Video Mapping Projection atau pemetaan proyeksi adalah sebuah teknologi yang kini telah hangat diperbincangkan, karena kemampuannya yang mampu menarik perhatian orang sekitar dengan jangkauan yang luas. Walhasil, teknologi ini banyak digunakan sebagai media jasa branding produk atau bisnis.

Melalui teknik seni visual dengan menggunakan cahaya dari proyektor ke berbagai macam bidang, video mapping menciptakan ilusi optik gerakan yang mengubah objek biasa menjadi panggung yang menarik perhatian dan mengubah hampir semua permukaan menjadi tampilan dinamis yang unik.

Apa itu Video Mapping Projection?

Projection mapping adalah teknik proyeksi video 3D menggunakan cahaya dan warna untuk memproyeksikan gambar virtual pada media dengan bentuk apapun dan permukaan yang tidak rata seperti lokasi industri, bangunan umum, hingga landmark kota menjadi lebih interaktif dan atraktif melalui motion graphic, visual effect, atau teknik visualiasasi kreatif lainnya.

Dengan video mapping, Anda dapat membuat apa saja benar-benar berubah warna, tekstur dan bentuk. Objek bisa berupa apapun mulai dari layar putih, permukaan yang rumit seperti bangunan, panggung, hingga objek di dalam ruangan.

Di jalan atau di dalam ruangan, untuk proyek besar atau kecil, hingga pemasangan permanen atau acara sementar.
Hidupkan kisah Anda dengan gambar yang diproyeksikan dengan cara yang paling dinamis dan ciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Kenapa Video Mapping Projection?

Video mapping adalah hiburan visual penuh warna tanpa batas, jenis kembang api baru, dan bentuk hiburan yang luar biasa dengan faktor WOW yang dahsyat. Ini memberi Anda kesempatan unik untuk menarik dan mempesona banyak orang dengan pertunjukan menawan dan tontonan yang menginspirasi, bahkan dapat dilihat dari kejauhan sehingga jangkauannya sangatlah luas.

Sejarah Projection Mapping

Istilah projection mapping sebenarnya sudah ada sejak pertengahan abad ke-20 ketika Josep Svoboda, seorang pembuat skenario asal Ceko, memperkenalkan Lanterna Magika pada Expo 58 di Brussels World Fair pada 1958.

Lantena Magika merupakan live performance berisikan penyanyi, penari, dan musisi dengan potongan film yang diproyeksikan pada latarnya. Günther Schneider-Siemssen, seorang perancang lokasi asal Jerman, merumuskan istilah tersebut menjadi “menggambar dengan cahaya.” Dia memakai proyektor Pani untuk menciptakan proyeksi berskala besar untuk opera. Pada akhir 1960ann, audiens merujuk projection mapping sebagai “efek Madame Leota” menurut pemakaian teknik tersebut pada Haunted Mansion buatan Disney.

Disneyland pertama kali menggunakan efek proyeksi pada 1969 ketika membuka atraksi Haunted Mansion. Wajah penyanyi didokumentasikan pada film 16mm dan diproyeksikan hingga sampai ke pinggang agar membuatnya tampak seperti animasi.

Contoh lain projection mapping pada awalnya terlihat pada film TV Magical Mystery Tour pada 1967. Dalam film tersebut terdapat adegan Blue Jay Way dimana gambar diproyeksikan pada George Harrison, termasuk wajah kucing dan batang tubuh tanpa kepala  pria dengan kata-kata “Magical Mystical Boy” tertulis pada dadanya.

Pada 1980, seniman Micheal Naimark memfilmkan interaksi orang dengan obyek pada ruang keluarga lalu memproyeksikannya ke ruangan tersebut. Hasilnya, ilusi tersebut dimana seolah-olah orang tersebut benar-benar berinteraksi dengan obyek pada dunia nyata.

Pada 1984, produksi asli Broadway oleh Stephen Sondheim berjudul Sunday in the Park with George hasil tulisan dan arahan James LaPine dikenal sebagai pemakaian projection mapping pertama dalam pertunjukan musik atau drama Broadway.

Di akhir 1990an, konsep projection mapping diselidiki secara akademis pada University of North Carolina oleh tim pimpinan Ramesh Raskah. Hingga 2001, semakin banyak seniman yang memakai projection mapping dalam karya seni mereka. Kelompok, seperti Microsoft, mulai bereksperiman dengan inovasi ini sebagai alat teknologi lanjutan.

Elemen-elemen penting dalam Video Mapping

Baca juga: Inilah Keuntungan Virtual Event Indonesia dibanding Event Tradisional

1. Proyektor

2. Pengolahan Citra

3. Hardware

Hardware atau perangkat keras yang digunakan ada berbagai macam. Yang utama mulai dari projector dengan resolusi tinggi untuk kualitas maksimal, PC atau alat untuk mengoperasikan software, serta berbagai keperluan pendukung hardware tersebut.

4. Software

Software atau perangkat lunak yang digunakan cukup 2 jenis saja, yaitu software pendukung hardware yang digunakan untuk konten visual, dan tentunya software untuk membuat konten audio visual tersebut.

5. Konten Audio Visual

Konten menjadi bagian penting karena inilah yang akan dilihat oleh audiens Anda. Pada akhirnya, audio visual lah yang akan membawa dan membangkitkan emosi audiens serta memanjakan mata mereka sesuai dengan manfaat dan tujuan projection mapping tersebut.

6. Bidang

Bidang merupakan bagian dimana audiens melihat konten audio visual yang Anda sajikan. Bidang ini juga ada banyak jenisnya, tapi untuk Video Mapping tidak mengenal batasan bidang karena bisa diterapkan ke bidang apapun. Mulai dari dinding bangunan, hingga air bahkan dalam bentuk uap. Selama bidang tersebut terlihat oleh mata audiens, bidang itu pasti dapat digunakan oleh cahaya sebagai mediumnya.

Metode projection mapping

Terdapat lima langkah penting dalam proses projection mapping:

1. Memilih lokasinya

Yang pertama melibatkan lokasi dan permukaan yang akan dipakai. Permukaan ini sangat penting agar proyeksi nanti benar-benar hidup. Banyak yang condong memilih permukaan, seperti panggung, gedung, dan latar yang tembus cahaya.

2. Merencanakan pencahayaan

Tak lama setelah menentukan permukaannya, Anda perlu memakai software projection mapping untuk mengukur tingkat kecerahan, kepadatan piksel, dan bayangan, serta membuat metrik untuk dipakai dalam proyeksi nantinya.

3. Mengembangkan konten

Berikutnya, desain template bagi proyeksi Anda dan hidupkanlah agar tercipta versi nyata cerita visual yang ingin dipresentasikan.

4. Mulai menyusun rangkaian fisiknya

Setelah merampungkan pengembangan proyeksi tersebut, tibalah waktunya menyusun rangkaian fisiknya. Cari lokasi acara lalu gunakan jaringan baris untuk memastikan proyeksinya bersih dan mulus.

5. Finalisasi presentasi

Cek ulang isi konten dan proyeksi mengikuti jaringan baris lalu tes proyeksinya untuk memastikan apakah Anda ingin membuat perubahan lagi sebelum benar-benar dipertunjukkan.

Video Mapping Projection di Indonesia

Proyektor video kami hadir dalam berbagai kecerahan dan resolusi. Berkat akurasi warnanya yang luar biasa, sehingga mampu diproyeksikan ke berbagai permukaan, dari batu bata merah hingga logam mengkilap. Dan desainnya yang kokoh dapat menjadi solusi ideal untuk event di luar ruangan.

Dengan sistem kontrol presentasi yang canggih, memungkinkan perpaduan sempurna antara gambar virtual dengan dunia fisik dengan pencampuran dan pelengkungan gambar tanpa tekanan.

Bebaskan kreativitas Anda dengan visualisasi dan peralatan pemrosesan yang unggul dalam fleksibilitas, karena bagi kami tidak ada pengaturan yang terlalu rumit, dan tidak ada ide yang terlalu ambisius.

Projection Mapping: Media branding powerfull dengan jangkauan yang luas

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *