Mengenal Metode Pendidikan Terbaik Untuk Memaksimalkan Potensi Belajar Generasi Z

Genrasi Z, merupakan generasi yang muncul setelah  generasi milenial, yaitu generasi yang dapat menyerap informasi dengan cepat dan mudah berkat kecanggihan teknologi. Generasi Z merupakan kelompok yang paling beragam dalam sejarah modern, yang tumbuh di era smartphone dan media sosial. Merupakan kelompok siswa yang lebih memilih nilai dan relevansi, dimana mereka lebih memilih layanan sekolah dibanding fasilitasnya, dan merupakan pengguna Instagram dan YouTube yang hampir konstan. Untuk bersaing memperebutkan muri dan memenuhi harapan yang lebih besar untuk keberhasilan siswa, sekolah dan instansi pendidikan lainnya tentu harus bisa beradaptasi untuk bisa memenuhi kebutuhan generasi tersebut.

Instansi pendidikan harus memikirkan kembali strategi dan prioritas untuk memenuhi kebutuhan siswa saat ini. The Chronicle baru-baru ini merilis laporan khusus, “Siswa Generasi Baru: Bagaimana Perguruan Tinggi Dapat Merekrut, Mengajar, dan Melayani pendidikan generasi Z,” yang menjabarkan tentang tren demografi, survei, observasi garis depan, dan susunan buku dan pakar yang terus bertambah untuk memeriksa pola pikir dan motivasi dari generasi Z dan menggambarkan cara bagaimana perguruan tinggi dapat melayani mereka. Dalam laporan tersebut, terdapat beberapa perubahan pengajaran yang akan sesuai dengan generasi terbaru ini.

“Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak remaja saat ini sejak mereka masih balita. Tetapi ketika mereka datang ke kampus, mereka mencari campuran antara pembelajaran virtual dan tatap muka,” kata Vickie S. Cook, seorang profesor dan direktur eksekutif dari Pusat Pembelajaran Online, Penelitian, dan Layanan di Universitas Illinois di Springfield. Itu membutuhkan pendekatan baru untuk pembelajaran sinkron (pada waktu yang ditentukan) dan pembelajaran asinkron (dengan kecepatan Anda sendiri). “Generasi ini tidak membedakan keduanya,” kata Cook. Berikut adalah beberapa kiatnya untuk mengembangkan pengalaman yang efektif untuk pendidikan Generasi Z.

Biarkan siswa mengerjakan tugasnya dengan caranya sendiri

belajar dari game

Jelaskan tujuan pembelajaran, kemudian biarkan siswa menentukan cara menyelesaikannya menggunakan teknologi. Dorong mereka untuk mempelajari atau menciptakan pembelajarannya melalui YouTube, podcast, blog, atau bahkan video game, tergantung dengan media manakah yang paling diminati oleh siswa tersebut.

Ciptakan lingkungan yang imersif untuk pendidikan generasi Z

belajar imersif

Ambil contoh dari sekolah kedokteran di Case Western Reserve University, University of Nebraska, dan tempat lainnya yang menggunakan virtual dan augmented reality sebagai media siswa untuk berinteraksi dengan pasien sebelum mereka memasuki lingkungan rumah sakit yang sesungguhnya. Dalam disiplin lain, teknologi semacam ini dapat memungkinkan siswa untuk menerapkan konsep saat mereka mempelajarinya dan menunjukkan relevansi materi.

Baca juga: Kacamata Pintar Tutor Kognitif, Memberikan Guru Kemampuan Super

Membangun ruang belajar yang fleksibel

ruang belajar flexible

Ruang belajar dan ruang lain di kampus yang mendorong kerja kelompok harus dikonfigurasikan dengan dinding dan perabotan yang bisa digerakkan untuk beradaptasi dengan penggunaan independen. Dan mencari dinding-dinding ruang yang kurang dimanfaatkan di lorong-lorong untuk ditambahkan alas untuk menulis, seperti yang dilakukan di Universitas Southern California di sebuah gedung baru untuk sekolah komunikasi dan jurnalismenya.

Memang penting, bagi sekolah dan universitas untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan anak-anak di zaman milenial ini. Selain menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa, tentu ini juga akan memaksimalkan potensi belajar dan pendidikan generasi Z.

By |2018-12-12T17:06:21+00:00November 13th, 2018|Articles, Augmented Reality|
%d bloggers like this: