Pendapat bahwa bermain game membuat anak jadi kecanduan dan pemalas, sepertinya kini sudah tidak zaman lagi. Karena menjadi malas atau tidaknya seorang anak, tergantung dari bagaimana orang tua mengontrol pola dan waktu bermain anak.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukan dan membuktikan bahwa game memiliki banyak manfaat, dan manfaatnya yang paling terlihat adalah dalam pengembangan keterampilan kognitif pada anak-anak dan bahkan orang dewasa sekalipun yang bermain video game. Sama halnya seperti ketika melakukan latihan fisik yang dapat meningkatkan dan memperkuat otot-otot kita, permainan kognitif membantu memanjakan otak seseorang dalam stimulasi konstan, sehingga meningkatkan kinerja otak.

Berikut, adalah 8 manfaat kognitif dari bermain video game.

1. Meningkatkan Kordinasi

game melatih kordinasi

Ketika orang dewasa atau anak-anak bermain video game, mereka tidak hanya menatap komputer secara tidak aktif. Kegiatan dan tindakan di depan layar memberikan banyak rangsangan mental. Agar seseorang dapat bermain, dia perlu mengoordinasikan gerakan visual, audial, dan fisik mereka.

2. Meningkatkan Keterampilan Memecahkan Masalah

game memecahkan masalah

Video game melibatkan aturan tertentu. Ini berarti bahwa pemain harus berpikir dengan hati-hati sebelum membuat langkah apa pun untuk memastikan bahwa mereka tetap berada dalam aturan yang disyaratkan dalam permainan itu. Pemain perlu membuat keputusan sepersekian detik yang akan menentukan apakah dia akan naik ke level berikutnya atau tidak.

3. Meningkatkan Daya Ingat

Game apa yang sekarang sedang anak Anda mainkan? Bermain game mungkin membutuhkan memori visual dan audial. Pemain diminta untuk membaca atau mendengarkan instruksi yang mungkin hanya disediakan pada awal permainan, sehingga perlu mengingatnya di seluruh permainan. Penguasaan tombol pada keyboard membantu anak dengan mudah memindahkan karakter dalam gim. Game membuat anak jadi memiliki daya ingat yang kuat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Meningkatkan Perhatian dan Konsentrasi

Video game, terutama game aksi, telah terbukti mampu menarik perhatian pemain selama seluruh periode permainan. Ini disebabkan oleh kebutuhan pemain untuk mencapai tujuan tertentu dalam permainan, untuk dapat berlanjut ke tingkat berikutnya.

5. Game Merupakan Sumber Pembelajaran yang Baik

Bermain game tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa dan remaja, tetapi juga untuk anak-anak. Banyak lembaga pendidikan modern memasukkan video game sebagai metodologi pengajaran. Ini membantu anak-anak ini meningkatkan keterampilan akademis mereka dengan menyediakan video game yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan keterampilan kognitif dan kreatif mereka.

6. Meningkatkan Kecepatan Otak

game kecepatan otak

Saat bermain game, otak menerima banyak rangsangan, baik Visual maupun audial. Menurut penelitian, individu yang sering bermain video game dapat memproses stimulator ini lebih cepat daripada yang lain. Stimulator ini memastikan bahwa otak terus bekerja untuk menafsirkannya. Ini membuktikan bahwa game dapat membuat anak menjadi mampu berpikir dengan cepat.

7. Meningkatkan Keterampilan Multitasking

game multitasking

Game aksi, misalnya, mungkin mengharuskan anak untuk sangat jeli. Ini mengharuskan anak untuk dapat memindahkan joystick atau tombol Anda sambil melihat berbagai fitur di layar seperti tingkat energi, musuh yang akan datang, amunisi yang tersisa, waktu yang tersedia, yang semuanya penting untuk bisa memenangkan permainan. Ini memastikan bahwa pemain dapat mengamati dan bereaksi sesuai dengan semua persyaratan permainan tertentu.

Baca juga: Virtual Reality Akan Merevolusi Industri Game di Masa Depan

8. Game Membuat Anak Terampil Dalam Bersosialisasi

Game online memungkinkan banyak pemain untuk terlibat dalam game tertentu secara bersamaan. Dengan demikian, ada komunikasi yang konstan antara para pemain yang menghasilkan pengembangan hubungan yang bermakna serta kasual di antara mereka.

Ini membantu pemain bertemu teman baru sambil juga memperkuat ikatan dengan teman lama mereka. Meskipun video game memiliki banyak bermanfaat, namun penggunaannya harus tetap diawasi supaya tidak berlebihan. Penting juga untuk memilih permainan yang tepat karena tidak semuanya memberikan manfaat kognitif yang sama. Umur juga harus menjadi faktor, seperti contohnya anak kecil berumur dibawah 13 tahun tidak boleh memainkan game bertemakan kekerasan.