Monsterar.net – Bagaimana AR Playdates mendekatkan jarak antar keluarga yang terpisah jauh? Ketika masa kecil dulu, tentunya Anda pernah bermain membangun dunia imajinasi Anda sendiri. Bersama keluarga seperti Ayah, Ibu, dan saudara kandung. Permainan imajinatif seperti itu dapat menumbuhkan kreativitas, perspektif, dan pemikiran kritis.

AR Playdates

(Kredit Gambar: USC School of Cinematic Arts, Media Arts + Practice Division)

Seiring berjalannya waktu, kini banyak keluarga yang mendapati diri mereka hidup lebih jauh dari satu sama lain, melintasi kota, negara bagian, negara, dan benua. Bahkan teman dekat sekalipun banyak terpisah jarak yang cukup jauh.

Menurut sebuah studi yang baru saja dilakukan oleh AARP, jarak menjadi penghalang terbesar untuk melihat kakek-nenek: “Lebih dari setengah kakek nenek memiliki setidaknya satu cucu yang tinggal lebih dari 200 km jauhnya, dan sekitar sepertiga tinggal lebih dari 50 km dari cucu terdekat mereka.”

Kini meskipun keluarga terpisah sangat jauh, masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk tetap terhubung melalui penggunaan teknologi. Dua orang mahasiswa dari University of Southern California (USC) bekerja sama membuat AR Playdates yakni sebuah platform game berbasis Augmented Reality (AR). Game ini memungkinkan Anda bermain bersama orang yang dicintai tidak terbatas jarak, yang artinya bisa dimainkan bersama dimanapun keluarga Anda berada. 

AR Playdates

(Kredit Gambar: USC School of Cinematic Arts, Media Arts + Practice Division)

Proyek yang dipimpin oleh Ethan Bresnick dan JD LeRoy dibuat untuk mengembalikan quality time bagi keluarga yang terpisah jarak jauh. Game ini meningkatkan interaksi dengan mainan fisik yang biasa dimiliki oleh anak-anak.

AR Playdates adalah contoh augmented reality – grafik virtual yang menutupi dunia fisik. Kamera inframerah dan warna yang tertanam menangkap video langsung dari tangan dan mainan di permukaan permainan. Gambar ditampilkan langsung ke perangkat yang sesuai di lokasi yang terpisah.

Dengan menggabungkan berbagai teknologi yang ada, seperti streaming video langsung dan sensor, tim menciptakan perangkat baru yang menawarkan cara bermain yang hampir tak ada habisnya. Contohnya, seorang anak lelaki dan kakeknya berlari dan bermain dengan mobil-mobil Hot Wheels berdampingan dari lokasi yang terpisah.

Baca juga: Virtual Tour Museum, Solusi Terbaik Bagi Museum di Saat Pandemi

FaceTime, WhatsApp, Skype, serta perangkat seperti Facebook Portal dan Amazon Echo Show, adalah cara populer bagi keluarga untuk tetap terhubung. Namun AR Playdates hadir memperhalus interaksi ini dengan permainan imajinatif multigenerasi untuk hampir semua jenis mainan, seperti tokoh aksi, robot, mobil, blok bangunan, dan boneka, serta kegiatan seperti seni, kerajinan, permainan, dan membaca. AR Playdates juga dapat digunakan sendiri oleh anak-anak dengan efek AR imajinatif untuk meningkatkan permainan mandiri.

AR Playdates

(Kredit Gambar: USC School of Cinematic Arts, Media Arts + Practice Division)

“Bermain adalah salah satu cara terpenting untuk berbagi pengetahuan antar generasi melalui penceritaan dan imajinasi. Sementara aplikasi panggilan video seperti FaceTime melayani percakapan lisan, konfigurasi kamera yang menghadap ke depan dan efek visual yang terbatas membuat komunikasi menjadi sangat kaku dan formal. AR Playdates memposisikan sistem kamera pada permukaan bermain datar dan memiliki efek AR yang menyenangkan dan latar belakang interaktif yang meningkatkan waktu bermain, “kata Ethan Bresnick, co-pencipta AR Playdates dan mahasiswa peneliti dari USC Media Arts + Practice.

Tim AR Playdates yakin penelitian mereka dapat menginspirasi arah baru untuk produk-produk bermain yang terhubung dan kolaborasi yang lebih besar antara USC dan desainer teknologi dan mainan.


Penerapan AR dan VR di sekolah tingkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar anak

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami