Di tahun 2019 ini Teknologi Augmented Reality sudah mulai banyak ditemui, tidak terkecuali di Indonesia. Berbagai perusahaan di Indonesia sudah mulai menerapkan teknologi ini terutama untuk tujuan marketing dan branding. Potensi AR marketing di Indonesia bisa dibilang sangatlah besar untuk saat ini, karena belum banyak perusahaan yang memahami tentang teknologi AR ini, begitu juga dengan penerapannya yang tepat dan efektif untuk masing-masing bisnis.

Teknologi Augmented Reality (AR) kini telah banyak dikembangkan. Sebuah Teknologi yang menggabungkan benda maya yang dibentuk oleh komputer ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata, menjadikannya sebagai hal yang baru dan diminati oleh kebanyakan orang pada saat ini.

Padahal, apabila diterapkan dengan optimal, teknologi ini dapat meningkatkan brand image dan engagement audience terhadap bisnis atau produk Anda, sehingga banyak perhatian yang terfokus kepada bisnis dan produk Anda, yang berarti lebih banyak orang yang tertarik, disitulah keajaiban dari teknologi Augmented Reality. Karena teknologi ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap cara audience berinteraksi dengan bisnis Anda. 

ar marketing di indonesia

Game Pokemon Go yang telah dirilis beberapa tahun lalu bisa menjadi contoh terbaik untuk menjelaskan konsep Augmented Reality. Dengan mata telanjang (tanpa AR), mustahil kita bisa menemukan seekor monster di sebuah taman kota.

Germ Crisis PT. KAO

Salah satu contoh penerapan AR marketing di Indonesia Selain itu game menarik lain yang sudah menggunakan teknologi Augmented Reality adalah GERM CRISIS, sebuah Interactive Motion Game yang kami buat untuk PT. KAO Indonesia.

Selain menghibur, GERM CRISIS juga merupakan game edukasi yang menunjukan tentang lokasi kuman yang membandel. Cara dalam memainkan game yang satu ini, pemain diharuskan untuk menggosok-gosok bagian tubuh tertentu dengan benar, dan membantu Captain Guard untuk melawan kuman-kuman yang membandel.

Pemain (anak-anak) dapat bermain dan memilih avatarnya, di mana avatar tersebut akan mengikuti gerakan dari pemain untuk melakukan proses membersihkan badan mereka. Game ini sangat menarik dan sangat cocok untuk dimainkan oleh anak-anak. Karena Sistem permainan seperti ini dapat menyajikan porsi yang pas antara interaksi digital dan fisik; anak-anak yang bermain tidak hanya menikmati konten yang ditampilkan di layar secara pasif, tetapi juga aktif dalam memainkan game tersebut.

Kira-kira seperti itu deskripsi sederhana Augmented Reality. Sejauh ini kesannya Augmented Reality mungkin hanya bermanfaat di bidang hiburan, tetapi kenyataannya tidak demikian.

Baca juga: Dior Hadirkan Filter Instagram Untuk Promosi Koleksi Terbarunya

Augmented Reality Membantu Kehidupan Manusia

Selain memunculkan genre baru di bidang gaming, Augmented Reality menyimpan banyak potensi di dunia pekerjaan. Contoh yang terbaru adalah sebuah perusahaan mobil yang memanfaatkan HoloLens untuk mempercepat proses desain mobil, memungkinkan tim desainernya untuk bereksperimen dan berkolaborasi dengan mudah dan cepat.

Augmented Reality juga perlahan menunjukan taringnya dalam keperluan marketing. Manfaat lain Augmented Reality yang tidak kalah penting adalah di bidang pendidikan, salah satu contohnya adalah penggunaan teknologi Augmented Reality untuk membantu proses pembelajaran STEM pada anak. Hal ini sangat membantu sekali dalam proses pembelajaran dan sudah diakui oleh sebagian besar pendidik di dunia.

Bukan hanya untuk perusahaan saja, penerapan AR marketing di Indonesia juga diperlukan oleh museum. Karena pada kenyataannya, saat ini minat masyarakat khususnya para generasi muda dalam mengunjungi museum sangatlah rendah, sehingga dibutuhkan strategi yang tidak jauh berbeda dengan strategi marketing untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengunjungi museum. Salah satu upaya dalam memberikan sentuhan menarik terhadap museum di Indonesia adalah dengan melakukan Digitalisasi Museum.

Augmented Reality dapat berperan penting dalam melakukan digitalisasi museum. Salah satu contoh museum di Indonesia yang telah melakukan digitalisasi adalah museum BPK RI Magelang.

Museum ini kini telah bertransformasi menjadi museum multimedia yang menarik perhatian publik. Dan salah satu yang menjadi daya tarik di museum ini adalah teknologi Augmented Reality (AR) yang memperlihatkan bangunan-bangunan iconic bersejarah dalam tampilan 3D, lengkap dengan deskripsi dan penjelasannya secara detail. Dan itu menjadi daya tarik yang kuat dalam memperkenalkan lebih jauh lagi tentang museum terutama ke generasi milenial saat ini.


Penerapan AR dan VR di sekolah tingkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar anak

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Berbagai manfaat Augmented Reality di atas sebenarnya sudah bisa menjadi gambaran tentang potensi penerapan AR marketing di Indonesia yang menjanjikan. Namun demikian, masih ada alasan lain mengapa Augmented Reality memiliki peran yang sangat penting bagi penggunanya. 

Hal ini di dasarkan pada fakta bahwa dengan adanya teknologi Augmented Reality ini dapat memberikan manfaat yang lebih pada pekerjaan sehari-hari.  Semua ini bisa mengindikasikan masa depan Augmented Reality yang cerah. 

Kendati demikian, Augmented Reality sepertinya memiliki masa depan yang lebih cerah jika mengamati tren terkini. Apakah Augmented Reality di tahun 2020 akan melanjutkan eksistensinya dan terus membuat perkembangan yang lebih hebat lagi di masa depan?