Penggunaan AR Untuk Branding dan Campaign Akan Menentukan Kesuksesan Bisnis Anda di Masa Depan

Eksistensi Augmented Reality di tahun 2018 ini kian tak terhentikan. Bagi kita yang merupakan sekedar penikmat AR tentu bertanya-tanya, “bagaimana cara kita untuk bisa menikmati aplikasi AR ini”, atau “ aplikasi AR yang mana sih yang layak untuk dicoba”. Beda halnya dengan pertanya para pelaku bisnis, “bagaimana caranya supaya bisa memanfaatkan Augmented Reality untuk kepentingan bisnis dan meraup keuntungan secara maksimal” atau dengan kata lain memanfaatkan AR untuk branding dan campaign.

Itu bukanlah hal yang mustahil. Seperti contohnya yang diraih oleh Pokemon Go. Niantic berhasil memanfaatkan mimpi para penggemar seri Pokemon untuk bisa benar-benar menjadi pelatih Pokemon di dunia nyata dan menjawab mimpi tersebut dengan dilahirkannya Pokemon Go, dan itu jelas membuat game AR garapan mereka langsung booming ketika dilepas di pasaran. Tidak hanya penggemar Pokemon saja, dengan pengalaman nyata yang ditawarkan Pokemon Go ini tentu membuat siapapun ikut tertarik untuk download dan memainkan game ini. Begitupun dengan IKEA yang belum lama ini memanfaatkan media AR untuk branding dan campaign berupa aplikasi interior placement. Dengan aplikasi AR tersebut kita jadi bisa mencoba meletakan perabotan dari IKEA terlebih dahulu di tempat yang kita inginkan secara virtual, jadi kita bisa melihat cocok atau tidaknya model interior yang kita pilih dengan ruangan sebelum memutuskan untuk membelinya. Itu jelas akan meningkatkan minat orang-orang untuk membeli produk dari IKEA karena memiliki jaminan kecocokan dan mengurangi tingkat stress mereka dalam memilih yang berarti mempermudah. Intinya adalah bagaimana Anda bisa melihat problem atau demand dari masyarakat, dan berpikir solusi apa yang bisa diberikan oleh pemanfaatan AR, maka Anda berada satu langkah lebih dekat dalam menuju kesuksesan.

Meskipun belum banyak contoh di luar sana, namun sudah jelas bahwa AR memiliki potensi untuk menentukan kesuksesan bisnis di masa depan. Sama halnya dengan headset virtual reality (VR) dan video 360, AR memiliki peluang untuk menciptakan empati dan meningkatkan keterlibatan orang-orang terhadap suatu produk. Singkatnya, AR adalah suatu media untuk menciptakan pengalaman yang lebih dalam dan nyata. Di mana teks atau video dianggap biasa, AR dapat membuat lapisan tambahan yang dapat membuat penonton terpaku dan betah berlama-lama .

Ada tiga tahap bagi AR untuk branding dan campaign dalam menjaring audience:

Menciptakan keterlibatan. AR memiliki peluang besar dalam mengalihkan perhatian siapapun di sekitar. Dimana orang melakukan aktifitas sehari-hari seperti bermain game MOBA, memainkangadget, membaca atau mengobrol, ketika melihat AR mereka pasti akan menghentikan aktifitasnya dan beralih ke AR yang Anda sajikan.

Baca juga: Augmented Reality Untuk Marketing, Media Pemasaran Kekinian Wajib Untuk Kesuksesan Bisnis Anda

Menciptakan empati. Dengan terlibat dengan pengalaman yang Anda sajikan, audience diberi kesempatan untuk lebih memahami produk Anda. Baik itu dari segi design, fungsi serta kelebihan-kelebihannya, dengan ketertarikan yang besar tentu itu akan meningkatkan awareness mereka dan jadi memahami produk Anda lebih jelas.

Buat aksi. Audience Anda telah melangkah menjauh dari apa yang sebelumnya mereka lakukan untuk fokus pada produk Anda, sehingga membuat mereka mengambil langkah berikutnya, yaitu membeli dan membagikan pengalaman yang dirasakannya kepada teman-temannya atau keluarga.

By |2018-10-22T11:03:53+00:00May 30th, 2018|Articles, Augmented Reality|
%d bloggers like this: