ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder merupakan jenis gangguan mental yang biasa di derita oleh anak, menyebabkan mereka sulit untuk memusatkan perhatian dengan perilaku impulsif  dan hiperaktif. ADHD telah di derita oleh jutaan anak dan menyebabkan keresahan bagi orang tua. Terapi ADHD menggunakan VR adalah cara paling baru dan efektif yang ditemukan hingga saat ini.

Walau terdapat obat dari resep dokter yang dapat membantu dalam meningkatkan fokus untuk sementara, namun tetap dibutuhkan media untuk melatih fokus pada anak, dimana mereka dapat mempelajari keterampilan melalui instruksi yang di personalisasikan. Untuk kasus ini efektif saja tidak cukup, dibutuhkan media yang benar-benar mereka sukai dan nikmati untuk terapi dan hasil yang konsisten. Dengan kemampuannya untuk membenamkan pengguna ke dunia berbeda dan penuh imajinasi, terapi ADHD menggunakan VR menjadi solusi terbaik saat ini, yang tentu dapat digunakan dari rumah kapanpun ketika dibutuhkan.

Berdasarkan penelitian tentang plastisitas otak atau kemampuan pikiran untuk menyusun ulang dirinya sendiri untuk mengatasi tantangan, teknologi VR menyajikan pengalaman visual, pendengaran, dan fisik yang meniru kehidupan nyata, memungkinkan pengguna penderita ADHD untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan gerakan motorik. Sebagai alternatif perawatan ADHD berbasis game, teknologi VR membantu pengguna meningkatkan perhatian mereka, mengurangi impulsif, dan mengembangkan keterampilan hidup strategis seperti merencanakan dan melaksanakan tugas sehari-hari. Pada saat yang sama, sistem mengukur fokus yang berkelanjutan seiring dengan adanya gangguan.

Pandemi COVID-19 telah membatasi kemampuan dokter untuk menawarkan perawatan rawat jalan dengan pengawasan untuk penderita ADHD. Tidak hanya dalam bidang kedokteran saja, pandemi ini berdampak terhadap beberapa eksekutif bisnis, karyawan, dan anak-anak yang kini terpaksa harus belajar di rumah di bawah pengawasan orang tua mereka. Akibatnya, solusi terapeutik yang bisa dilakukan dari rumah tanpa mengunjungi kantor dokter menjadi semakin menarik, dan menjadi peluang bagi teknologi VR untuk membuktikan keunggulannya sebagai solusi terapi mandiri dari rumah selama pandemi.

Baca juga: Selamatkan Bisnis Anda! Berikut 8 Solusi Teknologi Atasi Pandemi COVID-19

Namun satu hal yang perlu dijadikan catatan, bahwa terapi ADHD menggunakan VR tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan konvensional atau secara langsung, tetapi membutuhkan panduan dokter untuk memantau perkembangan kesehatan mental anak selama proses terapi. Dokter akan dapat menggunakan aplikasi untuk mengumpulkan data pelacakan mata, mendapatkan informasi yang “tidak bias, obyektif, dan dapat diukur” tentang apa yang dilihat pengguna selama setiap sesi VR, dengan kemampuan untuk menyesuaikan tingkat kesulitan tugas untuk terus memotivasi pengguna supaya tidak menyerah dan memaksimalkan performanya secara bersama. Dokter juga dapat melihat bagaimana kinerja setiap pengguna secara umum pada tugas dan melacak peningkatan sesi ke sesi dari waktu ke waktu.

Meskipun ADHD sering dianggap sebagai kondisi yang memengaruhi anak-anak, dengan dampak negatif yang serius pada aktivitas membaca, menulis, matematika, dan interaksi sosial, namun kondisi ini dapat bertahan hingga dewasa, dimana itu akan menghambat pendidikan tingkat tinggi dan pekerjaan. Beberapa orang dewasa dengan ADHD yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati tidak dapat berkonsentrasi pada tugas untuk waktu yang lama sebelum beralih ke subjek lain, terkadang mengabaikan tugas tanpa menyelesaikannya. Obat ADHD cenderung bekerja selama beberapa jam, tetapi bukan solusi jangka panjang yang ideal.

Hingga saat ini, teknologi VR telah berkembang pesat sebagai solusi pengobatan untuk berbagai tantangan medis, mulai dari mengobati fobia dan alzheimer, terapi autisme dan kecanduan obat terlarang, pengobatan kanker, dan banyak lagi. Selain untuk pasien, teknologi imersif ini telah banyak berkontribusi sebagai media pelatihan untuk ribuan dokter yang kini di antaranya telah bekerja di garis depan dalam memerangi virus corona, karena dokter telah melihat peningkatan yang dapat diukur dalam segala hal mulai dari retensi informasi hingga relaksasi pengguna ketika disajikan konten VR.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami