Hype Augmented Reality sudah dimulai sejak tahun 2008, yaitu tepat 10 tahun yang lalu. Di kala itu tentu semua orang kagum dengan kecanggihan teknologi ini, dimana AR dapat memunculkan obyek virtual ke lingkungan nyata. Seiring dengan berjalannya waktu hype itu semakin memudar karena satu alasan. Orang mulai bosan karena AR hanya memunculkan obyek virtual ke lingkungan nyata namun tidak memberikan pengalaman yang nyata.

Kemunculan Pokemon Go di tahun 2015 telah mengubah segalanya. Pokemon Go memungkinkan kita sebagai pemain untuk menjelajahi lingkungan sekitar sambil menangkap Pokemon, seolah-olah kita benar-benar pelatih Pokemon di kehidupan nyata. Ini memicu perubahan besar dalam dunia bisnis. Kesuksesan dan keunggulan yang dimiliki Pokemon Go akhirnya membuka mata para pebisnis di seluruh dunia untuk memanfaatkan AR untuk bisnis mereka. Orang-orang atau calon customer mereka tertarik dengan pengalaman nyata yang dapat diberikan oleh Augmented Reality, dan itulah yang mereka butuhkan untuk menarik para calon customer dan mendapat keuntungan berkali-kali lipat dengan pemanfaatan AR untuk bisnis mereka.

Berdasarkan info yang diperoleh dari Emarketer, lembaga riset digital marketing, di tahun 2018 jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 100 juta pengguna lebih. Yang berarti 100 juta target pasar untuk bisnis yang melibatkan aplikasi Augmented Reality mobile. Ditambah lagi penggunakan AR yang dapat diterapkan di event atau pameran untuk menarik minat pengunjung, dan bahkan bisa diterapkan juga ke dalam museum untuk tujuan yang sama, tentu jumlah pasar yang bisa diperoleh dari penggunaan  Augmented Reality ini jadi tidak terbatas.

Masa Depan AR

AR untuk bisnisApabila berjalan sendiri AR tentu kurang begitu menarik. Dibutuhkan pemanfaatan teknologi lain untuk bisa benar-benar menikmati teknologi AR ini. Seperti contohnya pada Pokemon Go, jadi menarik karena memanfaatkan fitur GPS di smartphone sehingga kita bisa menyusuri lingkungan sekitar sambal menangkap pokemon kan? Bahkan aplikasi penunjuk arah kiblat seperti Qibla Finder juga menjadi semakin akurat dan menarik dengan pemanfaatan AR dan GPS tracking, berbeda dengan penggunaan aplikasi kompas yang kadang tidak konsisten dalam menunjukan arah yang tepat.

 

Baca juga: Penggunaan AR Untuk Branding dan Campaign Akan Menentukan Kesuksesan Bisnis Anda di Masa Depan

Walau untuk saat ini smartphone merupakan perangkat yang paling sesuai dan nyaman dalam penggunaan aplikasi AR, tetapi potensinya di masa depan tidak bisa diremehkan. AR siap untuk merambah dunia yang lebih luas lagi di tahun 2018 ini, dan beberapa ahli berpendapat bahwa teknologi ini akan mencapai penggunaan pasar yang tersebar luas pada awal 2020. Setelah semakin diterapkannya AR untuk berbagai kebutuhan, tentu semakin banyak juga solusi yang bisa dipecahkan dari penggunaan AR ini. Hingga pada akhirnya orang-orang menggunakan AR bukan hanya karena keren saja, tetapi sebagai solusi untuk memecahkan masalah dan menjadikan hidup lebih mudah. Disanalah, peluang yang sesungguhnya dalam pemanfaatan AR untuk bisnis anda.