Teknologi Augmented Reality (AR) terus berkembang dan berkontribusi dalam industri dengan sektor unggulan termasuk dalam sosial media, game, dan belanja. Industri lain sebenarnya bisa dijalankan dengan AR, salah satunya pemasaran AR. Pemasaran produk dengan teknologi AR menggunakan lensa AR bersponsor yang memungkinkan konsumen memvisualisasikan produk di lingkungan nyata pengguna secara virtual. Begini cara augmented reality dalam tingkatkan penjualan.

Pemasaran dan branding sendiri merupakan salah satu subsektor AR yang paling menguntungkan. Nilainya diperkirakan mencapai 1,41 miliar dollar AS pada tahun lalu dan akan mencapai 8,02 miliar dollar AS pada tahun 2024. Angka-angka ini berdasarkan pada jumlah uang yang dihabiskan untuk pemasaran AR yang disponsori dengan distribusi berbayar di media sosial, seperti Facebook dan Snapchat.

Pemasaran produk dengan teknologi AR ini mendorong pembelian konsumen yang dapat diukur melalui visualisasi produk AR. Ini biasanya melibatkan penggunaan AR yang diintegrasikan ke dalam proses belanja dan transaksi.

Salah satu perusahaan yang menggunakan AR untuk pemasarannya ini adalah CB2, dengan tujuan untuk membantu pelanggan memvisualisasikan furnitur melalui AR di smartphone masing-masing. Pemasaran dengan AR ini bahkan ditambahkan ke situs web seluler milik CB2.

Fitur tersebut dimulai dengan lini furnitur GQ yang terinspirasi dari pakaian pria CB2. Pengguna dapat memvisualisasikan furnitur di ruang mereka melalui AR yang melibatkan model 3D setiap itemnya dengan ukuran cukup besar. Ukuran tersebut sebenarnya menjadi tantangan untuk pemasaran AR berbasis furnitur, terutama untuk katalog produk besar.

Baca juga: Pemasaran Produk Melalui AR, Selamatkan Bisnis Anda di Masa Pandemi

Tapi CB2 termotivasi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Data awal menunjukkan bahwa produk yang divisualisasikan melalui fitur AR mengalami peningkatan konversi rata-rata sebesar 7%, pendapatan per kunjungan menjadi 21% lebih besar, dan nilai pesanan menjadi rata-rata 13% lebih besar.

Terkait dengan berbagai peningkatan di atas, sebagian karena AR memiliki kemampuan untuk menghasilkan pembelian konsumen yang lebih tepat. Namun ada beberapa taktik lain yang diterapkan dalam menggunakan pemasaran AR.

CB2 memilih web AR sebagai wadah, karena kebutuhan AR untuk pengalaman yang cepat dan dinamis selaras dengan akses web seluler yang sangat mudah. Selain itu, CB2 juga melakukan riset dengan data yang menunjukan bahwa web AR lebih selaras dengan para konsumennya.

Peluncuran dan pengujian AR dengan lini produk GQ juga didasari oleh data lainnya. Penelitian CB2 menunjukkan bahwa biasanya pria kurang memahami desain interior atau perencanaan ruang. Dengan kata lain, kedua hal tersebut adalah pasar yang cocok untuk visualisasi AR.

Dalam penerapan augmented reality untuk tingkatkan penjualan, tentu dibutuhkan ketekunan, terutama dalam mengatasi berbagai tantangannya. Tertarik mencoba?


Promosi produk lebih powerful dan efektif melalui Augmented Reality

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami