Mungkin sebagian dari kita pernah membayangkan sebuah teknologi virtual reality keren yang dapat membuat kita merasakan sentuhan hingga tebasan pedang yang dialami oleh tokoh yang kita mainkan dalam game, bukan sekedar melihat saja. Atau teknologi yang bisa melacak aktifitas otak, bukan hanya gerakan kepala dan mata. Tidak lama lagi kita bisa merasakan keagungan teknologi virtual reality keren tersebut, karena pada ajang CES 2018 terlihat penampakan kedua teknologi di atas yang membuat semua pengunjung terpukau. Bahkan HTC juga ikut pamerkan VR gear terbaru miliknya. Penasaran? Simak ulasan kami berikut.

1. Tesla Suit Akan Membawa Pengalaman Game Virtual Reality ke Tingkat yang Lebih Tinggi

Gaming adalah satu media di mana pengalaman virtual reality benar-benar dapat dimaksimalkan dan memberikan lingkungan yang sangat imersif, dan Teslasuit membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. Berupa full-body haptic environment dengan 46 titik haptik yang dapat memberikan feedback berbeda kepada pemakainya, termasuk simulasi bobot, kontrol iklim, dan personalisasi dalam bentuk avatar.

Tesla Suit juga mendukung TENS (Transcutaneous Electrical Neural, atau Nerve, Stimulation) dan EMS (Electric Muscle Stimulation) serta 14 motion capture sensors yang mampu memberikan feedback untuk perangkat lunak game. Ini berarti bahwa fitur yang sebelumnya hanya dapat kita akses melalui pengontrol sekarang sudah termasuk dalam tesla suit. Bagi kamu yang benar-benar ingin merasakan pengalaman seperti dalam SAO, Log Horizon dan sebagainya, tesla suit ini merupakan perangkat yang wajib dimiliki.

2. Teknologi Virtul Reality Keren Dengan Sensor Pelacakan Mata dan Otak dari Looxid

Teknologi virtual reality keren ini adalah adalah headset VR pertama dari LooxidVR yang menyajikan antarmuka untuk mata dan otak.

Dua sensor pelacakan optik dan enam sensor untuk melacak gelombang otak memungkinkan untuk memberikan informasi tentang ke arah mana pengguna melihat dan bagaimana otak mereka diaktifkan saat tenggelam dalam VR. Jenis penelitian analitis ini akan memungkinkan banyak industri yang tertarik pada virtual reality untuk secara efektif menangkap reaksi pengguna dan meningkatkan serta mengembangkan lebih lanjut penawaran VR mereka di masa depan.

Saat pengguna menjelajahi lingkungan VR, headset melacak aktivitas mata dan otaknya. Ini akan dapat memberi tahunya apa yang perhatikan dan mengenali emosi dan reaksi terhadap apa yang dilihat.

3. Wireless VR Gear Vive Pro dari HTC

Sudah hampir dua tahun sejak HTC Vive dan Oculus Rift membuat debut ritel resmi mereka. The Vive Pro adalah hasil upgrade dari Vive original, dengan headset yang memberikan peningkatan 78% dalam jumlah piksel, juga dengan resolusi tinggi 2.880 x 1.600. ini jelas akan mengurangi efek “screen door” yang disebabkan oleh layar dengan resolusi rendah. Ini sudah termasuk dengan built-in headphone dengan amplifier khusus, dual mic, dan tali telah didesain ulang untuk membuat headset lebih nyaman bagi orang-orang yang mengenakan kacamata. Vive bahkan menambahkan front-facing kamera sehingga pengembang dapat lebih mengintegrasikan fitur AR.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipertimbangkan Dalam Memilih Headset VR Supaya Tidak Menyesal

Tidak hanya itu, Vive menambahkan adaptor wireless baru yang bekerja di atas standar WiGig 60GHz Intel dan kompatibel dengan Vive original, yang dapat membuat pengalaman virtual reality wireless menjadi mungkin. Tidak ada lagi tersandung kabel, pokoknya bebas untuk merasakan pengalaman virtual reality yang sesungguhnya.