Investasi merupakan pendapatan tambahan atau pasif income. Aset investasi yang dikenal masyarakat saat ini adalah Properti, saham, reksadana, deposito, obligasi ritel, dan lain sebagainya. Saat ini, instrumen investasi bertambah satu yaitu NFT atau kepanjangan dari Non-Fungible Token. NFT adalah aset investasi yang dapat diperjual belikan menggunakan mata uang kripto.

NFT tengah menjadi perbincangan di tengah masyarakat luas. Bukan saja karena keunikannya, tetapi seluk beluk pemberitaan yang mewarnai perjalanan NFT dari mulai viral karena berhasil menjadikan seorang pemuda bernama Ghozali dari Semarang menjadi miliarder, termasuk salah satu yang membuat aset digital ini melompat jauh.

Kemunculan NFT membuat dunia investasi menjadi ramai dan dikenal oleh masyarakat dari semua kalangan. Selama ini dunia investasi hanya didominasi oleh kalangan menengah ke atas saja. Namun berkat viralnya pemberitaan mengenai NFT, masyarakat kelas bawah pun telah melirik instrumen investasi ini.

Pengertian Apa Itu NFT?

NFT adalah kepanjangan dari kata Non-Fungible Token. NFT adalah token atau aset digital yang ditautkan dengan sistem teknologi blockchain dan terhubung dengan kriptografi. NFT merupakan aset digital yang meliputi beberapa bidang karya seni atau barang koleksi, seperti lukisan, foto, desain grafis, lagu, rekaman suara, video, games, dan lain sebagainya. Aset digital ini merupakan sebuah aset yang dapat dibeli secara virtual dengan menggunakan mata uang kripto.

Karena tertaut ke dalam sistem penyimpanan besar blockchain, maka NFT tidak hanya dapat diperjualbelikan tetapi tidak dapat dipertukarkan. NFT cukup unik, karena bukan berupa koin layaknya mata uang kripto. Sehingga, pemilik hanya akan mendapatkan NFT melalui catatan atau sertifikat kepemilikan digital atas aset fisiknya.

Perbedaan NFT dan Kripto

Meskipun NFT dikenal sebagai turunan dari Kripto. Namun, NFT mempunyai perbedaan terutama pada bentuk, tujuan dan penggunaannya dalam dunia digital. Kripto adalah aset digital seperti bitcoin atau uang fisik yang mempunyai nilai tukar yang sama dan dapat dijual-belikan. Contoh, uang Rp 100 ribu, nilai tukarnya akan tetap Rp100 ribu. Sama halnya dengan 1 bitcoin yang punya nilai 1 bitcoin. Dengan demikian, persamaan ini menjadikan aset kripto merupakan alat terpercaya untuk melakukan transaksi di blockchain.

Setiap aset NFT yang dibuat atau diproduksi, maka nilainya akan berbeda-beda dan dilengkapi dengan tanda tangan digital yang tidak dapat ditukar dengan NFT lainnya. NFT sendiri, memiliki data unit yang bekerja seperti sidik jari untuk memudahkan verifikasi atas nama pemiliknya yang bersifat mutlak. Berikut ini terdapat beberapa kegunaan NFT di berbagai sektor, diantaranya:

  1. Sektor industri karya seni
  2. Sektor industri hobi dan hiburan
  3. Sektor bisnis

NFT Ghozali Yang Viral

Jika Anda memperhatikan perkembangan NFT di Indonesia, maka hal ini tidak dapat dilepaskan dari viralnya berita mengenai seorang pemuda asal Semarang Bernama Ghozali yang berhasil menjual NFT foto selfie pribadinya hingga miliaran rupiah. Ghozali mengunggah foto selfienya di marketplace NFT yaitu OpenSea, sebagai produk NFT. Tidak hanya satu, tetapi melalui akun miliknya ini, ia menggugah 932 NFT lainnya yang berupa foto selfienya yang diunggah mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2021.

Ghozali membanderol satu foto selfie NFT miliknya dengan harga terendah yaitu 0,13 Ethereum (ETH) atau sekitar Rp 6 juta hingga 0,7 ETH atau sekitar Rp31 juta. Luar biasa. Bahkan, foto selfienya telah terjual hingga 200 ETH. Jika 1 ETH bernilai Rp46,7 juta, maka Ghozali telah mengumpulkan pundi-pundi kekayaan senilai Rp9,4 miliar hanya dari jualan NFT foto selfie. Oleh karena itu, berkat Ghozali, maka banyak masyarakat di semua kalangan mulai mencoba peruntungan dengan berjualan NFT sebagai alat untuk mendapatkan uang tambahan, supaya kaya mendadak.

Catatan: Nilai di atas berdasarkan harga etherium pada saat Ghozali mengunggah foto selfienya. Nilai untuk 1 etherium saat ini adalah sekitar 23 juta rupiah.

Cara Membuat NFT

1. Menentukan Blockchain Pilihan

Langkah yang pertama dalam membuat NFT yaitu dengan menentukan blockchain. Untuk dapat mengeluarkan NFT setiap blockchain memiliki standar token NFT yang terpisah, wallet service yang kompatibel dan marketplace. Untuk NFT yang pertama, dapat menggunakan Flow by Dapper Labs, Tron, EOS, Polkadot. Tezos, Cosmos dan Wax.

Secara sederhana dapat digambarkan bahwa, jika Anda hendak membuat NFT seperti binance smart chain, maka Anda hanya dapat menjual NFT di platform yang mendukung aset binance smart chain. Hal ini artinya, Anda tidak dapat melakukan penjualan NFT di platform lain seperti VIV3 (pasar blockchain flow). Namun diketahui jika banyak seniman dan publik figur yang menggunakan sistem blockchain Ethereum, karena diklaim paling stabil harganya dan didukung oleh banyak NFT marketplace.

2. Menentukan Platform

Platform yang dimaksud di sini adalah untuk menghubungkan wallet digital milik Anda dan untuk menggugah file atau aset digital pilihan (foto, video, desain grafis, lagu, voice record, dll.) yang telah diubah menjadi NFT. Anda dapat memilih platform yang paling memungkinkan bagi Anda untuk membuat NFT sendiri, karena hingga saat ini belum ada aturan pasti mengenai batasan yang dapat dijadikan token dan untuk diubah menjadi NFT.

3. Memilih Wallet Digital yang Aman

Yang tidak kalah penting selain menentukan blockchain dan menggubungkan platform NFT, Anda harus memiliki dompet kripto. Ini karena, Anda tidak dapat langsung melakukan pembelian aset NFT dengan uang konvensional, melainkan harus mengonversikannya dahulu ke dalam mata uang kripto. Tidak hanya itu, seluruh transaksi kripto Anda hanya dapat keluar masuk dari dompet kripto yang sama. 

Setelah itu, baru Anda dapat mengonversikannya ke dalam mata uang terbaru. Terdapat beberapa jenis dompet kripto atau wallet digital yang dapat Anda gunakan, seperti Math Wallet, AlphaWallet, Trust Wallet, Coinbase Wallet, hingga Metamask. Wallet digital tersebut diklaim memiliki kredibilitas yang tinggi dan mempunyai sistem keamanan ekstra untuk simpanan uang digital Anda. 

4. Menentukan Pasar NFT Terbaik

Langkah terakhir setelah memiliki uang kripto dan juga wallet digital atau dompet digital, maka saatnya bagi Anda untuk memilih market atau pasar NFT terbaik untuk menjual NFT Anda.  Perlu diketahui jika NFT marketplace atau pasar NFT ini merupakan sebuah platform digital yang didirikan khusus untuk wadah penjualan aset digital NFT.

Apabila dideskripsikan, pasar NFT dapat disebut tidak jauh berbeda dengan situs-situs e-commerce konvensional pada umumnya. Yang membedakan hanya pada fokus jualan produknya, yaitu NFT yang akan diperjualbelikan oleh para investor kripto. Para kreator NFT, umumnya akan membuat NFT art, games, dan aset digital untuk dijual di situs-situs NFT marketplace. Nah, berikut ini adalah NFT marketplace yang dapat Anda jadikan referensi untuk menjual produk-produk NFT yang Anda ciptakan, diantaranya:

  1. OpenSea
  2. Rarible
  3. SuperRare
  4. Foundation
  5. Nifty Gateway
  6. Mintable
  7. Makers Place
  8. Stacks Arts
  9. STX NFT
  10. Byzantion
  11. KnownOrigin
  12. AirNFT
  13. TofuNFT
  14. Treasureland
  15. ITAM
  16. Solanart
  17. Solsea
  18. Digital Eyes Market
  19. AtomicMarket
  20. Toko Crypto

Lebih jelasnya, langkah untuk membuat NFT secara teknis adalah sebagai berikut ini:

  1. Membuat dompet digital kripto atau crypto wallet dari Ethereum seperti Trust Wallet dan Dcent Wallet terlebih dahulu.
  2. Memilih marketplace untuk menjual karya NFT.
  3. Membuat akun di marketplace penjualan NFT.
  4. menambahkan file yang akan Anda jadikan NFT dengan ukuran di bawah 100 MB.
  5. Masukkan nama Anda dan informasi lain seperti deskripsi diri Anda.
  6. Kemudian Klik ‘Create’.

Baca juga: 10 Koin Metaverse Terbaik Untuk di Beli dan Penjelasan Lengkapnya

Cara Menjual NFT

Setelah Anda mempunyai aset digital NFT untuk dijual, saatnya Anda mendaftar dan mengupload aset Anda ke dalam akun marketplace NFT. Langkah selanjutnya adalah melakukan beberapa hal penting supaya Anda mendapatkan cuan. Kami sarankan kepada Anda untuk menjualnya di OpenSea sebagai platform dengan komunitas terbesar di dunia. Simak langkah-langkahnya berikut ini ya!

  1. Klik pada gambar profil di kanan atas halaman, lalu klik Profile
  2. Pilih NFT yang ingin dijual.
  3. Klik Sell di pojok kanan atas.
  4. Di halaman listing, atur harga dan tipe penjualan yang kamu inginkan.
  5. Jika kamu ingin menjual dengan harga tetap, kamu bisa memilih Fixed Price. Contoh: Gambar di bawah dijual dengan harga tetap 1 ETH.
  6. Kamu juga bisa jual dengan cara lelang dengan memilih Timed Auction.
  7. Atur berapa lama barang tersebut akan di-listing. Opsi standarnya adalah 1 hari, 3 hari, atau 1 minggu.
  8. Jika ingin jual satu koleksi NFT sekaligus, klik Sell as a bundle.
  9. Kamu juga bisa menjual NFT untuk buyer tertentu dengan menyalakan Reserve for specific buyer, lalu paste address buyer tersebut pada kolom yang disediakan.

Untuk menyelesaikan listing Anda, maka Anda harus menginisialisasi wallet terlebih dahulu.

NFT Termahal di Dunia

Karena telah dikenal sebagai salah satu aset investasi dan bernilai sangat tinggi, maka NFT mulai banyak diperjualbelikan di NFT marketplace di seluruh dunia. Meskipun nilai dari NFT bergantung dari segi seni dan keunikan NFT tersebut, namun tidak menyurutkan niat banyak masyarakat untuk membuat NFT berdasarkan karya mereka yang sederhana seperti foto selfie yang dilakukan oleh Ghozali.

Namun, banyak masyarakat tidak paham jika Ghozali berhasil menjual foto-foto selfienya karena konsistensinya untuk selalu selfie selama lima tahun, sehingga menjadi karya nilai seni yang luar biasa. Dan diketahui tidak semua orang dapat melakukan konsistensi dalam beraktivitas. Sehingga alasan inilah yang menjadikan orang rela untuk membeli produk NFT yang cenderung mahal.

Nah, tahukah Anda jika selain Ghozali, di dunia ini terdapat NFT yang dihargai hingga jutaan dolar atau setara triliunan rupiah? Wah, apa saja itu? Berikut ini adalah NFT termahal yang pernah dibuat manusia yang dikutip dari laman CNBC:

1. NFT The Merge, Terjual 91,8 juta USD atau setara Rp1.31 triliun

The Merge NFT adalah berupa karya seni dan diciptakan oleh seniman digital Pak. Di dunia NFT, Pak telah dikenal sebagai salah satu maestro NFT, karena dirinya mampu menciptakan berbagai karya seni yang ikonik.

2. NFT Everydays: The First 5000 Days, Terjual 69,3 juta USD atau setara Rp991 miliar

NFT Everydays: The First 5000 Days, adalah aset NFT yang berupa kolase gambar milik Mike Winkleman yang dibuat sejak tahun 2007, dan telah selesai pada tahun 2020 lalu. Kolase gambar ini akhirnya dibeli oleh seorang investor-investor cryptocurrency Singapura melalui rumah lelang Christie’s.

3. NFT Human One, Laku Terjual 28,9 juta USD atau Rp426 miliar

Berikutnya adalah NFT Human One yang merupakan karya seni dari Mike Winkleman yang juga menciptakan NFT Everydays. NFT Human One adalah sebuah potret bergerak yang menggambarkan tentang manusia pertama yang lahir di dunia metaverse.

4. NFT CryptoPunk #752m dan #3100

NFT CryptoPunk #752 dan #3100 adalah karya seni berupa avatar digital yang dihasilkan secara unik lewat blockchain Ethereum, oleh dua pengembang asal Kanada juga sekaligus menjalankan usaha pengembang NFT Larva Labs. NFT CryptoPunk #752 laku dijual 11,75 juta USD atau setara Rp168,02 miliar. Sementara itu, seri seri #3100 terjual 7,8 juta USD setara Rp108 miliar. Luar biasa bukan?

Tips supaya NFT Anda Cepat Laku Terjual dengan Harga Tinggi

NFT Adalah

Meskipun karya seni adalah termasuk kategori NFT yang dapat berupa apa saja, Tetapi perlu Anda pahami jika produk NFT adalah suatu karya yang harus mempunyai nilai tertentu. Berikut ini adalah tips supaya NFT Anda dapat cepat laku dan menghasilkan cuan dengan harga tinggi, diantaranya:

1. Harus Bersifat Original

Menjiplak atau meniru karya seni orang lain, hanya akan membuat produk NFT milik Anda mendapatkan cap jelek. Belum lagi, Anda akan terkena pidana karena plagiat atau bahkan sampai mengakui karya orang lain.

Lebih baik jujur dan buatlah produk NFT hasil karya Anda sendiri, meskipun belum dikatakan bagus, namun produk Anda merupakan hasil karya Anda asli. Untuk itu, tingkatkan kreativitas Anda dengan cara memperbanyak imajinasi untuk mendapatkan ide-ide baru dan segar dalam membuat NFT.

2. Mempunyai Ciri Khas

Salah satu dari penilaian supaya karya NFT Anda dapat bernilai tinggi adalah punya ciri khas. Ciri khas diperlukan di dalam karya seni supaya setiap orang yang memanfaatkannya tahu jika ini adalah produk NFT Anda. Sebab, ketika tahu bahwa NFT Anda mempunyai ciri khas, maka akan mudah diketahui dan diingat siapakah penciptanya.

3. Bergabung di Komunitas

Mempunyai produk yang original, dan mempunyai ciri khas saja tidaklah cukup untuk membuat NFT Anda cepat terjual. Oleh karenanya, Anda harus  bergabung di sebuah komunitas NFT supaya mendapatkan update dan informasi tentang jual-beli NFT. Selain itu, manfaatnya adalah, Anda akan mendapatkan pembeli atau investor NFT dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa komunitas NFT yang dapat Anda ikuti :

  • IndoArtNow NFT (Di Aplikasi Discord)
  • Kravi NFT (Di Aplikasi Telegram)
  • IDNFT (Di Aplikasi Discord)
  • Komunitas NFT (Di Aplikasi Instagram)
  • Website Tokocrypto Ecosystem (Server NFT di Channel Discord Tokocrypto)

4. Meningkatkan Personal Branding di Sosial Media

Sebagai pembuat karya seni NFT, tentu Anda harus dikenal banyak orang, supaya NFT milik Anda dilihat dan diincar oleh banyak kolektor seni atau investor lain. Caranya adalah dengan meningkatkan personal branding Anda di media sosial mulai dari Instagram, TikTok, Facebook atau YouTube. Di dalam media sosial tersebut, Anda dapat pula memposting segala kegiatan Anda di dalam membuat produk NFT, atau pada saat sedang membuat karya seni lain yang Anda sukai.

5. Menciptakan Karya dengan Nilai Seni Tinggi

Hingga saat ini, produk NFT masih dianggap sebagai produk biasa saja, meskipun banyak masyarakat terutama investor yang membuktikan bahwa NFT telah menghasilkan untung besar sejak tahun 2014. Namun berbeda halnya dengan masyarakat yang mempunyai jiwa seni yang tinggi. Maka produk NFT dapat menjadi ladang di dalam menghasilkan uang yang menjanjikan. Oleh karena itu, apabila Anda hendak terjun di dunia NFT, maka harus menciptakan suatu produk yang mempunyai nilai seni tinggi. Hal ini supaya karya Anda dapat dihargai dan dinilai oleh seniman NFT lainnya.

Foto Selfie KTP Bisa Dipenjara

Belakangan ini sejak NFT menjadi booming, banyak orang yang tergiur mencoba peruntungan untuk menjual NFT. Namun sayangnya, hal ini harus dinodai dengan perilaku yang salah. Bukannya karya seni yang dijual, melainkan foto selfie dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tentu saja hal ini sangat berbahaya karena KTP merupakan data pribadi yang dapat disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan  seperti penipuan, dan lain-lain.

Bahkan menurut Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa, menjual atau mengunggah foto dokumen kependudukan dan melakukan swafoto, akan diancam hukuman pidana. Hal ini berdasarkan pasal 96 dan Pasal 96A UU Nomor 24 Tahun 2013 mengenai Administrasi kependudukan, maka pelaku akan diancam hukuman kurungan penjara maksimal 10 tahun dan dikenakan denda maksimal Rp1 miliar.

NFT Adalah Investasi Masa Depan

Begitu banyak manfaat dan potensi dari NFT yang dapat dimanfaatkan. Inilah saatnya bisnis Anda mengejar ketertinggalan yang ada sebelumnya dengan kompetitor. Dan mencapai target di masa depan dapat dengan mudah Anda lakukan jika Anda mau memulainya hari ini!

MonsterAR merupakan perusahaan teknologi yang berpengalaman mengambangkan teknologi AR/VR, NFT, Metaverse dan lain sebagainya di Indonesia. Ambil peluang Anda sekarang juga dengan bermitra bersama kami untuk membangun ekosistem IT pilihan di bisnis Anda. Tim kami siap untuk membantu Anda mewujudkan produk AR dan VR paling imajinatif dan kompleks. Hubungi kami untuk konsultasi dan solusi selengkapnya.


Metaverse & NFT, industri senilai triliunan dollar dengan peluang keuntungan tak terbatas

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami