Dengan memanfaatkan teknologi AR dalam pelatihan strategi perang, angkatan laut AS dapat mendeteksi gelombang RF dengan lebih mudah dan tanpa harus mengalihkan perhatian dari medan perang.

Augmented Reality memang memiliki dampak yang besar dalam membantu manusia di berbagai bidang. Itu bisa terjadi karena perkembangan dari teknologi Augmented Reality yang semakin pesat. Hingga saat ini, teknologi AR sudah sering sekali dimanfaatkan untuk pelatihan militer, sehingga kini telah banyak fungsi dan manfaat teknologi AR dalam pelatihan militer.

Salah satunya adalah militer AS, yang menggunakan teknologi AR untuk pelatihan strategi perang. Angkatan laut AS menggunakan AR hands-free untuk mendeteksi gelombang RF selama pertempuran. Mereka memiliki alasan yang kuat dalam menggunakan Augmented Reality dalam latihan militer mereka.

ar pelatihan strategi perang

Image Source : mitre

Saat berada di medan perang, tentara sering dilengkapi dengan berbagai perangkat komunikasi dan GPS, yang masing-masing memancarkan gelombang frekuensi radionya masing-masing. Baik itu ponsel, suar SOS, radio genggam, atau Wi-Fi, gelombang RF ini dapat dilacak kembali ke sumbernya.

Akibatnya, banyak tentara yang terlibat dalam medan perang aktif akan sering memotong transmisi mereka dan beralih ke “silent radio,” agar tidak terdeteksi oleh perangkat pendeteksi emisi frekuensi yang digunakan oleh musuh.

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi VR Untuk Pelatihan Pemadam Kebakaran

Untuk memastikan setiap perangkat transmisi mereka aman, para prajurit kini menggunakan tablet dengan berat 4.5 kg yang dilengkapi dengan radio genggam untuk memindai dan mengidentifikasi frekuensi mereka sendiri.

Meskipun sistem ini secara teknis portabel, hal itu tetap saja akan menambah bobot tambahan bagi prajurit karena sudah dibebani dengan banyak peralatan. Hal ini juga memaksa operator untuk mengalihkan pandangan dari medan perang untuk memindai, di mana ini merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan di medan perang karena akan mengurangi fokus terhadap medan di sekitar. 

Sebagai hasilnya, tim Naval Information Warfare Center (NIWC) Atlantic telah mulai bereksperimen dengan sistem deteksi transmisi prototipe yang menggunakan visual AR yang diproyeksikan di lingkungan dunia nyata untuk menyediakan metode hands-free yang akurat untuk mengidentifikasi gelombang RF mereka sendiri.

Image Source : uggedmobilityforbusiness

Hal ini disebut sebagai ‘Spectrum Hunter,’ yaitu sebuah sistem yang akan memandu pengguna ke sumber RF yang terdeteksi dengan menggunakan tampilan AR.

Operator dapat menavigasi melalui berbagai informasi mengenai gelombang RF yang terdeteksi menggunakan kombinasi teknologi pengenalan suara dan gerakan tangan, yang memungkinkan mereka untuk mencari dan menonaktifkan transmisi apa pun untuk sementara pada saat yang sama ketika mengalami suatu kondisi yang berbahaya. 

Di masa depan, Angkatan Laut berharap untuk memperluas penggunaan AR saat pelatihan strategi perang sebagai alat deteksi gelombang RF dan teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang RF musuh.


Teknologi AR meningkatkan produktifitas, menjadikan proses pekerjaan lebih mudah dan efisien

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Augmented Reality mulai banyak dimanfaatkan hingga saat ini. Melihat potensi besar yang dimiliki teknologi ini, tidak menutup kemungkinan Augmented Reality akan menjadi sebuah teknologi yang akan semakin dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan oleh manusia di masa depan.