Pasar Non-Fungible Token (NFT) Indonesia menemukan momentum tiga tahun setelah kemunculannya di jagad internasional. Dipicu oleh fenomena Ghozali Everyday, keberadaan marketplace NFT lokal dan geliat masyarakat melindungi karya seni mereka akan membuat prospek NFT Indonesia lebih cerah. 

Ghozali Everyday merujuk pada Sultan Gustaf AL Ghozali, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Prodi Animasi D-4 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Dia sukses meraup miliaran rupiah setelah setiap hari mengunggah swafoto dirinya lalu menjualnya di marketplace jual beli NFT OpenSea. Kisah suksesnya sangat menginspirasi banyak warga Indonesia melakukan hal yang sama dengan menjual karya seni mereka di marketplace NFT. 

Cara kerja NFT sendiri adalah sertifikat digital yang menjamin keaslian foto, video, teks atau bentuk aset virtual lainnya, yang keasliannya dicatat dalam sistem blockchain di internet. Aset digital yang dijual dalam bentuk NFT ini dapat dipastikan keasliannya, meskipun hasil copy atau tiruannya beredar di dunia maya.  

Pengertian dan Perjalanan Singkat NFT Indonesia

NFT adalah sertifikat digital yang tercatat dalam sistem blockchain di Internet sebagai bukti keabsahan foto, video, teks, atau bentuk aset virtual lainnya. Sertifikat ini menjamin keaslian aset tersebut walau bisa jadi banyak tiruannya di dunia maya. 

NFT pertama kali lahir pada 2019. Bahkan, cikal bakalnya sudah dimulai sejak 2012 melalui hadirnya teknologi Colored Coins dalam ekosistem blockchain, demikian ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia atau Aspakrindo & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawaan Harmanda. 

Fungsi teknologi Colored Coins adalah untuk memvalidasi kepemilikan aset, seperti saham dan surat berharga lainnya. Kemudian, teknologi ini masuk ke ranah seni hingga dipakai dalam NFT. Menurut Pandu Sastrowardoyo, CEO DeBio Network sekaligus co-founder Asosiasi Blockchain Indonesia, 2019 menjadi tahun awal NFT menuai perbincangan bagi pegiat kripto. Dua tahun berikutnya, NFT menjadi semakin populer di level internasional berkat banyaknya warga Indonesia yang aktif mengumpulkan NFT.

Fenomena masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong mencoba peruntungan untuk menjual berbagai foto sebagai NFT kembali terjadi sejak viralnya Ghozali mengumpulkan keuntungan penjualan NFT di OpenSea hingga miliaran rupiah. Namun sayang, karena pemahaman masyarakat yang kurang mengenai NFT, maka foto digital seperti KTP pun turut dijadikan aset NFT dan dijual. Padahal, aktivitas ini dilarang karena memuat data pribadi.

Seiring dengan kepopulerannya, masyarakat Indonesia mulai banyak yang mempelajari NFT di berbagai forum-forum. Sehingga membuka peluang yang lebar untuk perkembangan dan prospek NFT Indonesia. Meski telah dikenal sejak 2012, tetapi popularitas NFT memuncak di Indonesia pada awal tahun 2022 berkat Ghozali.

Bahkan karena hal itulah, muncul istilah “Ghozali Effect”, yang dinilai telah membuka mata publik, bahwa teknologi ini telah dapat diterima oleh semua khalayak. Tetapi karena belum imbangnya pengetahuan masyrakat akan aset digital dengan perkembangan NFT di Indonesia, maka terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat dengan kejadian penyalahgunaan momentum puncak NFT di Indonesia. salah satunya ditunjukkan dengan adanya masyarakat Indonesia yang menjual KTP yang merupakan identitas pribadi, sebagai NFT.

Potret NFT Saat Ini di Indonesia

Marketplace NFT sebenarnya sama dengan pasar pada umumnya. Transaksi dihidupkan oleh tawar-menawar antara pedagang dan pembeli dengan menuruti aturan yang ditetapkan oleh pengelola marketplace tersebut.  

Prospek NFT Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Ekosistem NFT nasional terus berkembang yang ditandai dengan hadirnya berbagai marketplace tanah air. Manfaatnya sangat kentara. 

Bertransaksi di marketplace lokal mencegah larinya aliran dana ke luar negeri. Uang akan berputar dari dan ke masyarakat lokal. Di lain pihak, para kreator akan semakin giat berkarya sebab meyakini semakin banyak pengguna lokal yang berani menghargai karyanya dengan harga sepadan.  

Salah satu marketplace yang cukup ramai adalah TokoMall. Baru beroperasi 2021, TokoMall sudah menaungi 10 ribu kolektor NFT dan 80 mitra resmi. Contoh mitra ternama tersebut adalah I Love Indonesia, Banyan Core, Si Juki, NeverTooLavish, dan lainnya.  

Karya seni jenis digital menjadi yang paling diburu oleh kolektor. Hingga sekarang, karya termahal yang pernah dijual di sini adalah NFT milik Ramya Prajna dengan judul Tutu – “To Life and Conquer” #1. Ramya bisa mengantongi hingga Rp25 juta untuk karyanya ini.  

Harga tersebut masih jauh dari NFT termahal di dunia karya desainer grafis Beeple. Ia berhasil menjual “Everydays: The First 5000 Days” hingga menembus US$69 juta melalui rumah lelang Christie’s pada 2021.

Baca juga: Arti Metaverse, Keunggulan, dan Bagaimana Cara Kerjanya

Peluang NFT ke depannya

Prospek NFT Indonesia akan cerah. Selain bertambahnya minat masyarakat dalam mempelajarinya, NFT juga mendukung Metaverse. Sehingga, publik mempunyai ruang lain untuk menggunakan NFT, yakni untuk bertransaksi berbagai hal di semesta NFT.  

Berbagai perbaikan terlebih dahulu harus diprioritaskan demi menyongsong terwujudnya geliat pasar NFT yang lebih riuh di masa depan. Saat ini, NFT Indonesia masih dalam tahap awal. Kabar baiknya, segi keamanan sudah stabil dengan menggunakan teknologi blockchain yang transparan dan cepat.  

Aspek lain yang perlu ditingkatkan adalah memperluas pemahaman yang benar ke masyarakat. NFT menyangkut hak kekayaan intelektual yang sangat rahasia sehingga harus berhati-hati dalam menawarkan dan memperdagangkannya. Sayangnya, masih ada yang belum memahami ini. Terbukti pernah ada yang mengunggah foto Kartu Tanda Penduduk atau KTP lalu menjualnya sebagai aset digital. Ini bertentangan dengan aturan marketplace NFT yang melarang penjualan aset digital yang memuat data pribadi. Faktor legalitas untuk NFT Indonesia inilah yang wajib diselesaikan agar masyarakat semakin termotivasi berkarya dan saling menghargai satu sama lain.  

Kreator konten wajib menjadikan NFT Indonesia sebagai lahan baru yang menjanjikan. Tidak hanya dari segi bertambahnya ranah menawarkan karya seni mereka tetapi juga bertambahnya ide untuk menghasilkan karya lebih beragam. 

Sebagai contoh, prospek yang menarik adalah NFT gaming, seni, utilitas, dan olahraga. Bagi pegiat dunia musik, NFT dan Metaverse adalah panggung megah untuk menggelar konser virtual. Hal ini sudah dilakukan penyelenggara Jazz Goes to Campus (JGTC) yang bekerjasama dengan SerMorpheus. Dalam acara tersebut, pihak JGTC memakai NFT sebagai tiket masuk konser yang dibeli memakai Rupiah bukan aset kripto.  

Prospek NFT Indonesia

Namun seberapa siapkah Indonesia menyambut tren NFT dan seperti apa ekosistem NFT yang ada di Indonesia? Selain belum banyak pemain yang terlibat di kegiatan ini, faktor keamanan, legalitas hingga aturan yang melindungi investor di Indonesia belum memadai. Sehingga banyak pakar mengatakan jika ekosistem NFT di Indonesia belum mencapai fase kritis untuk menampung perkembangan NFT sebagai aset investasi.

Tetapi peluang yang ada ini disambut antusias oleh banyak pengembang NFT bahwa ekosistem NFT di Indonesia semakin tahun semakin membaik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai marketplace NFT lokal di Indonesia yang telah bermunculan dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Hal itu supaya memudahkan masyarakat Indonesia membeli NFT dari marketplace lokal dan tidak membelinya dari marketplace global. Dengan demikian, fasilitas tersebut nantinya akan memfasilitasi para pengembang NFT untuk memasarkan aset digital buatan mereka.  

Saat ini NFT di Indonesia masih dalam tahap early stage dan akan terus berkembang ke depannya. NFT yang booming di Indonesia dihiasi berbagai jenis mulai dari NFT gaming, Art, Utilities, Sport. Namun ternyata, perkembangan NFT tak hanya berada di marketplace saja. Komunitas NFT di Indonesia menyumbang tren aset digital ini dikenal banyak masyarakat. Mereka membahas NFT melalui wadah saling berbagi pengetahuan, di Telegram dan Discord. Dan siapapun dapat bergabung di sini.

Mengenai keamanan NFT, kini dinilai sudah berjalan aman karena berada di atas teknologi blockchain yang transparan, terdesentralisasi dan cepat. Memang masih banyak yang harus dibenahi seperti pemahaman masyarakat awam Indonesia mengenai hak cipta atau Intellectual Property (IP), sehingga tidak ada lagi kasus-kasus pembajakan karya NFT ataupun penipuan.

Dengan inovasi ini, tentu saja membuka peluang bagi semua seniman dan pembuat konten untuk menjual produk digital mereka. Kedepannya, NFT memiliki potensi yang besar sebagai komoditas jual-beli perdagangan. Ingin menggali potensi dan peluang apa saja yang bisa di dapatkan dari metaverse dan NFT untuk bisnis Anda? hubungi kami di bawah ini sekarang juga! 


Metaverse & NFT, industri senilai triliunan dollar dengan peluang keuntungan tak terbatas

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami