Apa itu uang kripto? Mungkin masih banyak yang penasaran bagaimana definisi dan mengapa kripto begitu populer saat ini. Pemberitaan pun marak lebih menyoroti keuntungan secara material sehingga banyak yang tergiur.

Di lain sisi, banyak yang rugi besar-besaran karena pemahaman yang kurang tepat tentang kripto. Bekal ilmu yang cukup dan berimbang harus dikantongi agar siapapun bisa berinvestasi pada uang kripto secara tepat sehingga mendulang keuntungan.

Pengertian dan Sejarah Uang Kripto

Jawaban atas apa itu uang kripto akan kami jabarkan mengenai definisi uang kripto. Uang kripto berasal dari kata cryptocurrency. Kata ini terdiri dari dua bagian, cryptography yang berarti kode rahasia, dan currency yang artinya mata uang. Secara keseluruhan, uang kripto berarti mata uang virtual dengan kode rahasia sebagai pelindungnya.

Kode rahasia ini sangat penting untuk melindungi keamanan uang kripto. Mengambil informasi dari Investopedia, kriptografi menjadi sistem untuk melindungi cryptocurrency. Kriptografi mengandung kode rumit dan susah diuraikan demi melindungi informasi dan saluran komunikasi dalam cryptocurrency.

Sejarah uang kripto bermula pada era Perang Dunia II antara 1939 dan 1945. Pasukan Jerman memulai inisiasi penggunaan kriptografi untuk mengirimkan kode rahasia agar tidak bisa dipahami oleh pihak Sekutu. Berkat kompleksitas dan keamanan level tinggi kriptografi, mata uang kripto sangat sulit untuk bisa dimanipulasi dan dipalsukan. Pencatatan cryptocurrency terpusat dalam sistem bernama blockchain.

Bagaimana Uang Kripto Bekerja

Setelah mengetahui apa itu uang kripto, metode kerja kripo juga tidak kalah pentingnya. Ciri khas pertama, uang kripto tidak dikendalikan oleh pihak berwenang mana pun. Ini tidak seperti mata uang pada umumnya, misalnya dolar AS atau Euro, yang diatur oleh bank sentral. Pengaturan uang kripto dilakukan oleh penggunanya melalui Internet.

Sifat lain yang melandasi metode kerja uang kripto adalah digital, terenkripsi, dan desentralisasi. Menurut Satoshi Nakamoto dalam tulisannya Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer to Peer, uang kripto menggunakan bukti kriptografi sebagai pusat transaksi sehingga tidak sekadar modal kepercayaan.

Tipe Uang Kripto

Hingga saat ini, setidaknya terdapat 10 ribu jenis mata uang kripto yang aktif diperdagangkan. Bitcoin merupakan mata uang kripto yang pertama. Untuk Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Jangka Panjang atau Bappebti hanya mengakui 229 aset kripto.

Di bawah ini jenis mata uang kripto yang paling dikenal publik atau yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar dalam dolar AS:

  1. Bitcoin
  2. Ethereum
  3. Binance coin
  4. Cardano
  5. Dogecoin
  6. Litecoin

Untuk menggunakan mata uang kripto yang tepat, pelajari terlebih dahulu sifat dari setiap mata uang kriptonya. Sebagai  mata yang pertama, Bitcoin ternyata juga mempunyai kapitalisasi atau valuasi pasar terbesar di dunia dengan US$671,78 miliar.

Baca juga: Arti Metaverse, Dan Apa Saja Sih Yang Ditawarkan Di Dalamnya?

Posisi kedua adalah Ethereum, yang sebenarnya merupakan perangkat lunak berbasis jaringan blockchain yang bisa diakses bebas atau open source dengan aset kripto bernama ether. Sebagaimana ditulis oleh CNN, ethereum dimaksudkan untuk memperluas pemakaian blockchain di luar Bitcoin sehingga masyarakat bisa memilih aplikasi yang lebih beragam. Ethereum kripto berbeda dengan Bitcoin dalam hal jumlahnya. Pasokan Bitcoin dibatasi sedangkan ethereum kripto tidak ada batasannya. Harga ethereum sendiri kini di sekitar US$2.200 per kepingnya.

Pengaturan Uang Kripto di Indonesia

Sejalan dengan popularitasnya di dunia, uang kripto juga mulai banyak peminat di Indonesia. Pada akhir Mei 2021, Kementerian Perdagangan mencatat 6,5 juta orang menjadi investor uang kripto. Angka tersebut bertambah 50% dari empat juta orang pada 2020. Peraturan mata uang kripto menjadi ranah kewenangan Bappebti pada Kementerian Perdagangan. Sehingga untuk bisa memahami apa itu uang kripto, pelajari juga bagaimana pengaturannya di Tanah Air.

Kelebihan dan Kekurangan Kang Kripto

Mempelajari apa itu uang kripto tidak bisa terlepas dari bagian kelebihan dan kekurangannya. Iming-iming pengembalian investasi yang menggiurkan dari uang kripto sebanding dengan risiko yang harus ditanggung jika berjalan sesuai harapan.

Ini disebabkan uang kripto sangat berisiko tinggi. Sebagai investor, Anda harus mengetahui strategi yang jitu untuk menambah keuntungan dan menurunkan risikonya. Kurang tepat jika hanya berfokus pada memaksimalkan keuntungan saja.

Uang kripto tidak berwujud secara fisik. Ia hanyalah pertemuan penawaran dan permintaan yang dibentuk oleh pasar. Atas dari sifat tersebut, berikut risiko yang harus diketahui:

1. Fluktuasi tinggi

Disebut demikian sebab uang kripto dapat naik dan turun secara signifikan dalam waktu singkat. Itulah sebabnya nilai bisa sangat naik dan bisa turun sekali. Sifat investasi mata uang kripto adalah high risk high return seperti halnya berinvestasi pada saham.

2. Berisiko Terkena Kejahatan Dunia Maya

Lantaran sangat mengandalkan teknologi, berinvestasi pada uang kripto membutuhkan pengamanan tingkat tinggi. Jika sampai diretas maka uang kripto yang bernilai tinggi bisa lenyap seketika.

3. Kurang Pengaturan dan Pengawasan

Di Indonesia, aturan tentang mata uang kripto masih belum dikenal secara luas. Walau sudah diakui legalitasnya, nasabah tetap harus waspada sebab terdapat aturan yang bisa melahirkan risiko baru.

Itulah definisi apa itu uang kripto, cara perdagangannya serta kelebihan dan kekurangannya di Indonesia. Tertarik berinvestasi pada mata uang kripto?


Metaverse & NFT, industri senilai triliunan dollar dengan peluang keuntungan tak terbatas

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami