Tencent meluncurkan sebuah game AR yang mirip sekali dengan pokemon go dengan judul Let’s Hunt Monsters. Game AR tencent ini benar-benar meniru Pokemon Go hampir dari segala aspek, hanya saja alih-alih menangkap monster, dalam game ini kamu diharuskan untuk mengumpulkan makhluk mitologi Tiongkok.

game ar tencent

Sama seperti di Pokemon Go, Let’s Hunt Monsters memungkinkan kamu untuk memproyeksikan monster ke dunia nyata menggunakan fitur kamera AR-nya. Kedua game ini terlihat hampir persis sama. Keduanya menggunakan gaya seni, desain karakter, dan desain UI yang sangat mirip.

Gameplay dari Let’s Hunt Monsters juga hampir identik dengan Pokémon Go. Kamu berjalan-jalan di dunia nyata, mencoba menemukan makhluk liar dan menangkapnya dengan bola pilihanmu. Sementara Pokémon Go memiliki Poké Ball, Great Ball, dan Ultra Ball, kamu dapat menggunakan tiga jenis bola roh untuk menangkap monster dalam game AR Tencent ini.

pokemon go versi tencent

Mirip dengan Pokémon Go, Let’s Hunt Monsters juga memungkinkan penggunaan curveballs. Melemparkan bola curveball ke monster liar tidak hanya meningkatkan peluang kamu untuk menangkap tetapi juga memberi tambahan XP.

Selain itu, seperti halnya di Pokemon Go yang bisa mengisi persediaan Poké Balls di PokéStops, pemain di Let’s Hunt Monsters dapat mampir ke Prayer Drums untuk menerima lebih banyak bola roh atau item lainnya.

pokeball ala game ar tencent

Let’s Hunt Monsters bahkan memiliki item buah yang dapat diberikan kepada monster liar dimana itu dapat meningkatkan peluang bagimu untuk menangkap monster tersebut. Game ini juga memiliki ramuan yang bisa menyembuhkan monstermu setelah pertempuran di arena, yang lagi-lagi mirip sekali dengan Pokemon Go.

Sejauh ini, Let’s Hunt Monsters memiliki 302 makhluk untuk ditangkap oleh pemain, yang lebih banyak dua kali lipat jumlahnya dibandingkan Pokémon generasi pertama yang tersedia di awal peluncuran Pokémon Go.

Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa Tencent baru meluncurkan tiruan Pokemon Go setelah hampir tiga tahun sejak peluncuran pertamanya, di tambah lagi antusias pemain terhadap game Pokemon Go yang kini semakin memudar.

Baca juga: Penggunaan Game AR Sebagai Upaya Untuk Mempromosikan Pariwisata

Ternyata, Pokemon Go selama ini tidak tersedia di Tiongkok, sehingga ini menjadi peluang bagi industri game untuk mengembangkan game AR di wilayah tersebut, dan peluang ini dimanfaatkan dengan serius oleh Tencent dengan diluncurkannya game Let’s Hunt Monsters ini.

Kenapa Pokemon Go bisa tidak tersedia di Tiongkok? Ada dua alasan utama untuk hal tersebut. Pertama, Tiongkok telah memblokir Google Maps, yang merupakan mesin navigasi untuk bermain Pokemon Go. Kemudian di tahun 2017, Tiongkok mengatakan tidak akan melisensikan Pokemon Go di Tiongkok karena game tersebut membahayakan keselamatan konsumen dan keamanan nasional.

Kemudian segalanya berbalik 180 derajat pada tahun 2018 ketika Niantic mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan NetEase untuk membawa Pokémon Go ke Tiongkok di akhir tahun tersebut. Namun tidak kunjung terdapat realisasi yang nyata dan tidak ada konfirmasi lagi untuk kelanjutan kepastiannya akan kehadiran Pokemon Go di Tiongkok. Dengan tidak adanya kepastian peluncuran tersebut, tampaknya ini telah menjadi celah bagi Tencent untuk masuk dan mewujudkan harapan para fans di Tiongkok.

Meskipun Let’s Hunt Monsters bisa dibilang merupakan kloning dari Pokémon Go, namun game AR tencent ini bukanlah yang pertama dalam melakukan tiruan tersebut. Setelah peluncuran Pokemon Go di tahun 2016, tiruan game tersebut langsung membanjiri Negeri tirai bambu ini.

Cukup disayangkan, Tencent telah menerapkan banyak elemen MMO yang tampaknya tidak pada tempatnya. Kejanggalan yang paling terlihat adalah dimasukkannya basis untuk guild yang mengharuskan kamu mengumpulkan sumber daya untuk membantu membangun bangunan disana.

Inklusi aneh lainnya adalah mini-game berbasis blockchain. Saat naik level ke level 22, kamu dapat mengakses fitur yang memungkinkanmu membiakkan kucing berbasis blockchain yang mirip dengan Game CryptoKitties.

Banyak yang berpendapat bahwa elemen blockchain pada game ini hanyalah gimik. Beberapa orang berpendapat bahwa mini-game Let’s Hunt Monsters tidak memenuhi syarat sebagai game blockchain yang layak karena kucing hanya dapat dijalankan pada konsorsium blockchain dan tidak dapat dijalankan secara publik. Ini berarti Tencent dan anggota lain dari konsorsium dapat dengan mudah membatalkan blockchain kapan pun mereka mau.


Teknologi AR memiliki kekuatan untuk meningkatkan engagement audience

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Ketika Pokémon Go pertama kali dirilis pada tahun 2016, bisa dibilang hampir semua orang memainkan game tersebut sejak hari pertama perilisannya. Sayangnya, Let’s Hunt Monsters tidak berjalan semulus itu. Sementara game tersebut menduduki puncak unduhan iOS di Tiongkok tak lama setelah peluncurannya, namun tidak serta merta menjadi fenomena budaya layaknya Pokemon Go.

Let’s Hunt Monsters membuat beberapa keputusan yang dipertanyakan melalui desain karakternya. Tidak hanya katalognya yang menyertakan makhluk imut seperti yang ada di Pokemon, tetapi juga termasuk beberapa karakter aneh seperti pedang yang kemudian berevolusi menjadi pedang iblis gila dengan wujud yang mengerikan.

Kendati demikian, game AR Tencent ini memiliki potensi yang menjanjikan, terutama mengingat masuknya karakter terkenal dari budaya Tiongkok seperti penguin khas Tencent. Jika Tencent bisa mendapatkan hak atas karakter berpengaruh lainnya, game ini dapat memiliki daya tarik yang lebih luas lagi.

karakter game ar tencent