Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, cabang layanan luar angkasa Angkatan Bersenjata AS yang didirikan oleh mantan presiden Donald J. Trump, saat ini sedang dalam proses melatih operator misi generasi selanjutnya. Yang paling menarik perhatian adalah diterapkannya teknologi Virtual Reality untuk pelatihan perbaikan satelit dan misi luar angkasa lainnya.

Seperti yang dilansir The Washington Post, melalui simulasi virtual, operator dalam pelatihan dapat berinteraksi dengan duplikat virtual dari satelit militer bernilai jutaan dolar menggunakan headset Oculus Quest, menjadikannya solusi dalam memangkas biaya karena menghilangkan kebutuhan akan simulator pelatihan konvensional yang dapat menghabiskan biaya jutaan dolar dalam pembuatan dan penerapannya. Platform ini mensimulasikan risiko keamanan nasional yang dirancang untuk mempersiapkan operator menghadapi segala kemungkinan yang dapat mereka hadapi, seperti peringatan respons rudal dan kegagalan satelit utama.

Anggota Space Force atau yang dikenal sebagai “Guardians” dapat memilih dari berbagai avatar yang telah didesain sebelumnya sebelum membenamkan diri dalam simulasi VR Stasiun Luar Angkasa Internasional serta Mission Control. Di sini, para ahli lapangan memimpin peserta pelatihan melalui berbagai simulasi yang membawa mereka berinteraksi dengan antena, panel surya, dan berbagai macam mesin kompleks lainnya. Pengguna bahkan dapat menyorot area utama dengan penunjuk laser mereka dan menggambar berbagai catatan dan referensi di udara menggunakan pengontrol Sentuh.

Baca juga: Strategi Marketing Properti Cerdas Melalui Penerapan Teknologi AR dan VR

Selain penerapan Virtual Reality untuk pelatihan perbaikan satelit, mereka juga telah menyatakan minatnya untuk menambahkan kaca pembesar virtual untuk inspeksi yang lebih detail serta potensi konten augmented reality yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan pengalaman pelatihan.

Setelah berjalannya kontrak senilai 830 juta USD oleh Angkatan Darat Amerika pada Februari lalu, tampaknya militer AS pada akhirnya tertarik menggunakan teknologi AR / VR secara menyeluruh.

Oktober lalu, Angkatan Darat AS telah bereksperimen dengan kacamata AR untuk pengendalian anjing militer, yang memungkinkan pawang untuk berada di luar area bahaya sambil tetap berkomunikasi dengan mitra “anjing perang” mereka. CES 2020 silam juga mengungkap bahwa Angkatan Udara AS telah menggunakan headset VR kelas militer sebagai cara untuk melatih pilotnya menghadapi berbagai skenario pertempuran.

Virtual Reality merupakan solusi pelatihan lebih hemat biaya, praktis, dan hampir tanpa resiko cidera hingga kematian. Tertarik menggunakan VR untuk pelatihan kerja bagi bisnis Anda?


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami