memanfaatkan software development kits (SDKs) VR yang populer untuk membangun fitur pentingnya.
  • Menggunakan alat pengetesan otomatisasi bersamaan dengan framework tes otomatisasi untuk meningkatkan cakupan pengujiannya.

5. Membuat perkiraan proyeknya

Langkah berikutnya adalah memperkirakan proyek yang meliputi elemen di bawah ini:

  • Sumber daya pengembangan software: Anda perlu memprediksi biaya menangani pekerjaan pada fase SDLC, seperti analisa persyaratan, desain, pengembangan, pengujian, penyebaran, dan perawatannya.
  • Infrastruktur dan platform: Bagian ini meliputi layanan cloud terkelola, seperti AWS.
  • Peralatan: Perkirakan biaya SDKs, pengembangan framework, dan framework otomatisasi tes.
  • Pengeluaran administrasi lainnya, seperti perekrutan orang dan komunikasi.

Baca juga: The Best and Most Trustworthy Virtual Reality Company in Indonesia

6. Registrasi untuk platform PaaS

Dikarenakan akan mengembangkan aplikasi web, Anda membutuhkan infrastruktur dan platform IT yang dibutuhkan. Manfaat memilih platform PaaS adalah sebagai berikut:

  • Penyedia PaaS mengelola infrastruktur cloud, jaringan, middleware, sistem operasional, dan lingkungan durasi sebuah program agar bisa bekerja. Dengan demikian, tim tinggal berkonsentrasi pada coding.
  • Anda bisa secara gampang mengintegrasikan database dan pihak API ketiga ketika menggunakan platform PaaS.
  • Platform PaaS populer, seperti AWS Elastic Beanstalk, telah mempunyai perangkat DevOps yang matang untuk mempermudah pengujian dan pengembangan.

7. Mendaftar pada platform MBaaS

Gunakan akun yang sama pada poin ke-6 untuk mendaftar pada platform MBaaS. Manfaat yang akan didapat di antaranya Anda tidak perlu mengembangkan mobile backend dan mengelolanya sendiri dalam waktu yang lama. Selain itu, Anda akan lebih mudah dalam memperbesar aplikasi mobile nantinya.

8. Mengembangkan fitur simulasi VR

Contohnya adalah Amazon Sumerian yang bisa bekerja secara apik dengan platform VR yang sudah terkenal, seperti Oculus Go dan HTC Vive. Amazon juga bisa dipakai untuk sistem operasional berbasis iOS dan Android.

9. Desain antarmuka atau UI

Buatlah rancangan yang sederhana dan mudah digunakan untuk tenaga medis nantinya. Anda bisa mencari referensi berbagai artikel untuk mempermudah membuat desain UI ini.

10. Memperoleh peralatan tes otomatisasi

Berikutnya, Anda perlu menguji aplikasi web dan mobile untuk berbagai tipe browser dan piranti mobile. Anda bisa menggunakan solusi dari Experitest untuk pengetesan yang berbasis pada cloud.

11. Mengembangkan aplikasi website

Anda bisa menggunakan Node.js yang menawarkan keunggulan, seperti kemudahan bagi developer sebab Node.js dibangun pada JavaScript dan sudah dikenal baik oleh banyak developer. Selain itu, js baik untuk streaming yang dibutuhkan untuk proyek ini.

Mengembangkan aplikasi web ini melibatkan hal sebagai berikut:

  • Menggunakan Eclipse IDE dengan plugin Node.js untuk membuat kode aplikasinya.
  • Mengintegrasikan layanan database pada AWS Elastic Beanstalk.
  • Mengintegrasikan Amazon Sumerian dalam kode Anda.
  • Menguji aplikasi website dan menyebarkannya.

12. Membuat coding, menguji dan menerbitkan aplikasi Android

Disarankan untuk memakai Java untuk melakukan coding aplikasi Android. Hal ini meliputi langkah sebagai berikut:

  • Memakai Android Studio untuk coding.
  • Mengintegrasikan Sumerian dalam aplikasinya.
  • Menggunakan laboratorium mobile Espresso dan Experitest untuk menguji aplikasinya.
  • Menerbitkannya pada Google Play.

13. Mengembangkan aplikasi iOS

Berikutnya adalah melakukan coding, menguji, dan menerbitkan aplikasi iOS. Anda bisa menggunakan Objective-C untuk melakukan coding. Berikut tahapannya:

  • Melakukan coding aplikasi memakai Xcode.
  • Mengintegrasikan Amazon Sumerian dalam coding.
  • Menguji aplikasi memakai perangkat laboratorium mobile XCTest dan Experitest.
  • Menerbitkan aplikasinya di Apple App store.

Itulah secara singkat tahapan membuat simulator VR untuk perawatan kesehatan.

Membuat Simulator VR untuk Perawatan Kesehatan Bersama MonsterAR

Sebagai salah satu pelopor industri VR dan AR di Indonesia, MonsterAR berpengalaman membuat simulator VR. Sebagaimana bisa ditonton langsung dalam video berikut, VR telah berhasil menarik minat pengunjung dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dari 2 hingga 12 Agustus 2018 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Kami menamakannya Flying Simulator Jet VR dengan tema MLDare2Play. Pengunjung dalam video tersebut tampak sangat menikmati “dunia lain” dengan menjajal sensasi terbang seperti di dalam pesawat jet sungguhan.

Untuk proyek perawatan kesehatan, kami mempunyai tim developer yang sangat kompeten untuk membuat simulator VR tergantung jenis layanan medis dan bahan kesehatan yang ingin dibuatkan simulasinya. Tim kami lainnya terdiri dari divisi visual untuk “menghidupkan” materi untuk mempermudah tercapainya kegiatan simulasi kesehatan.

Hubungi sekarang dan dapatkan konsultasi langsung secara gratis terlebih dahulu bersama MonsterAR.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami