Memilih headset Virtual Reality (VR) memang tidak bisa sembarangan. Semua harus disesuaikan dengan pemakaian dan juga kebutuhan kita dalam menggunakan headset Virtual Reality (VR). Dan juga disesuaikan juga dengan fitur-fitur yang terkandung di dalamnya supaya nanti pemanfaatannya lebih maksimal. Dianjurkan untuk tidak tergiur terhadap produk yang mahal saja, namun nanti tidak dapat memanfaatkannya lebih optimal alias mubazir.

Headset VR sendiri menjadi semakin digemari oleh para kalangan gamer ketika “booming” film “Ready Player One” karya sutradara Steven Spielberg. Bahkan kini kaum muda telah menyatu dengan keberadaan teknologi ini dan seringkali menerapkannya dalam aktivitas keseharian. Teknologi VR telah dipergunakan dalam berbagai aktivitas aneka industri seperti bidang gim, pendidikan, kedokteran dan lain sebagainya. 

VR memang menakjubkan, pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar melalui dunia virtual atau maya. Tak perlu lagi repot-repot melihat konten di dalam layar monitor ataupun di depan televisi. Hanya perlu headset VR saja dan Anda dapat langsung memainkan permainan di dalamnya serta dapat berinteraksi langsung.

Pilihan hardware dan software yang ada di pasaran seperti HTC Vive Pro Eye, Oculus Quest, dan Playstation VR kini sedang memimpin pasar yang ada. 

illustrasi (Image: Getty Images)

Perangkat-perangkat tersebut memiliki karakteristik masing-masing sesuai industri yang terkait. Para pemain lama di bidang teknologi seperti Google, Apple, Samsung, dan Lenovo tetaplah mengeluarkan produk-produk terbaik mereka di bidang VR.

Meskipun memilih headset adalah sesuai kebutuhan Anda dan fungsinya, tetapi jangan pernah tergiur suatu produk yang mahal namun, fungsi-fungsi di dalamnya sama sekali. Berikut ini adalah 5 pertimbangan yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli suatu headset VR.

1. Desain dan Bobot Headset

illustrasi (Image: Getty Images)

Para pengguna VR setuju satu kata untuk tampilan sebuah headset VR, yakni yang minimalis atau simpel. Sebab, nanti pengguna akan mengenakan perangkat headset ini selama berjam-jam, sehingga tentu akan mengutamakan yang ringan dan mudah digunakan. Kenyataannya banyak orang mengeluhkan jika menggunakan headset VR yang berat akan membuat tidak nyaman ketika pengguna berselancar di dunia maya ataupun ketika bermain gim VR. Salah satu produk milik pemain lama di bidang teknologi yakni Acer Windows Mixed Reality (WMR) mempunyai berat yang hanya 360 gram. Ini bisa menjadi pilihan utama Anda untuk bermain VR.

Baca juga: Virtual Reality Jakarta dan Peluang Bisnisnya yang Menguntungkan

2. Sensor Eksternal

illustrasi (Image: Getty Images)

Untuk bermain VR, pengguna juga harus memperhatikan sensor eksternal di dalam perangkat headset VR yang digunakan. Supaya perangkat dapat bekerja secara maksimal, maka headset harus disandingkan dengan kamera tambahan. Sensor eksternal harus ditempatkan di sudut ruangan yang akan dipergunakan untuk bermain VR, hal ini dilakukan supaya dapat mendeteksi gerakan tubuh.

Sehingga, tiap kali hendak memainkan VR, Anda harus mensetup perangkat ini, tentu saja hal tersebut tidak praktis mengingat telah hadir headset VR yang telah dibenamkan teknologi sensor internal supaya dapat langsung memainkan permainan secara plug and play. Sensor internal ini telah dilengkapi oleh 6 fitur untuk mendeteksi gerakan, sehingga pengguna bebas bergerak ke-kiri dan ke-kanan.

3. Layar LCD dan Field of View (FOV)

illustrasi (Image: iStock)

Layar LCD pada headset VR juga mempengaruhi kualitas tampilan saat berselancar di dunia virtual. Sebab, yang dilihat ketika berada di dunia Virtual tersebut mencerminkan kenyataan yang ada. Apabila resolusi layar headset VR kurang baik, maka hasil tampilan pun tidak akan optimal. Resolusi layar headset idealnya beresolusi 1440 x 1440 piksel dengan sudut pandang 95 derajat yang dijamin akan membuat pengalaman di dunia virtual akan sesuai dengan kenyataan.

4. Frame Rate

illustrasi (Image: iStock)

Frame Rate pada headset VR juga harus menjadi pertimbangan, sebab ketika ukurannya tidak sesuai, maka akan mengakibatkan rasa pusing (motion sickness) ketika bermain gim VR. Idealnya dibutuhkan nilai minimal 60HZ – 75HZ untuk mendapatkan kenyamanan saat menggunakan VR. Bahkan terdapat beberapa produsen headset VR yang menempatkan frame rate minimal 90fps demi membuat para penggunanya nyaman dan bebas pusing.

5. Harga Yang Masuk Akal

Memilih Headset VR

illustrasi (Image: Getty Images)

Yang terakhir dalam pertimbangan memilih suatu headset VR adalah harga. Meskipun Anda mendapatkan suatu produk tertentu tetapi harganya di luar batas kemampuan budget Anda, tentu harus diperhatikan. Dana yang Anda siapkan juga turut mempengaruhi kualitas produk headset VR yang akan Anda beli dan pergunakan. 

Perangkat VR telah dianggap sebagai salah satu perangkat khusus yang mempunyai tujuan untuk hiburan dan hal itu berpengaruh terhadap terobosan teknologi baru akhir-akhir ini dan berkaitan dengan pendidikan, kesehatan serta pelatihan profesional.

Apabila hendak membeli dan memilih headset VR yang berkualitas, Anda dapat mempertimbangkan beberapa headset VR seperti milik Samsung yakni Samsung Gear VR. Produk besutan Samsung ini mempunyai harga yang lebih mahal dari produk buatan produsen teknologi lainnya seperti Google Cardboard yang berharga 99 Dolar AS atau berkisar 1,4 juta Rupiah. Di atas kertas, produk buatan Samsung ini memang kualitasnya di atas produk milik Google Cardboard.

MonsterAR selaku perusahaan AR dan VR ternama di Indonesia, juga mempunyai beragam produk serta layanan AR dan VR yang dapat mensukseskan semua kebutuhan promosi ataupun keperluan perusahan lainnya. Tak hanya itu saja, MonsterAR juga mengembangkan berbagai macam aplikasi dan juga software yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan semua bidang industri yang ada. Mau tahu lebih banyak tentang AR dan VR? Hubungi kami di sini ya!


Virtual Reality menjadikan pelatihan lebih hemat biaya, efisien, dan tanpa risiko cidera

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami