Budaya Djarum Foundation tak hentinya berusaha untuk memperkenalkan dan mendekatkan masyarakat khususnya generasi muda dengan budaya asli Indonesia. Setelah meluncurkan Galeri Indonesia sebagai ruang publik budaya yang telah berhasil menarik pengunjung lintas generasi ini, kini Bakti Budaya Djarum Foundation membawa teknologi Virtual Reality ke Museum Majapahit dengan media Oculus Rift.

Museum Virtual Reality Majapahit menampilkan peninggalan hasil karya jaman Majapahit yang sudah tersebar di beberapa negara dan tidak lagi diperlihatkan secara umum di museum-museum di Indonesia. Museum Virtual Reality Majapahit ini menjadi sebuah solusi yang dapat menghilangkan batas waktu dan ruang untuk melihat apapun melalui media Oculus Rift, yaitu alat berbentuk kacamata dengan teknologi yang dapat memberikan simulasi konten virtual, dimana virtual reality akan membawa penggunanya masuk ke dalam dunia maya.

“Kehadiran Virtual Reality di Museum Majapahit berbasis teknologi Oculus Rift adalah teknologi pertama di Indonesia dan merupakan inovasi terbaru dari Bakti Budaya Djarum Foundation. Kehadirannya membuktikan komitmen kuat untuk terus melestarikan budaya pada unsur kekinian. Teknologi ini merupakan digitalisasi aset dan seni Indonesia sehingga masyarakat khususnya generasi muda dapat menjelajah kehebatan karya bangsa di jaman Kerajaan Majapahit yang dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

oculus rift indonesia

Virtual Reality di Museum Majapahit dibawa oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diperkenalkan pertama kali di hadapan masyarakat pada acara Museum Week. Setelah itu, konten terkini dengan teknologi tinggi ini akan berada di Galeri Indonesia, Grand Indonesia West Mall lantai 8 dan menjadi salah satu aplikasi yang bisa digunakan masyarakat. Kehadiran Virtual Reality di Museum Majapahit ini membuka ketertarikan anak muda dan masyarakat luas untuk lebih dekat dengan sejarah dan pengalaman baru secara visual tanpa terbatas ruang dan waktu.

Karna kutipan dalam Architects of Deception – Secret History of Freemasonry, ada tiga cara melemahkan dan menjajahkan suatu negeri: Pertama, kaburkan sejarahnya, Kedua, hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu hingga tidak bisa lagi diteliti dan dibuktikan kebenarannya, Ketiga, putuskan hubungan mereka dengan leluhur dengan mengatakan leluhur itu bodoh dan primitif.

virtual reality sejarah

Oculus Rift adalah perangkat virtual reality, diciptakan oleh Palmer Luckey pada tahun 2012. Pada Oculus Rift terdapat dua lensa, satu untuk setiap mata, dimana mengarah pada layar LCD tunggal. Layar akhir akan menjadi 7 inci, sedang prototipe yang diuji 5,6 inci. Layar itu memberikan dua gambar terpisah, satu untuk masing-masing mata, sehingga pengguna mendapatkan stereoscopic 3-D.

Pada alat Oculus Rift terdapat sensor di accelerometer dan gyroscope yang masuk ke dalam game PC. Ketika pengguna memutar kepala, pandangannya bergerak hampir sempurna dengan alat ini, 360 derajat, serta pandangan ke atas dan ke bawah sehingga memungkinkan pengguna secara mulus melewati dunia maya seperti di kehidupan nyata. Setiap gerakan halus kepala pengguna dilacak secara real time sehingga menciptakan pengalaman alami dan intuitif.

Baca juga: 5 Teknologi di Museum Digital dan Penerapannya di Indonesia

Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap bangsa, karena itu akan menyatukan bangsa.
Adanya Museum Virtual Reality, pastinya akan membuat pandangan berbeda bagi masyarakat Indonesia, tentang museum yang membosankan. Justru kini menjadi lebih menarik dengan adanya Virtual Reality.