Karena terjangan pandemi COVID-19, para profesional medis di seluruh dunia terus memusatkan perhatian penuh pada penanganan korban yang terjangkit corona virus. Alhasil, kebutuhan ketersediaan profesional perawatan kesehatan yang terlatih kian meroket. Pelatihan Medis melalui teknologi VR bisa menjadi solusi terbaik saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebab proses akademis yang pada dasarnya sulit menjadi kian menantang akibat sumber daya yang terbatas, belum lagi pembatasan kegiatan yang memaksa murid dan pengajar untuk belajar – mengajar dari rumah.

Pelatihan medis VR ini merupakan platform pendidikan perawatan kesehatan yang powerful, memberikan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan oleh para siswa untuk menjadi dokter yang sesungguhnya. Didirikan oleh Prof. Dr. Tsai Tsuen-chiuan, seorang dokter anak yang mengajar di Kaohsiung Medical University, dan CEO serta ahli bedah Dr. Chen Teh-fang.

Di rancang khusus untuk membantu siswa dalam berlatih pengambilan keputusan klinis yang tepat, dengan pasien virtual yang sangat realistis yang mampu mensimulasikan berbagai gejala termasuk batuk, sakit perut, sakit kepala, demam, nyeri, dan lainnya. Siswa kemudian diminta untuk menganalisis gejala tersebut melalui berkonsultasi dengan pasien virtual, memeriksa citra yang relevan, dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memberikan diagnosis akhir. Setelah mengirimkan temuan, sistem secara otomatis mengevaluasi kinerja mereka sambil menyoroti kesalahan yang mencolok.

Baca juga: Dampak Positif Teknologi VR Bagi Kesehatan Psikologi Selama PSBB

Selain Pasien Virtual, platform pelatihan medis VR ini terdiri dari Pendidik Kesehatan Virtual, layanan pendidikan kesehatan interaktif yang dirancang khusus untuk pasien; serta Ruang Simulasi Terbang, solusi pelatihan medis portabel yang mampu mereplikasi pengaturan klinis profesional di mana pun lokasi pengguna berada. Siswa bahkan dapat bertemu di ruang online dan berkolaborasi satu sama lain pada waktu tertentu. Sistem ini berpusat di sekitar tiga teknologi utama: model 3D yang efisien, kognisi medis, dan bahasa alami. Dengan 80 skenario kasus berbeda serta dua mode tambahan yaitu magang jarak jauh online dan pemeriksaan klinis OSCE (Pemeriksaan Klinis Terstruktur Objektif, yang secara resmi diimplementasikan sebagai bagian Pemeriksaan Lisensi Medis Nasional Taiwan pada 2013).

Solusi Pelatihan Medis VR Saat Pandemi

Dengan rumah sakit di seluruh dunia dalam proses membatalkan magang karena kekhawatiran mengenai keselamatan pasien dan dokter serta sumber daya yang tersedia, sistem pelatihan medis VR ini menawarkan alternatif hemat biaya untuk pelatihan langsung yang mampu menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang diperlukan siswa untuk pengambilan keputusan klinis. Teknologi ini terbukti sangat bermanfaat di daerah pedesaan, memungkinkan siswa terpencil untuk terhubung dengan para profesional dan mendapatkan “pengalaman langsung” yang penting terlepas dari lokasi dan sumber daya yang tersedia.


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami