Salah satu lembaga keuangan terbesar Bank of America telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai menggunakan VR untuk pelatihan soft skill karyawannya di hampir 4.300 pusat keuangan di seluruh Amerika Utara. Sekitar 50.000 karyawan akan menggunakan VR untuk mempraktikkan sejumlah tugas, baik tugas rutin maupun tugas yang kompleks, serta terlibat dalam berbagai interaksi dengan klien yang kemungkinan akan dihadapi karyawan setiap harinya.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan alat pengembangan profesional paling mutakhir kepada karyawan mereka untuk memastikan setiap karyawan berhasil dalam menjalani perannya masing-masing.

Penerapan VR untuk pelatihan soft skill ini akan diluncurkan pada akhir tahun ini. Karyawan akan mengakses 20 simulasi VR berbeda yang akan mengajari mereka cara memperkuat dan memperdalam hubungan dengan klien, menavigasi percakapan, dan mendengarkan serta menanggapi dengan empati.

Dalam posting Newsroom di situs web Bank of America, John Jordan, Kepala Akademi di Bank of America mengatakan, “Di Bank of America, komitmen kami untuk menjadi tempat yang bagus untuk bekerja bagi rekan tim kami mendorong fokus kami pada inovasi,” menambahkan , “VR sangat efektif dalam membantu rekan satu tim membangun dan mempertahankan keterampilan baru dan ini adalah salah satu dari banyak cara kami menggunakan teknologi untuk mendukung mobilitas internal dan memberikan kesempatan belajar terbaik di kelasnya.”

Melalui kekuatan VR, para pemimpin pembelajaran Bank of America akan memiliki akses ke analitik real-time yang dikumpulkan sebagai bagian dari pelatihan VR. Manajer cabang akan dapat mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan kemudian memberikan umpan balik yang dipersonalisasi kepada karyawan dan rekan tim mereka, sehingga meningkatkan kinerja individu dan keterampilan kolaboratif.

Perusahaan meluncurkan program percontohan yang sukses dengan 400 karyawan menggunakan Oculus Go. Menurut laporan tersebut, 97% peserta merasa lebih percaya diri dengan kemampuan mereka.

“Inovasi adalah inti dari semua yang kami lakukan,” kata Hari Gopalkrishnan, Head of Retail, Preferred, Small Business, and Wealth Management Technology di Bank of America. “Kami fokus untuk menciptakan dan menerapkan teknologi yang menawarkan solusi canggih. Dengan VR, kami meluncurkan alat pembelajaran terbaik yang akan memberdayakan rekan tim dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melayani klien dengan lebih baik dan membantu membuat kehidupan finansial menjadi lebih baik.”

Dalam artikel tahun 2019 yang diterbitkan oleh Academy of International Extended Reality (AIXR), penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan dalam pekerjaan Anda dan kemampuan Anda untuk tumbuh dalam pekerjaan tersebut didasarkan pada 15% hard skill dan 85% soft skill. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa 80% individu yang diberhentikan atau gagal dalam menjalankan tugasnya diberhentikan karena kurangnya pelatihan soft skill.

Baca juga: 5 Teknologi Pelatihan Keselamatan Kerja AR/VR, Aman dan Hemat Biaya

Terlepas dari penelitian yang disebutkan di atas, beberapa perusahaan masih ragu untuk mengadopsi pembelajaran imersif dalam LMS mereka karena kurangnya memperhatikan ROI (Return on Investment). Dalam laporan AIXR yang sama, Katya London, Associate VR Training Management Leader mengatakan, “Lingkungan perusahaan terikat dengan tradisi lama, jadi perlu ada bukti kuat dalam retensi, keterlibatan, dan ROI mereka.” London melanjutkan, “Jika mereka dapat melihat bukti nyata langsung yang menunjukkan bahwa ada ROI, maka mereka lebih bersedia untuk mempertimbangkan untuk melakukan investasi.”

Bank of America tidak hanya akan memperkenalkan VR untuk pelatihan soft skill sebagai bagian dari program pengembangan karyawan mereka, tetapi juga berencana menggunakan simulator percakapan dengan teknologi AI untuk membantu keterampilan karyawan lebih lanjut.

Sudah jelas bahwa Bank of America merupakan salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk memanfaatkan pelatihan VR dan teknologi baru lainnya untuk meningkatkan kinerja karyawan, yang pada akhirnya memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik bagi perusahaan dan pelanggan secara bersamaan. Dalam jangka panjang, manfaat lebih besar tentu akan mereka rasakan, yaitu berupa ROI yang jauh lebih tinggi dibanding bank lainnya yang melewatkan peluang pelatihan imersif nan powerful melalui Virtual Reality.