Seiring kemajuan teknologi, program pelatihan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) menjadi semakin populer selama bertahun-tahun terakhir. Sayangnya, telah banyak tersebar mitos AR dan VR yang keliru, sehingga kepercayaan masyarakat akan manfaat positif dari teknologi AR/VR jadi berkurang dan itu sangat disayangkan.

Apa Itu Pelatihan AR/VR

Singkatnya, AR adalah teknologi baru yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan objek digital dalam dunia nyata. Ini sangat berbeda dari VR, yang menciptakan realitas digital sepenuhnya. Program pelatihan AR/VR memungkinkan bisnis dan organisasi membuat program pelatihan yang dapat mensimulasikan pelatihan yang sulit atau berbahaya di dunia nyata menjadi mungkin dan aman untuk dilakukan.

Berikut, MonsterAR sajikan definisi dari pelatihan AR/VR, mitos yang paling umum terdengar, serta berbagai fakta yang akan membantah semua mitos keliru yang beredar selama ini.

1. VR dan AR Membawa Kita Kembali Ke Model Ruang Kelas

Mitos ini sangat salah dan tidak berdasar, dan tidak ada yang tahu pasti tentang asal mulanya. Baik VR dan AR diciptakan sebagai alternatif dari model pembelajaran di kelas, yang memberikan pengalaman langsung minimal dan dimaksudkan untuk terlibat lebih personal sebanyak mungkin.

Salah satu aspek yang sangat bermanfaat dari VR dan AR adalah membawa siswa ke luar kelas,  dan dalam banyak kasus ke lingkungan yang lebih mirip dengan apa pun yang mereka pelajari. Tentu saja, bagaimana teknologi ini digunakan dan diimplementasikan akan berubah tergantung pada materi pelajaran, tetapi apapun masalahnya, itu sangat berbeda dari lingkungan kelas standar.

2. Kebanyakan Orang Merasa Mual Saat Menggunakan VR

Setiap orang bereaksi berbeda terhadap teknologi VR. Sementara beberapa orang mungkin merasa agak sakit dan pusing, itu tidak berlaku bagi semua pengguna. Selain itu, ini sangat tergantung pada jenis program pelatihan yang digunakan, karena beberapa orang mungkin memiliki lebih banyak kemungkinan merasa pusing daripada yang lain. Bagaimanapun, mengatakan bahwa setiap orang mengalami mual sangat jauh dari kebenaran.

Baca juga: Strategi Marketing Properti Cerdas Melalui Penerapan Teknologi Digital

3. AR dan VR Dapat Digunakan Secara Bergantian

Walaupun AR dan VR didasarkan pada teknologi yang sama, keduanya sangat berbeda dalam hal produk akhir. VR bertujuan untuk menciptakan realitas digital yang sepenuhnya memutuskan pengguna dari dunia nyata. AR, di sisi lain, berupaya untuk mengintegrasikan yang nyata dengan digital dimana pengguna masih dapat melihat dunia seperti yang mereka ketahui, tetapi mereka juga dapat melihat objek digital yang telah ditambahkan ke lingkungan nyata.

4. Opsi Program Pelatihan VR Sangat Terbatas

Meskipun ini pernah terjadi di awal-awal kemunculannya, namun kini pernyataan tersebut sudah tidak relevan. Selama lima tahun terakhir, ratusan juta dolar telah mengalir ke dunia AR dan VR karena investor dan perusahaan rintisan mulai menyadari potensi sesungguhnya dari teknologi ini.

Bahkan organisasi pemerintah seperti tentara, angkatan udara, dan angkatan laut telah ikut serta dan membagikan lebih banyak kontrak pembangunan teknologi AR/VR untuk program pelatihan militer setiap tahunnya.

5. VR dan AR Masih Sangat Mahal

Sekali lagi, mitos AR dan VR ini mungkin benar pada awal kemunculannya, namun saat ini tidak lagi demikian. Kini, VR justru tidak diragukan lagi memiliki kelebihan di bidang program pelatihan, dan perangkat seperti Oculus Go merupakan pemain kunci yang memungkinkan penerapannya dengan biaya yang terjangkau.

6. VR dan AR Tidak Realistis

Sekali lagi, ini mungkin benar 5 tahun yang lalu, namun kini itu jauh dari kenyataan. Selama dekade terakhir, banyak kemajuan telah dibuat di dunia ini, dan teknologinya lebih realistis daripada sebelumnya.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami