Selain dampak ekonomi, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap kegiatan sosial seperti pertemuan keluarga, nonton konser, dan nongkrong bareng yang kini jadi dibatasi. Pandemi ini juga mencegah kita untuk bepergian, sehingga menghambat banyak rencana perjalanan liburan, dan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan psikologi. Teknologi VR memiliki dampak positif terhadap kesehatan psikologi kita, yang bisa menjadi solusi untuk mendapatkan kembali kebahagiaan yang direnggut oleh aturan PSBB.

Melalui Virtual Reality (VR), kita dapat melarikan diri sejenak dari dunia dengan segala pembatasan sosialnya, bebas bergerak dan melakukan aktifitas apapun di dalam dunia virtual. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini, menunjukkan bahwa dengan menggunakan VR untuk bergaul dengan teman-teman melalui platform sosial VR, nonton konser, bermain game, atau mengunjungi bagian dunia lain sebenarnya dapat berdampak positif terhadap kondisi psikologi selama PSBB.

Tidak sampai di situ saja, sebuah penelitian di Italia juga menunjukan sebuah data yang menarik. Bekerja sama dengan 400 peserta, penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan sebagai bagian dari studi mendalam. Melalui VR, para peserta diminta untuk melihat foto dan video 360 dari negara lain, mengunjungi taman dan pantai virtual, menghabiskan waktu dengan pengguna VR lainnya di platform seperti VRChat atau Mozilla Hubs, dan mengisolasi diri mereka sendiri di lokasi virtual yang disebut sebagai “Taman Rahasia” untuk merefleksikan diri.

Profesor Giuseppe Riva Ph.D., seorang penulis laporan dan profesor psikologi umum di Università Cattolica del Sacro Cuore di Milan, berkata, “Kami mendefinisikan siapa kami melalui ingatan orang dan peristiwa yang terjadi di tempat berbeda yang sering kita kunjungi, “Riva melanjutkan,” Tapi selama karantina, kita tidak bisa lagi pergi ke tempat-tempat yang menjadi ciri kehidupan kita sehari-hari dan memahami identitas kita.”

Baca juga: Geliat VR di Indonesia, Bantu Bisnis Tumbuh Lebih Cepat

Riva dan timnya meminta peserta untuk menggunakan VR kapan saja sepanjang hari; Pagi, sore, sebelum tidur, atau kapan pun ketika mereka merasa cemas karena kurangnya aktivitas sosial, seperti mengirim SMS ke teman atau melihat-lihat Facebook, tanpa batas. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa teknologi VR memainkan peran integral dalam menjaga agar peserta tetap tenang dan terhubung saat terkurung di dunia nyata.

Tidak hanya manusia saja, teknologi VR juga memiliki dampak positif terhadap kondisi psikologi hewan seperti sapi. Sebuah peternakan di Rusia menggunakan headset VR untuk meningkatkan kualitas susu sapi perah. Kementerian Pertanian dan Bahan Pangan Wilayah Moskow melaporkan bahwa kondisi lingkungan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan sapi yang akhirnya mempengaruhi mutu dan jumlah susu yang diproduksi. Di situlah peran VR, optimalkan kondisi psikologi sapi perah dengan menunjukan visual lingkungan terbaik melalui headset.

vr untuk sapi perah

Sebenarnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap VR sudah bisa terlihat dari tingginya angka penjualan Oculus Quest 2 hingga sebanyak lima kali lipat dibanding Quest generasi sebelumnya. Pada saat yang sama, platform social VR juga melaporkan lonjakan besar pengguna yaitu pada saat pandemi, dan menjadi bukti bahwa VR adalah yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Bagaimana tidak, selama pandemi semua kegiatan dialihkan ke rumah, mulai dari sekolah dari rumah, hingga bekerja dari rumah. Hanya di rumah saja sepanjang hari, duduk sendirian selama 8 jam untuk bekerja tanpa kegiatan sosial sama sekali. Lama-lama orang akan merasa bosan. Walau tidak benar-benar meninggalkan rumah, melalui headset VR pengguna dapat berkumpul bersama teman-teman dan bersosialisasi. Alih-alih menjadi gila karena rasa bosan berkepanjangan, Virtual Reality menjadi solusi terbaik yang dapat memberikan warna bagi kehidupan selama masa pandemi. Berkumpul, bermain, dan jelajahi dunia tanpa batas melalui VR.

Berdasarkan penelitian mereka, Rivera dan timnya telah menyarankan panduan VR berikut untuk memaksimalkan kebahagiaan dan kesehatan psikologi selama PSBB:

  • Gunakan VR dua kali atau lebih perhari setiap minggu. Masuk ke VR setiap kali Anda mulai merasakan segala bentuk kecemasan. Mainkan game, pergi ke konser VR, atau bertemu dengan teman. Riva juga menyarankan untuk menggunakan Secret Garden sebagai tempat berlindung yang aman untuk membantu mengurangi stres emosional.
  • Bersosialisasi ketika di dalam dunia VR! Mainkan game bersama anggota keluarga atau tonton film dengan teman-teman Anda di Bigscreen. Melakukan berbagai hal bersama dalam VR dapat membantu membangun kembali rasa kebersamaan dan membantu mengurangi stres.
nobar di VR

Image source: steam

  • Gunakan VR untuk merefleksikan identitas dan tujuan masa depan Anda. Masuklah ke Taman Rahasia Anda untuk menjernihkan pikiran. Tilt Brush menawarkan lingkungan yang santai untuk membuat sketsa seni 3D sambil merenungkan misteri alam semesta.

Intinya adalah, teknologi VR dapat memiliki dampak emosional yang nyata pada pengguna, memungkinkan kita untuk terhubung atau mengisolasi diri dari dunia luar hanya dengan menekan satu tombol. Segala dunia dan aktifitas yang Anda butuhkan dan tidak bisa di dapatkan di dunia nyata, bisa Anda dapatkan melalui teknologi VR.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami