AR untuk branding, merupakan sebuah terobosan untuk menaikkan sebuah brand menjadi lebih dikenal dan disukai oleh masyarakat luas berdasarkan segmen yang dituju. Augmented Reality (AR) sendiri makin hari makin disukai banyak perusahaan sebagai salah satu metode pemasaran produk mereka. Namun selain hal tersebut, sebenarnya AR marketing telah menjadi salah satu cara perusahaan untuk berinteraksi dengan calon customer yang memberikan pengalaman berinteraksi yang lebih menarik.

Tahukah Anda jika AR dapat memompa penjualan berbagai produk kurang populer di berbagai perusahaan dunia. Melalui berbagai fitur yang terdapat di dalamnya, calon customer lebih cenderung akan mempertimbangkan untuk membeli berbagai jenis produk yang sebelumnya tidak mereka kenal dan sukai. 

Konten AR yang lebih dicustomisasi sesuai target audience, akan lebih menarik perhatian dan juga menimbulkan rasa aman dan nyaman ketika berinteraksi. Sehingga calon customer akan cenderung merasa mudah dalam melakukan transaksi secara online, karena mereka telah mencoba produk-produk tersebut sebelum mereka benar-benar membelinya. Tentu hal ini akan dapat merangsang berbagai permintaan tentang produk lainnya serta dapat menaikkan jumlah penjualan.

Bagi yang sekedar penikmat AR tentu bertanya-tanya, “bagaimana cara kita untuk bisa menikmati aplikasi AR ini”, atau “ aplikasi AR yang mana sih yang layak untuk dicoba”. Beda halnya dengan pertanyaan para pelaku bisnis, “bagaimana cara mengoptimalkan manfaat Augmented Reality untuk kepentingan bisnis dan meraup keuntungan secara maksimal” atau dengan kata lain memanfaatkan AR untuk branding dan campaign.

Hal tersebut bukanlah mustahil. Seperti contohnya yang diraih oleh Pokemon Go. Niantic berhasil memanfaatkan mimpi para penggemar seri Pokemon untuk bisa benar-benar menjadi pelatih Pokemon di dunia nyata dan menjawab mimpi tersebut. 

AR Untuk Branding

illustrasi (Image: Getty Images)

Dan dikeluarkannya game Pokemon Go, jelas membuat game AR garapan mereka langsung booming ketika dilepas di pasaran. Tidak hanya penggemar Pokemon saja, dengan pengalaman nyata yang ditawarkan Pokemon Go ini, tentu membuat siapapun ikut tertarik untuk mendownload dan memainkan gim ini.

Begitupun dengan IKEA yang belum lama ini memanfaatkan media AR untuk jasa branding produk dan campaign berupa aplikasi interior placement. Dengan aplikasi AR tersebut, Anda bisa mencoba meletakan perabotan dari IKEA terlebih dahulu di tempat yang diinginkan secara virtual, jadi Anda dapat melihat cocok atau tidaknya model interior yang kita pilih dengan ruangan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Hal itu jelas akan meningkatkan minat orang untuk membeli produk dari IKEA, karena memiliki jaminan kecocokan dan mengurangi tingkat stress mereka dalam memilih. Intinya adalah bagaimana Anda dapat melihat problem atau demand dari masyarakat, dan berpikir solusi apa yang bisa diberikan oleh pemanfaatan AR tersebut, maka Anda berada satu langkah lebih dekat dalam meraih kesuksesan.

Meskipun belum banyak contoh di luar sana, namun jelas bahwa AR memiliki potensi untuk menentukan kesuksesan bisnis di masa depan. Sama halnya dengan headset virtual reality (VR) dan virtual tour 360, AR memiliki peluang untuk menciptakan empati dan meningkatkan keterlibatan orang-orang terhadap suatu produk yang diinginkan.

Singkatnya, AR adalah suatu media untuk menciptakan pengalaman yang lebih dalam dan nyata. Di mana teks atau video dianggap biasa, AR dapat membuat lapisan tambahan yang dapat membuat penonton terpaku dan betah berlama-lama.

Baca Juga: 5 Contoh AR yang Menguntungkan Bagi Bisnis

illustrasi (Image: Getty Images)

Berbagai benefit luar biasa yang didapat oleh suatu perusahaan ketika memanfaatkan teknologi AR, membuat AR kian populer dan makin banyak dipergunakan untuk menaikkan suatu brand yang tidak dikenal.

Ada tiga tahap bagi Augmented Reality (AR) untuk dijadikan branding dan campaign dalam menjaring audience:

  1. Menciptakan keterlibatan. AR memiliki peluang besar dalam mengalihkan perhatian siapapun di sekitar. Dimana orang melakukan aktifitas sehari-hari seperti bermain game MOBA, memainkan gadget, membaca atau mengobrol, ketika melihat AR mereka pasti akan menghentikan aktivitasnya dan beralih ke AR yang Anda sajikan.
  2. Menciptakan empati. Dengan terlibat dengan pengalaman yang Anda sajikan, audience diberi kesempatan untuk lebih memahami produk Anda. Baik itu dari segi design, fungsi serta kelebihan-kelebihannya, dengan ketertarikan yang besar tentu itu akan meningkatkan awareness mereka dan jadi memahami produk Anda lebih jelas.
  3. Buat aksi. Audience Anda telah melangkah menjauh dari apa yang sebelumnya mereka lakukan untuk fokus pada produk Anda, sehingga membuat mereka mengambil langkah berikutnya, yaitu membeli dan membagikan pengalaman yang dirasakannya kepada teman-temannya atau keluarga.

Tantangan ke depannya bagi suatu perusahaan yang ingin menaikkan brand milik mereka dengan memanfaatkan teknologi AR adalah mengenai biaya implementasi, kemampuan dalam membuat narasi yang baik, para ahli pembuat AR, kemudian update teknologi yang terlalu cepat berubah.

Tak hanya itu saja, bagi suatu perusahaan juga perlu memikirkan apakah konten AR tersebut perlu dibuatkan aplikasi atau membeli aplikasi dari pihak ketiga yang mana membutuhkan perangkat lunak khusus untuk membuat desainnya. Juga perusahaan harus memikirkan secara matang mengenai akses koneksi jaringan internet yang menjadi salah satu kekhawatiran suatu aplikasi, ketika konten yang mereka buat tidak muncul karena proses loading yang lambat.

Tetapi berbagai hal yang dikhawatirkan di atas tentu saja dapat diatasi dengan solusi yang menarik dan nyaman, sebab perusahaan Anda dapat dengan leluasa dan mudah berkonsultasi dengan tim terbaik dari MonsterAR selaku perusahaan pionir di bidang AR dan teknologi. Masalah budget, dan keinginan perusahaan Anda dapat dibantu konsultasi dengan marketing MonsterAR yang ramah dan siap membantu Anda mendapatkan solusinya. Hubungi MonsterAR di sini ya!