Teknologi Augmented Reality (AR) mengubah pendekatan dunia seni dalam menciptakan dan berbagi karya. Seperti yang telah di capai oleh Sergiu Ardelean dan Codin Popescu, pasangan yang telah menciptakan inovasi baru berupa karya seni museum interaktif melalui teknologi AR. Augmented Reality memiliki potensi dalam menjembatani karya seni dengan inovasi teknologi interaktif yang menarik, sehingga dapat menarik minat dari milenial hingga generasi Z. Ardelean memulai aksi gerilyanya dengan mentransformasi museum seni bergengsi di Albertina, yang terletak di jantung ibu kota Australia.

Team Ardelean mempertimbangkan bagaimana orang menggunakan konten secara formal dan informal, memecah fokus perusahaan antara teknologi yang mereka buat dan menyusun strategi tentang apa yang dapat dilakukan teknologi untuk mengubah bagaimana orang dapat berinteraksi dengan seni. Ini bukan tentang teknologi, ini tentang bercerita, menghubungkan ruang tradisional dan digital. Karena pada dasarnya orang-orang datang ke museum untuk menikmati karya seni, sehingga itu yang harus tetap di jaga. Setelah itu AR berperan untuk meningkatkan pengalaman dalam menikmati karya seni di Museum.

Ardelean dan Popescu telah bekerja secara strategis untuk mengembangkan hubungan baik di dalam komunitas seniman hingga mencapai lebih dari 50.000 pengguna, serta beberapa lembaga seni dunia melalui jaringan Artivive, sebuah platform karya seni AR interaktif yang mereka kembangkan. Telah digunakan di 15 museum Internasional, 40 universitas, dan di lebih dari 92 pameran independen di seluruh dunia, berfungsi sebagai saluran antara pencipta dan organisasi mapan.

Artivive dapat menggabungkan karya animasi dengan karya seni fisik. Merupakan tools yang sempurna bagi seniman dengan multi-disiplin, dan memungkinkan siapapun untuk membuat pertunjukan seni Augmented Reality dan berkolaborasi antara seniman satu sama lain. AR memungkinkan untuk menciptakan karya seni dengan perwujudan penuh dari visi para seniman, membawa karya seni ke level yang lebih tinggi lagi.

Baca juga: Nikmati Karya Seni Museum Dari Rumah Dengan Augmented Reality

Kini, semakin banyak organisasi seni mulai mengadopsi teknologi AR. Augmented Reality merupakan keterampilan baru, interaktif dan menyenangkan untuk digunakan, sehingga dapat menarik orang-orang baru dan berbeda untuk terlibat.

Selain menciptakan karya seni museum interaktif, teknologi AR juga selama ini telah dikenal sebagai tools branding dan pemasaran yang powerful. Bisa di terapkan oleh berbagai jenis industri mulai dari brand hingga promosi film.


Program Gerakan Digitalisasi Museum dari MonsterAR untuk seluruh museum di Indonesia
| 1. Free Konsultasi | 2. Free Konsep Design | 3. Free Estimasi Biaya (RAB) |

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami