Augmented Reality (AR) yang mulai cukup berkembang pesat di era ini menjadi fenomena luar biasa yang dapat memberikan dampak positif bagi berbagai segmen. Salah satunya adalah bidang pendidikan, ada banyak sekali manfaat AR di bidang pendidikan yang perlu kamu ketahui. Vickie S. Cook, seorang professor dan direktur eksekutif dari pusat pembelajaran online, penelitian dan layanan di Universitas Illinois di Springfield berkata “Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari – hari banyak remaja saat ini sejak masih balita. Tetapi ketika mereka datang ke kampus atau sekolah, mereka mencari campuran antara pembelajaran virtual dan tatap muka”

Generasi Z adalah generasi yang lahir setelah generasi milenial yang lekat dengan teknologi. Mereka cenderung lebih cepat menangkap informasi melalui kecanggihan teknologi di media sosial dan smartphone.

belajar imersif

Pentingnya bagi sebuah Instansi Pendidikan untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan anak – anak generasi Z ini akan memaksimalkan potensi belajar dan kualitas pendidikannya. Yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan para generasi z adalah mereka mempunyai caranya sendiri dalam mengeksplor diri, pihak instansi pendidikan cukup menyediakan lingkungan yang imersif untuk mendukung cara belajar mereka.

Augmented Reality memiliki kemampuan untuk menarik penggunanya ke dunia yang baru, tetapi juga memiliki kapasitas meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuka potensi pembelajaran yang lebih maksimal. Dengan melibatkan beberapa indera, AR menjadi salah satu teknologi yang sesuai untuk pendidikan. Seperti membantu metode pengajaran Bahasa kepada anak – anak prasekolah. Dengan menunjukan model dan teks virtual yang interaktif, siswa dapat mengendalikan pembelajaran Bahasa lebih menarik.

Bersamaan dengan augmented reality, virtual reality juga memiliki peranan yang sangat luar biasa bagi perkembangan pendidikan. Bisa dilihat dari banyaknya instansi pendidikan yang mulai menggunakan metode game dengan teknologi VR untuk simulasi pelatihan. Misalkan game simulasi operasi yang membantu para calon ahli bedah dalam uji coba operasi.

Baca juga: Ternyata, Teknologi VR Juga Dapat Digunakan Untuk Melatih Soft Skill Lho

Beberapa tenaga pendidik meyakini bahwa penerapan elemen permainan dan realitas virtual mendalam dapat menjadikan proses belajar sebagai pengalaman yang lebih berkesan. David Kaufman, seorang professor di fakultas pendidikan di Universitas Simon Fraser telah menghabiskan hampir dua dekade meneliti bagaimana pengaruh game dan teknologi terhadap pendidikan. Menurutnya game memiliki potensi besar dalam pengajaran.

Dr. Kaufman mengatakan bahwa penerapan edukasi game VR dan AR di bidang pendidikan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dengan subjek pelajaran. Game membuat pembelajaran lebih berkesan daripada mendengarkan pelajaran dengan cara pasif. “ketika Anda belajar dengan cara yang menyenangkan, Anda akan jauh lebih memahaminya” kata Kaufman. Dia pun menambahkan “Ingatan akan pengalaman itu menjadi semakin kuat”.

Meskipun demikian, ia percaya penggunaan game dalam dunia pendidikan seharusnya bukan hal yang mutlak. Beberapa sekolah di seluruh dunia sudah mulai memasukkan VR dalam kurikulum pembelajaran mereka. Departemen Pendidikan di Nova Scotia mengumumkan bahwa mereka akan membeli lebih dari 500 pasang headset VR untuk mendukung sistem pembelajaran yang berbasis teknologi. Mereka memiliki program percontohan yang bekerja sama dengan Dewan Film Nasional Kanada untuk menggabungkan Virtual Reality dan Augmented Reality untuk membimbing para siswa melalui eksplorasi laut. Program ini telah tersebar di 17 sekolah dan direncanakan sebagai bagian dari kurikulum mereka. Penggunaan VR dan AR di bidang pendidikan juga memungkinkan siswa untuk mencari solusi pada masalah dengan cara mereka sendiri. Serta membangun pengetahuan dari pengalaman mereka dan terbukti cara ini mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa yang berprestasi cukup rendah.


Tingkatkan taraf pendidikan di Indonesia dengan teknologi Augmented Reality

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

Mulai Konsultasi

Kita semua tahu bahwa kita lebih mengingat apa yang kita lihat daripada apa yang kita dengarkan. Augmented Reality kini telah membuktikannya. Dengan aplikasi AR, tampilan 3D membantu siswa untuk memahami dengan lebih baik. Tetap saja, ada pendidik yang percaya bahwa teknologi merusak generasi kita. Penggunaan smartphone pada anak – anak pastinya tidak dapat dihentikan sepenuhnya namun bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Inilah 5 Alasan Kenapa Aplikasi AR ‘Wajib’ Bagi Generasi Saat Ini

1. Menjelaskan Konsep Kompleks Dan Abstrak Yang Lebih Baik

Tidak diragukan lagi bahwa siswa akan memahami konsep dengan lebih baik ketika mereka akan memvisualisasikannya dalam kenyataan. Khusus untuk topik yang sulit, siswa akan dapat belajar dengan cepat dengan representasi model 3 dimensi.

2. Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Pembelajaran AR memberikan pendekatan gamification menuju pembelajaran, yang membuat pelajaran menyenangkan. Sebagai hasilnya, ini memberikan dampak positif pada siswa dan membuat mereka tetap terlibat.

3. Tidak Perlu Alat Tambahan

Saat ini, 95% remaja memiliki smartphone. Ini dapat digunakan untuk hasil yang konstruktif juga. Orang tua dan guru tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli alat untuk pembelajaran dan pengajaran interaktif.

4. Pengetahuan Praktis

Siswa dapat melakukan praktik tanpa memerlukan peralatan laboratorium secara fisik. Ini sangat membantu untuk kursus profesional seperti kedokteran dan teknik. Siswa tidak harus mengoperasi pasien secara langsung dan masih dapat mempelajari prosesnya.

5. Mudah di Akses Kapanpun dan Dimanapun

Dengan aplikasi AR, pengguna dapat belajar kapan saja dan di mana saja dari smartphone mereka. Ini adalah cara terbaik untuk mengganti buku kertas, poster, model fisik besar dll.

Jadi sebagai generasi yang melek teknologi, tidak ada salahnya untuk tetap mengembangkan teknologi AR untuk berbagai bidang khususnya dalam pendidikan. Ada banyak manfaat AR di bidang pendidikan yang terus kita kembangkan.