Merebaknya virus COVID-19 menimbulkan pentingnya variasi cara branding produk. Kehadiran Augmented Reality (AR) menjadi kian dibutuhkan sebab perusahaan dituntut untuk lebih bisa memperdalam pengalaman konsumen dan calon konsumen.

Tidak mengherankan bahwa pasar AR secara global diprediksi melesat menjadi US$97,76 miliar pada 2028 dari $6,12 miliar pada 2021.

Tidak berlebihan menyebut pandemi COVID-19 justru menumbuhkan sektor ini sebab banyak orang yang lebih memilih di rumah. Mereka membutuhkan konten digital yang lebih menarik, beragam dan melibatkan mereka secara langsung. AR merupakan salah satu jawaban yang tepat.

Lalu, bagaimana bisnis Anda bisa memanfaatkan AR sebagai cara branding produk atau jasa? Berikut contoh brand global yang telah sukses menggunakan teknologi AR.

10 Cara Branding Produk Brand Global

1. Snap – Kota Pelukis

Platform Snapchat pada Oktober 2020 memperkenalkan “City Painter” atau “Kota Pelukis” di Jalan Carnaby, London, Inggris. Cara branding produk ini memanfaatkan AR yang membantu pengguna secara virtual menyemprot cat di atas toko-toko di jalan itu lalu mendekorasinya dengan mural yang sebelumnya telah dibuat.

Hal yang unik dari “City Painter” ini adalah pengalaman AR yang bisa dinikmati bersama. Yang artinya, perubahan apapun yang dibuat oleh seorang pengguna bisa dilihat oleh pengguna yang lain pada saat itu juga.

Sebenarnya, proyek ini merupakan contoh utama Local Lenses – ambisi Snap untuk menciptakan dunia maya yang bisa dinikmati berbarengan dengan memetakan ikon suatu kota. Dalam video promosinya, Snap menjelaskan bahwa dengan “menggunakan berbagai sumber data, gambar 360 derajat, dan tangkapan dari komunitas—kami bisa membangun perwakilan digital dari bangunan fisik di dunia nyata.”

2. ASOS – ‘See My Fit’

Asos memang bukan kali pertama menciptakan inovasi mobile yang baru. Sebelumnya, perusahaan ini mengintegrasikan pencarian visual ke dalam aplikasi mobile yang sangat praktis digunakan. Hingga 2019, Asos sangat memanfaatkan teknologi AR dengan meluncurkan fitur AR bernama Virtual Catwalk yang dirancang untuk membantu pengguna aplikasi memvisualisasikan 100 produk Asos Design.

Saat pandemi, model dan fotografer dipaksa bekerja dari rumah yang justru membuat Asos menambah kegunaan teknologi ‘See My Fit” yang memakai AR untuk “mencocokkan secara digital” busana ke model pemakainya.

Cara branding produk ini membantu meningkatkan pengalaman konsumen dengan menunjukkan ke mereka bagaimana tampilan produk pada berbagai ukuran dan bentuk badan. Penjualan pun meningkat dalam 18 bulan terakhir dimana pendapatan naik 24% dalam enam bulan hingga akhir Februari 2021.

3. Pull & Bear – video game

Lain halnya dengan clothing brand ternama dunia yang juga populer di Indonesia, Pull & Bear. Inditex, selaku peritel brand ini, telah meluncurkan “Pacific Game” – sebuah game AR yang dibuat bersama dengan Creative Shop milik Facebook. Cara branding produk ini memanfaatkan game tersebut dimana pengguna bisa menikmati tur virtual dari California ke Tokyo sembari menggerakkan kepala mereka untuk menghindari halangan dan mengumpulkan poin.

Pull & Bear menargetkan game ini kepada Generasi Z dimana 90 persen dari mereka adalah gamers. Ini merupakan cara seru untuk merangkul calon konsumen dari generasi ini. Game ini bisa dimainkan di platform media sosial, sepert Facebook dan Instagram, dan website perusahaan ini sendiri.

4. Burberry – Olympia Pop Up di Harrods

Brand retail berlomba-lomba merangkul kembali konsumen ke toko fisik paska pandemi. Salah satunya adalah Burberry, brand fashion mewah, yang telah memperkenalkan pengalaman pop-up via AR di kawasan Harrods, London. Ini bertepatan dengan peluncuran produk tas terbaru, Olympia.

Dengan menggunakan kode QR di dalam toko, konsumen dapat melihat patung Elphis berjalan di sekitar mereka sekaligus mengambil foto atau video untuk dibagikan ke teman. Pengalaman seperti ini bukanlah hal yang baru tetapi AR menjadi pengalaman baru bagi brand ini dan konsumen akibat pandemi COVID-19.

5. Adidas – more virtual sneakers

Adopsi teknologi uji coba AR telah meningkat secara besar-besaran sebagai akibat dari Covid-19, tetapi Adidas adalah salah satu merek pertama yang memperkenalkannya – hanya beberapa bulan sebelum pandemi melanda.

Pada November 2019, Adidas menambahkan fitur tersebut ke aplikasi iOS-nya, membantu pembeli memutuskan pembelian tanpa harus memasuki toko – sesuatu yang akan segera menjadi tak terhindarkan bagi semua konsumen pada saat itu. Dibuat dalam kemitraan dengan platform visi komputer, Vyking, aplikasi AR melacak gerakan kaki, memungkinkan pengguna untuk melihat bagaimana sepatu kets terlihat di kaki mereka secara real-time, dengan atau tanpa sepatu.

Baca juga: Augmented Reality Branding Tingkatkan ROI dan Omzet Bisnis Anda

6. IKEA Aplikasi Studio

IKEA, brand perabotan asal Swedia, tidak mau ketinggalan menyegarkan cara branding produk mereka melalui AR. Laboratorium desain IKEA, Space10, belum lama ini merenovasi tawaran AR miliknya untuk menciptakan pengalaman yang lebih fungsional dan imersif.

Sebelumnya, aplikasi IKEA Place membuat pengguna menempatkan perabotan virtual dalam suatu ruangan. Sekarang, dengan memakai sensor LiDAR dalam iPhone, aplikasi Ikea Studio terbaru memungkinkan pemakainya menangkap seluruh rencana ruangan 3D dan merancangnya ulang, menggabungkan apa saja dari jendela hingga warna dinding dan karpet.

7. Gucci –sneakers virtual

Selain sebagai cara branding produk, teknologi AR membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik dengan informasi produk yang lebih lengkap. Gucci merupakan salah satu brand mewah yang melakukannya dengan menambahkan fitur AR ke dalam aplikasinya agar pengguna bisa “mencoba” sneakers. Ini contoh penerapan yang sangat baik dimana konsumen bisa mengetahui representasi virtual bagaimana tampilan suatu produk dalam kehidupan nyata. Teknologi ini secara teori dapat mengurangi pengembalian barang dan menambah kepuasan konsumen.

Paling gres, Gucci merilis sepasang sneakers virtual yang dirancang hanya untuk dijajal dan dibagikan secara online. Trainers digital ini dibuat dengan menggandeng Wanna, platform fashion AR. Harganya via aplikasi Gucci adalah US$17,99.

8. Wayfair – ‘View in Room’

Wayfair, perusahaan perabotan dan dekorasi global, ikut berinvestasi pada teknologi AR. Pada September 2020, Wayfair mengumumkan rilis versi yang lebih baik dari aplikasi ‘View in Room” yang menggunakan teknologi LiDAR guna memadukan “utilitas yang lebih tinggi dan kepuasan lebih baik saat berbelanja produk untuk rumah mereka.”

Selain LiDAR, Wayfair telah menambahkan RealityKit untuk memberikan visual yang lebih nyata dan asli, misalnya membuat pemakai bisa melihat produk dengan pencahayaan akurat secara real-time. Bahkan, versi terbaru ini memungkinkan pemakai menumpuk produk dan berdiri di depan produk seperti di dunia nyata sehingga menciptakan pengalaman yang personal.

9. Machine A – toko berkonsep virtual

Machine-A adalah toko konsep yang berbasis di London, Inggris. Toko ini biasanya didedikasikan untuk menampilkan rancangan fashion kontemporer. Saat London Fashion Week 2021 dibatalkan atau dibatasi menjadi pertunjukan digital, Machine-A muncul dengan konsep agar sebanyak orang bisa melihat karya perancang busana yang baru muncul.  

Ide tersebut berupa butik virtual. Dengan memindai kode QR di poster dan baliho di sekitar London, pengguna mobile bisa “memasuki” butik virtual dan menjelajahi koleksi desainer.

Matthew Drinkwater, kepala Agen Inovasi Fashion, berkata kepada Vogue Business AR dalam konteks ini membantu membangun “hubungan yang jauh lebih  dekat antara konsumen dan brand ketika sangat sulit untuk menumbuhkannya.”

10. Sephora – Seniman Virtual

Cara branding produk terakhir melalui AR adalah Sephora, peritel kosmetik terkemuka. Brand ini meluncurkan alat “Virtual Artist” atau “Seniman Virtual” yang telah tersedia di aplikasinya sejak 2016.

Sephora menggunakan AR untuk membantu konsumen melihat bagaimana produk tertentu, seperti lipstick atau eyeshadow, tampak di wajah mereka. Untuk bisa membantu hal tersebut, teknologi Modiface memindai bibir dan mata sebelum memberikan lapisan atas berupa warna bibir, eyeshadow yang berbeda, bulu mata palsu, dan sebagainya. Menarik bukan?

Itulah beragam cara branding produk sesuai dengan jenis bisnis dan kegunaannya pada waktu tertentu atau bahkan jangka panjang. Selamat menyaring mana yang bisa menginspirasi bisnis Anda saat ini.


Jasa branding produk lebih powerful dan efektif melalui teknologi AR dan VR

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami