Potensi Virtual Reality Untuk Pengobatan Alzheimer

Virtual Reality (VR) telah menjadi trend khususnya di industri hiburan, lebih khususnya lagi dalam industri game, termasuk Playstation yang kini sudah memiliki PS VRnya sendiri. Tidak hanya di dunia hiburan, perusahaan-perusahaanpun tidak luput dalam memanfaatkannya sebagai peluang untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan angka penjualan. Terus bagaimana dengan di dunia kesehatan? Para dokter di rumah sakit Visiting Angels kini telah menggunakan Virtual Reality untuk pengobatan Alzheimer lho.

Larry Meigs selaku CEO dari RS Visiting Angels menyambut dengan baik akan potensi teknologi untuk membantu para manula bisa hidup dengan lebih mudah, khususnya bagi para penderita alzheimer.

Dampak VR sudah dapat terlihat, meskipun dengan cara yang terbatas dalam bagaimana beberapa dokter dan peneliti mendiagnosis dan mengobati penyakit tersebut. Berikut adalah beberapa gambarang tentang potensi Virtual Reality dalam mempengaruhi masa depan pengobatan Alzheimer dan Demensia.

 

Mendeteksi Resikonya Sejak Dini

Pengobatan Alzheimer

Alzheimer telah menjadi sangat mudah dideteksi berkat teknologi VR. Pada bulan Oktober tahun lalu, ilmuwan perawatan Alzheimer dari Jerman menerbitkan sebuah studi di mana mereka menggunakan labirin virtual untuk membantu mendeteksi Alzheimer. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menguji orang-orang yang berusia antara 18 hingga 30 tahun dan meminta mereka mencoba untuk menavigasi labirin VR tersebut.

Hebatnya, tes ini terbukti berhasil. Berdasarkan dari perbedaan mereka dalam bergerak, para ilmuwan dapat secara akurat mengidentifikasi subjek yang memiliki penanda genetik untuk Alzheimer. Ini berarti bahwa dengan bantuan VR, para ilmuwan dapat mendiagnosis pasien berisiko tinggi bahkan yang masih berusia 18 tahun sekalipun, memungkinkan keluarga untuk merencanakan pengobatan Alzheimer di masa mendatang.

 

Lingkungan Virtual Membantu Dalam Perawatan Pasien

Profesional perawatan Alzheimer  telah menguji coba dan melakukan pengobatan Alzheimer dengan menggunakan VR. Salah satu percobaan tersebut, yang dilakukan pada tahun 2014, menggunakan teknologi Microsoft Kinect untuk menciptakan adegan yang menenangkan seperti hutan yang diterangi matahari dimana penderita Alzheimer dapat berinteraksi dengan adegan tersebut. Selain itu ada juga percobaan lain yang lebih baru, jenis perawatan ini disebut “terapi sensoris,” yang memiliki keunggulan dari segi keamanan dan penggunaan terapeutik. Biasanya, itu terlalu berisiko untuk memperkenalkan penderita Alzheimer ke lingkungan tertentu, tidak peduli seberapa nyaman dan menenangkan. Tetapi dengan VR, para profesional pengobatan Alzheimer ini telah mampu membangun lingkungan yang santai di mana pasien benar-benar aman dan nyaman.

 

Masa Depan Perawatan VR & Pengobatan Alzheimer

Karena Virtual Reality masih dalam tahap pengembangan, sulit untuk memprediksi dengan pasti seberapa besar dampak teknologi ini terhadap pengobatan Alzheimer. Banyak orang melihat banyak potensi dalam penggunaan terapeutik VR, dan karena teknologi menjadi lebih luas, mudah diakses, dan terjangkau, kita dapat melihat VR memainkan peran yang jauh lebih besar dalam perawatan.

Baca juga: Rumah Sakit Anak Terbesar di UK Menggunakan Hologram Untuk Membantu Proses Pembedahan

Salah satu kemungkinan yang menarik adalah penciptaan lingkungan virtual yang mengingatkan pasien Alzheimer tentang masa kecil mereka. Bahkan dimungkinkan untuk menciptakan lingkungan yang disesuaikan untuk masing-masing pasien, memperkenalkan musik atau detail yang sangat menenangkan.

Untuk informasi lebih lengkapnya tentang peluang teknologi di bidang kesehatan, silahkan hubungi kami. Atau jika Anda memiliki potensi dan ide menarik untuk dibagikan? Dengan senang hati, kami siap mewujudkannya untuk Anda.

submit a blog
submit a blog

By |2018-10-19T00:11:02+00:00October 17th, 2018|Articles, Augmented Reality|
%d bloggers like this: