Sejak pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan rebranding menjadi Meta, definisi apa itu Metaverse mulai mengemuka. Banyak yang menganggap Metaverse versi yang lebih baik dari Internet sekarang namun sesungguhnya filosofinya akan membentuk dunia virtual yang jauh lebih canggih dan imersif.  

Mengutip pernyataan Mark, Metaverse tidak hanya memungkinkan penggunanya melihat konten tetapi merangkul mereka ke dalam realitas virtual secara langsung. Yang artinya, pemakai benar-benar akan berinteraksi dan merasakan pengalaman yang seperti dunia nyata menggunakan avatar masing-masing.

Apa Itu Metaverse dan Siapa Produsennya?

Secara harfiah, kata “meta” berarti “di luar” sedangkan kata “verse” berarti “alam semesta.” Setelah digabungkan keduanya menjadi generasi berikutnya dari alam semesta online saat ini. Beberapa teknologi canggih telah mendahului Metaverse yang kemudian membuatnya menjadi nyata. Teknologi imersif, seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan video, menjadi komponen penting terwujudnya Metaverse.  

Tidak berhenti pada definisi apa itu Metaverse. Gagasan ini seolah menemukan momentum saat pandemi COVID-19 merebak di berbagai belahan dunia pada awal 2020. Lantaran tidak bisa sering beraktivitas di luar, Metaverse menjadi solusi untuk tetap bersosialisasi hingga berbisnis di dunia virtual tanpa perlu meninggalkan rumah.  

Dengan adanya Metaverse, imajinasi semakin menemukan ruang untuk memperluas diri. Menonton konser, berbelanja hingga menyapa teman menjadi hal yang bisa dilakukan di semesta Metaverse. Filosofi itulah yang menerjemahkan penggambaran Zuckerberg bahwa Metaverse merupakan “babak interaksi sosial berikutnya”  dengan mengubah jaringan sosial menjadi 3D dari 2D.

Menariknya, Metaverse bukanlah ruang statis dimana pengguna hanya sebagai penikmat saja. Melainkan, pemakai bisa membuat konten untuk dipakai pengguna lainnya. Baik pengguna individual dan korporasi dapat memanfaatkannya. 

Sebagai contoh, menghadiri rapat virtual dan konser musik atau event virtual, menghadirkan dua keuntungan. Bagi event organizer, mereka memperoleh keuntungan dengan menyelenggarakan acara yang dihadiri oleh pengguna melalui avatar mereka dengan terlebih dahulu membayar. Di lain pihak, pengguna bisa menonton atau menghadiri layaknya secara langsung.  

Facebook bukan satu-satunya entitas yang terlibat dalam metaverse. Sebaliknya, ini tentang ruang bersama dalam dunia digital yang dibuat dan dibangun oleh banyak entitas berbeda.

Zuckerberg menggambarkannya sebagai desentralisasi, tetapi banyak kritikus melihatnya secara berbeda. Facebook sendiri juga sudah banyak dikritik sejak awal dan umumnya dianggap kontroversial. Perusahaan raksasa seperti Google, Microsoft, Apple, Valve, Epic Games, Roblox, serta perusahaan start-up yang lebih kecil sedang berupaya menciptakan produk untuk Metaverse saat ini.

Garis Besar Kerja Metaverse

Metaverse melibatkan banyak faktor untuk mendukung kinerjanya. Teknologi seperti Unreal Engine membantu untuk memproyeksikan grafik secara real-time ke layar LED. Selain itu, dibutuhkan kamera dengan spesifikasi dan resolusi tinggi beserta platform agar Metaverse menjangkau penggunanya. Terdapat alat pembuatan 3D real-time untuk memproduksi video game dan efek grafis. Contoh penerapan kerja di atas adalah bagaimana Ferrari menggunakan Unreal Engine dari Epic Games untuk memasukkan salah satu mobil sport dalam game Fortnite.

Baca juga: Prospek Masa Depan Bisnis NFT di Indonesia, Content Creator Simak Ini!

Pemanfaatan Metaverse bagi Berbagai Industri 

Meski masih dikembangkan, Metaverse akan mendulang banyak peminat mengingat besarnya jumlah yang menggunakan teknologi AR dan VR. Berdasarkan data dari emarketer.com, hampir 85 juta orang di Amerika Serikat memakai VR atau AR setidaknya sebulan sekali selama 2021. Tren pemakaiannya terus bertambah dan bukan lagi teknologi asing bagi banyak pemula.  

Dengan demikian, potensi Metaverse menjadi lini penting di masa depan tinggal menunggu waktu. Lalu, bagaimana dengan pemanfaatannya untuk sektor usaha? Yang terdekat adalah sektor yang saat ini sudah akrab memakai teknologi AR dan VR. Sebagai contoh, media, media sosial, game, fashion dan film, yang sudah sering memakai VR dan AR. Lini tersebut diprediksi akan menjadi yang tercepat bermigrasi ke Metaverse.  

Industri yang jauh lebih dulu eksis akan menyusul berikutnya. Sektor bisnis, seperti manufaktur, minyak dan gas, perhubungan, dan penerbangan, akan melakukan transformasi besar sehingga benar-benar bisa meraup keuntungan memakai Metaverse.  

Tahapannya secara garis besar mencakup memasukkan VR dan AR ke dalam alur kerja yang ada, memfokuskan desain dan prototipe, pengetesan dan pelatihan pengguna. Diharapkan dengan cara tersebut, industri itu dapat meraup Return on Investment tinggi. 

Contoh Pemanfaatan Metaverse

Langkah pertama adalah menyadari bahwa metaverse bukanlah isapan jempol belaka. Dengan raksasa teknologi seperti Facebook, Apple, Google, Amazon, dan lainnya mempertaruhkan banyak uang untuk itu, setiap perusahaan perlu bergerak dan memutuskan bagaimana mereka akan menggunakan metaverse.

Berikut, beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan keuntungan dari apa itu metaverse:

1. Penjualan 

Contohnya, Gucci yang pernah meluncurkan avatar di Metaverse agar bisa membeli “barang” virtual di situ. Tentunya, ini memberikan pengalaman yang seru sekaligus membuka saluran penjualan baru di semesta tersebut. Branding Gucci menjadi lebih variatif dan kekinian, yakni menyasar kalangan muda.  

2. Pemasaran  

Keberadaan influencer ternyata tidak hanya berada di media sosial nyata. Di Metaverse, sudah banyak influencer yang dapat membantu dunia pemasaran. Anda dapat menginvestasikan anggaran tertentu untuk mulai menggarap influencer di Metaverse. Menjadi yang lebih depan akan membenamkan impresi di awal bagi penguna Metaverse yang sudah ada dan bagi nanti yang akan bergabung. Di benak mereka, brand Anda sudah selangkah lebih maju untuk jenis usaha tertentu. Jenis usaha apa saja sudah bisa memanfaatkan influencer di Metaverse, mulai dari promosi pakaian hingga liburan.  

3. Pelatihan 

Sektor pertambangan dan minyak dan gas akan termotivasi beralih ke dunia Metaverse demi alasan keselamatan dan keamanan. Inovasi Metaverse akan membantu mengurangi resiko bahaya yang mungkin terjadi saat pelatihan di dunia nyata. Selain itu, perusahaan di dua sektor ini dapat menekan biaya sehingga program pelatihan lebih terjangkau.  

4. Desain UX 

Kaitan apa itu Metaverse dengan membaiknya hubungan dengan pengguna tampak dalam bidang desain UX. Prinsip Metaverse yang berfokus pada kenyamanan dan pengalaman pengguna akan mempengaruhi layanan ke pelanggan pada berbagai bidang. Mulai dari perbankan, ritel hingga hiburan, desain UX akan mengalami lompatan besar. Contohnya, Disneyland mencari cara agar orang tidak perlu mengantri lama saat musim liburan guna memasuki wahana di dalamnya. Atau, peritel dapat memanfaatkan umpan balik di Metaverse untuk mengubah tata letak toko mereka agar lebih gampang ditemukan orang.

Tidak seperti internet yang merupakan ruang digital yang kita masuki setelah menyalakan sesuatu, metaverse cenderung merupakan penggabungan ruang fisik dan digital dengan transisi yang mulus. Dalam beberapa tahun ke depan, seiring kemajuan teknologi di jalurnya yang tak terhindarkan, mengabaikan tentang apa itu metaverse tidak akan lagi menjadi pilihan yang bijak. Saat ini perusahaan Anda perlu mulai memikirkan masa depan, dan masa depan itu bisa jadi berada di Metaverse.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami