Apa itu Virtual Reality? Virtual Reality (VR) adalah penggunaan teknologi komputer untuk menciptakan lingkungan simulasi. Tidak seperti antarmuka pengguna tradisional, VR menempatkan pengguna di dalam sebuah pengalaman berbeda dari dunia nyata. Alih-alih melihat layar di depan pengguna, VR membawa pengguna tenggelam dan berinteraksi dengan dunia 3D. Dengan mensimulasikan indera sebanyak mungkin mulai dari penglihatan, pendengaran, sentuhan, bahkan penciuman, komputer bertransformasi menjadi gerbang penghubung ke dunia buatan ini.

Teknologi VR diperkirakan bernilai sekitar $ 184,66 miliar pada tahun 2026, VR adalah salah satu teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dan sumber kegembiraan bagi banyak konsumen. VR semakin banyak digunakan di rumah dan bisnis di seluruh dunia. Tujuan headset VR adalah untuk membawa penggunanya ke versi realitas yang sama sekali berbeda, di mana Anda dapat berinteraksi dengan lingkungan baru.

Apakah Anda sudah menjadi salah satu dari banyak orang yang telah berinvestasi dalam teknologi VR, atau Anda sedang mempertimbangkan merogoh kocek untuk membeli headset VR baru? Sebelum itu, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa ity virtual reality dan bagaimana cara kerjanya.

Virtual Reality VS Augmented Reality

Virtual Reality dan Augmented Reality (AR) bagaikan dua sisi dari satu koin yang sama. Anda dapat menganggap Augmented Reality sebagai VR dengan satu kakinya di dunia nyata. Augmented Reality mensimulasikan objek buatan di lingkungan nyata, sedangkan Virtual Reality menciptakan lingkungan buatan sepenuhnya untuk ditempati.

Dalam Augmented Reality, komputer menggunakan sensor dan algoritma untuk menentukan posisi dan orientasi kamera. Teknologi AR kemudian membuat grafik 3D seperti yang akan muncul dari sudut pandang kamera, kemudian menempatkan gambar yang dihasilkan komputer di atas pandangan pengguna di dunia nyata.

Dalam Virtual Reality, komputer menggunakan sensor dan algoritma yang serupa. Namun, alih-alih menempatkan kamera nyata dalam lingkungan fisik, posisi mata pengguna berada di dalam lingkungan simulasi. Jika kepala pengguna menoleh, grafik bereaksi mengikuti pengguna. Alih-alih menggabungkan objek virtual dan pemandangan nyata, cara kerja teknologi VR adalah dengan menciptakan dunia interaktif yang tampak nyata bagi pengguna.

Teknologi Virtual Reality

Komponen Virtual Reality yang paling mudah dikenali adalah head-mounted display (HMD). Manusia adalah makhluk visual, dan teknologi tampilan seringkali merupakan satu-satunya perbedaan terbesar antara sistem Realitas Virtual yang imersif dan antarmuka pengguna tradisional.

Dengan banyaknya pilihan perangkat keras dan perangkat lunak yang muncul, masa depan perangkat wearable telah berkembang namun belum dapat diketahui potensinya hingga sejauh mana. Konsep seperti HTC Vive Pro Eye, Oculus Quest, dan Playstation VR adalah pemimpin pasar, tetapi ada juga pemain seperti Google, Apple, Samsung, Lenovo, dan lainnya yang mungkin mengejutkan industri dengan tingkat imersi dan kegunaan baru.

Seberapa Pentingkah Audio dalam VR

Aplikasi Virtual Reality yang meyakinkan membutuhkan lebih dari sekadar grafik. Baik pendengaran maupun penglihatan merupakan pusat indra ruang seseorang. Faktanya, manusia bereaksi lebih cepat terhadap isyarat audio daripada isyarat visual. Untuk menciptakan pengalaman Realitas Virtual yang benar-benar mendalam, suara lingkungan yang akurat dan karakteristik spasial adalah suatu keharusan. Ini memberikan rasa kehadiran yang kuat ke dunia virtual.

Sementara informasi audio-visual paling mudah direplikasi dalam Virtual Reality, upaya penelitian dan pengembangan aktif masih dilakukan ke indra lainnya. Input taktil seperti treadmill omnidirectional memungkinkan pengguna untuk merasa seolah-olah mereka benar-benar berjalan melalui simulasi, daripada duduk di kursi atau di sofa. Teknologi haptic juga dikenal sebagai teknologi umpan balik kinestetik atau sentuhan, yang kini telah berkembang dari motor pemintal yang sederhana menjadi teknologi ultrasound futuristik.

Kenapa Virtual Reality?

Apa itu virtual reality dan manfaatnya dalam industri? Banyak bisnis bisa mendapat manfaat dari teknologi VR khususnya dalam industri hiburan. Film dan video game imersif adalah contoh yang bagus karena industri hiburan adalah industri multi-miliar dolar dan konsumen selalu tertarik pada hal-hal baru. Realitas virtual juga dapat diterapkan untuk beragam bisnis yang lebih serius, berikut beberapa di antaranya:

  • Arsitektur
  • Pelatihan kerja
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kedokteran
  • Seni
  • Hiburan

Baca juga: 10 Manfaat Virtual Tour yang Menguntungkan bagi Bisnis Anda

Realitas virtual dapat mengarah pada penemuan-penemuan baru dan menarik di bidang-bidang ini yang berdampak pada kehidupan kita sehari-hari.

Apa itu Virtual Reality dan Contohnya?

Tidak mengherankan, industri video game adalah salah satu pendukung terbesar Virtual Reality. Dukungan untuk headset Oculus Rift telah dimasukkan ke dalam game seperti Skyrim dan Grand Theft Auto, tetapi game yang lebih baru seperti Elite: Dangerous hadir dengan dukungan headset bawaan. Banyak metafora antarmuka pengguna yang terbukti benar dalam game harus didukung dan disesuaikan untuk VR, tetapi industri telah cepat beradaptasi karena perangkat keras untuk game Virtual Reality yang sesungguhnya telah tersedia secara luas.

1. Virtual Reality untuk Pelatihan Kerja

Dalam penerbangan, kedokteran, dan militer, pelatihan Virtual Reality memiliki manfaat sebagai alternatif yang menarik dari pelatihan langsung dengan peralatan mahal, situasi berbahaya, atau teknologi sensitif. Pilot komersial dapat menggunakan kokpit realistis dengan teknologi VR dalam program pelatihan holistik yang menggabungkan penerbangan virtual dan instruksi langsung. Ahli bedah dapat berlatih dengan alat dan pasien virtual, kemudian mentransfer keterampilan virtual mereka ke ruang operasi. Penelitian telah mulai menunjukkan bahwa pelatihan semacam itu membantu dokter untuk bekerja lebih cepat dan membuat lebih sedikit kesalahan. Polisi dan tentara juga dapat melakukan pelatihan tempur secara virtual yang dapat menghindari risiko cidera hingga kehilangan nyawa.

2. Virtual Reality untuk Pengobatan Penyakit Mental

Berbicara tentang kedokteran, virtual reality juga memberikan manfaat bagi terapi pengobatan penyakit mental. Dalam kasus penggunaan ini, fungsi VR adalah memungkinkan para veteran untuk menghadapi tantangan dalam lingkungan yang terkendali, atau mengatasi fobia dalam kombinasi dengan terapi perilaku. VR memiliki potensi di luar aplikasi game, industri, dan pemasaran untuk membantu orang pulih dari gangguan mental.

3. Virtual Reality dan Visualisasi Data

Visualisasi data dan rekayasa ilmiah telah mendapat manfaat dari kehadiran virtual reality selama bertahun-tahun, meskipun inovasi terbaru dalam teknologi visual telah menarik minat dalam segala hal mulai dari visualisasi molekuler hingga arsitektur dan model cuaca.

4. Virtual Reality untuk Pendidikan

Virtual reality dapat melengkapi pengajaran di ruang kelas dengan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan materi pengajaran. VR memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi, mengalami, dan tenggelam dalam lingkungan virtual. Ada dua cara realitas virtual dapat digunakan di dalam kelas.

  • Siswa menjelajahi lingkungan virtual menggunakan komputer, keyboard, dan mouse;
  • Siswa bereksplorasi menggunakan beberapa perangkat input seperti pengontrol dan headset VR, kemudian membenamkan siswa sepenuhnya menggunakan tampilan yang dipasang di kepala (HMD).

Alat ini dapat digunakan untuk mata pelajaran apa pun dan memberikan kesempatan bagi pendidik untuk bereksplorasi dengan peserta didik serta terlibat dengan berbagai gaya belajar. Misalnya, siswa dapat berjalan melalui hutan hujan dan menemukan berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan. Teknologi ini juga menawarkan ruang lingkup besar untuk desain dan pengkodean. VR dapat dimasukkan ke dalam kurikulum kelas untuk mengajarkan keterampilan pribadi dan sosial tanpa hambatan lokasi dan komunikasi.

Cara Kerja Virtual Reality

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara kerja VR atau virtual reality? Bagaimana headset VR bisa membuat Anda merasa seperti benar-benar terbang di langit yang tinggi, padahal sebenarnya Anda hanya berada di dalam kamar? Teknologi ini tidak hanya sekadar mengganti apa yang bisa kita lihat dengan sesuatu yang lebih menakjubkan, namun lebih dari itu dengan segudang manfaatnya yang luar biasa.

Pengembang dan inovator Virtual Reality semakin menemukan peluang baru dalam teknologi imersif ini, didorong oleh alat yang mengubah perasaan kita, apa yang kita lihat, dan bahkan apa yang bisa kita dengar di sekitar kita. Karena jumlah headset realitas virtual terus bertambah, VR muncul sebagai bagian umum dari lanskap digital.

Headset VR pada dasarnya hanyalah mesin yang dirancang untuk menggantikan lingkungan kita dengan sesuatu yang dibuat dalam perangkat lunak. Ada sensor gyroscopic, akselerator, dan magnetometer di headset untuk menentukan bagaimana Anda bergerak dan melacak interaksi Anda dengan ruang virtual. Headset VR juga terhubung ke kamera eksternal dan sistem komputer untuk mengakses perangkat lunak yang menyajikan pengalaman VR bagi Anda, atau terhubung dengan program tambahan.

Berikut adalah beberapa komponen dan teknologi yang menjadi dasar terciptanya perangkat dan lingkungan VR yang imersif.

1. Bidang Pandang dan Frame Rate

Bidang pandang atau frame rate telah menjadi perhatian umum bagi perusahaan VR di Indonesia. Agar VR membenamkan kita dalam lingkungan baru, VR perlu meniru bidang pandang kita. Sayangnya, manusia pada umumnya mampu melihat bidang yang jauh lebih luas daripada yang biasanya dapat disediakan oleh headset VR. Rata-rata manusia dapat melihat sekitar 220 derajat konten di sekitarnya. Headset VR dapat melakukan sekitar 180 derajat.

Bidang pandang di headset menentukan dunia yang terlihat di sekitar kita, dan seberapa miripnya dengan lingkungan kita saat ini. Hingga kini belum ada headset yang dapat mengakomodasi bidang pandang alami manusia sepenuhnya, tetapi teknologinya terus berkembang, di samping peluang yang lebih baik untuk frame rate.

Frame rate adalah elemen visual lain yang menentukan cara kerja VR. Alasan frame perlu bergerak dengan kecepatan luar biasa dalam layar headset VR adalah untuk meniru apa yang kita lihat di kehidupan nyata. Para ahli percaya bahwa mata manusia dapat menangani hingga 1000 frame per detik. Sebagian besar pengembang telah menemukan bahwa apa pun yang kurang dari 60 FPS menyebabkan perasaan disorientasi dan mual. Para ahli terus berusaha mengembangkan dengan target mencapai 120 FPS.

2. Audio Spasial dan Efek Suara

Banyak orang mengira bahwa VR adalah hanya sebatas pengalaman visual. Pada kenyataannya, VR mampu membenamkan pengguna sepenuhnya ke dalam ruang yang berbeda. Ini menuntut lebih dari sekadar pandangan yang baik tentang lingkungan kita. Kita juga memerlukan audio spasial, atau suara 360 derajat untuk membantu benar-benar merasa seperti berada di lingkungan baru tersebut.

Baca juga: Harga Augmented Reality Terbaik, Lipat Gandakan ROI Bisnis Anda

Teknologi VR mutakhir menggunakan audio spasial untuk mensimulasikan jenis lanskap audio unik yang Anda harapkan di dunia nyata. Semakin baik audionya, semakin Anda merasa terbenam berkat suara yang seolah-olah datang dari belakang, atas, atau samping Anda. Audio spasial juga membantu Anda bergerak melalui pengalaman VR seperti yang diinginkan pengembang dengan menunjukkan ke mana Anda harus berbelok.

Headset VR di lanskap modern menggunakan audio spasial untuk menyampaikan arah mana yang Anda perlukan dan mendukung rasa “realisme” saat Anda bergerak melalui lingkungan dan pengalaman yang berbeda.

3. Posisi dan Pelacakan Kepala

Hal yang membuat VR sangat menarik adalah, Anda dapat bergerak di ruang virtual dan lingkungan itu secara otomatis akan menyesuaikan dengan posisi Anda. Fitur pelacakan kepala dan posisi diukur dalam derajat yang bebas, memungkinkan Anda menjelajahi lingkungan virtual tanpa batas layaknya di lingkungan nyata.

Headset yang menggunakan 6 derajat kebebasan dapat memeriksa posisi Anda di sebuah ruangan, dan menunjukkan arah yang dituju kepala Anda. Ini berarti bahwa Anda dapat memiliki gerakan otonom penuh melalui ruang. Headset VR juga dilengkapi sensor yang dapat membantu Anda tetap aman saat bergerak di dalam ruangan.

Semakin hari, teknologi pelacakan pada VR semakin canggih. Teknologi pelacakan mata mampu meningkatkan fokus ketika berada dalam lingkungan VR sekaligus mengurangi rasa mual yang dirasakan sebagian orang ketika menggunakan headset VR. Sensor umpan balik haptic dan teknologi pelacakan lain yang digunakan untuk menyematkan opsi pengontrol ke dalam VR juga dapat membuat lanskap terasa lebih imersif.

Masa Depan Headset VR

Teknologi VR berkembang semakin mengesankan karena para peneliti terus mengeksplorasi berbagai cara untuk membuat dunia virtual terasa lebih seperti dunia nyata. Seiring perkembangan berlanjut, headset menjadi lebih ramping dan lebih mobile, dengan lebih sedikit kabel dan lebih banyak piksel berdefinisi tinggi. Sensor haptic dan sarung tangan pelacak menggantikan sistem kontrol yang kaku, sementara machine learning dan kemajuan AI mengubah cara teknologi VR melacak interaksi kita.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulan yang bisa diambil untuk pertanyaan “apa itu virtual reality” adalah, bahwa virtual reality tidak hanya sekedar memberikan pengalaman imersif yang mengasyikan, tetapi dapat menguntungkan untuk berbagai industri dan bisnis, tidak hanya dalam industri hiburan saja. Virtual Reality bisa menjadi kunci untuk pelatihan lebih aman dan hemat biaya, optimalkan angka penjualan, tingkatkan efektifitas dan kecepatan kerja, hingga hasilkan ROI berkali-kali lipat dalam jangka panjang. Penasaran akan apa saja yang bisa dilakukan VR untuk bisnis Anda? hubungi kami untuk konsultasi dan solusi selengkapnya.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami