Teknologi Virtual Reality (VR) kian hari menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya pemilik bisnis untuk memaksimalkan produk dan layanan jasa mereka. Banyak bisnis kini melirik perusahaan virtual reality untuk memberikan manfaat bagi aktivitas marketing dalam kaitannya dengan meningkatkan penjualan dan menaikkan omset.

Perusahaan virtual reality telah diyakini mampu menaikkan niat ketertarikan konsumen terhadap suatu produk dan layanan yang dijual dan tawarkan. Bahkan virtual reality dinilai dapat menjadi media komunikasi sebagai solusi kebutuhan customer, dan untuk mendorong competitive advantage.

Pengalaman digital yang menyenangkan dalam mengenal suatu produk menjadi salah satu peluang yang dapat dimaksimalkan karena hanya dapat dihadirkan melalui teknologi VR dan AR.

Sementara itu, dalam tahap digital experience menekankan pada interaksi antara konsumen dengan perusahaan melalui berbagai saluran komunikasi digital sebagai titik temu dengan sebuah brand. Hal ini tentu saja merupakan peluang bagi perusahaan untuk mengadaptasi teknologi VR dan AR dalam memasarkan brand atau produknya secara personal dibandingkan dengan media komunikasi massa.

Potensi Besar Bisnis Dengan Virtual Reality

Berdasarkan kajian Price waterhouse Coopers (PWC), sebuah perusahaan jasa profesional terbesar di dunia yang menyediakan layanan jasa Audit dan Atestasi Perpajakan, (perencanaan dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan), konsultansi, termasuk pemantapan kinerja, transaksi dan penggabungan usaha serta akuisisi, dan manajemen krisis dalam berbagai area spesialisasi seperti jasa konsultansi akuntansi dan aktuarial.

Keberadaan teknologi Virtual Reality (AR) dan Augmented Reality (AR) mempunyai potensi mendorong perekonomian secara global sebesar 1,4 triliun British Pound Sterling. Adapun potensi-potensi yang datang ini berasal dari pengalaman para konsumen baru, percepatan pengembangan suatu produk dan peningkatan  standar keselamatan kerja, dan lain sebagainya.

Bahkan potensi besar pemanfaatan teknologi virtual reality untuk aneka industri diproyeksikan akan naik drastis hingga tahun 2030 sebesar 1,5 triliun dolar AS. Mengalami kenaikan drastis dari tahun 2019 yang sebelumnya hanya 46.4 miliar dolar AS saja. Dengan fakta tersebut membuktikan bahwa potensi VR dan AR yang begitu besar mampu menaikan kontribusi ekonomi secara global, tentu hal sama secara nasional pun, teknologi ini juga mampu membantu untuk meningkatkan ekonomi.

Manfaat teknologi virtual reality kian hari kian dirasakan oleh banyak pelaku industri. Pemilik bisnis merasakan kegunaan teknologi VR karena proses yang lebih efisien, pelaksanaan pelatihan yang lebih tepat sasaran dan lebih aman. Sebagai contoh industri pertambangan. Pemilik bisnis menggunakan metode pelatihan berbasis teknologi VR untuk training operasional pertambangan, tentu hal itu akan menekan angka kecelakaan kerja dan meminimalisir risiko, yang mana karyawan adalah aset perusahaan yang paling bernilai.

Tak dapat dipungkiri, jika pemanfaatan teknologi VR akan berujung kepada produktivitas yang meningkat dan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) skala nasional. Fakta ini telah dibuktikan oleh negara-negara seperti Jepang dan Tiongkok yang telah mengalami kenaikan PDB sebesar masing-masing 2% dan 2,09%. Tentu jika negara-negara ini bisa, Indonesia pun harusnya juga bisa meningkatkan perekonomian dengan penggunaan teknologi VR dan AR.

Adapun beberapa peluang pemanfaatan teknologi VR dan AR dalam berbagai industri, di antaranya sebagai berikut ini:

  1. Kesehatan
  2. Pendidikan
  3. Militer
  4. Properti
  5. Otomotif
  6. Transportasi
  7. Hiburan: Game, Film.
  8. Pariwisata
  9. Pertanian
  10. Mining
  11. F&B
  12. Perhotelan
  13. Consulting
  14. Dll.

Dengan melihat peluang-peluang yang telah dipetakan di atas, sudah seharusnya organisasi di berbagai sektor, termasuk di instansi pemerintahan, mulai mengadopsi teknologi VR dan AR. Salah satu alasan yang perlu dipertimbangkan adalah tingginya populasi generasi milenial yang haus akan digital experience. Terlebih lagi, beberapa literatur menyampaikan bahwa penggunaan teknologi VR dan AR dapat membangun citra positif organisasi sebagai perusahaan yang adaptif dengan teknologi.

Sinergi Pemanfaatan Virtual Reality Dengan Komunikasi Pemasaran

Dari kacamata komunikasi pemasaran, aktivitas pemasaran perusahaan harus memadukan seluruh saluran komunikasi termasuk pemanfaatan teknologi virtual reality pada saat menyampaikan informasi kepada pelanggan. Munculnya tantangan ini memberikan implikasi bahwa tidak semua target dapat menerima saluran komunikasi yang ditawarkan oleh suatu organisasi meskipun saluran tersebut didukung oleh teknologi terkini. Dengan demikian, diperlukan riset lebih mendalam mengenai target yang akan dituju dalam pemasaran produk menggunakan teknologi VR. Manajemen komunikasi pemasaran yang baik harus mampu menjawab beragam isu di lapangan, sehingga tercipta strategi yang efektif, kuat dan sesuai dengan perencanaan perusahaan.

Meskipun hasil analisis SWOT menyatakan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap VR dan AR saat ini masih rendah. Namun, teknologi virtual reality sangat  berpotensi besar untuk mendukung aktivitas komunikasi pemasaran di masa depan karena memberikan pengalaman digital yang menyenangkan dalam berinteraksi dengan suatu produk.

Selain itu, teknologi VR dan AR juga telah sejalan dengan konsep Integrated marketing communication (IMC) karena tidak hanya meningkatkan penjualan produk tetapi juga memperlihatkan keunggulan kompetitif dari sebuah produk atau layanan perusahaan. Tentu saja karena hal itu, strategi komunikasi pemasaran melalui teknologi VR saat ini masih harus ditargetkan kepada kelompok masyarakat yang sudah terbiasa dengan teknologi terkini.

Baca juga: Virtual Reality Jakarta dan Peluang Bisnisnya yang Menguntungkan

Strategi Marketing Menghadapi Industri 4.0

Pengalaman digital yang menyenangkan dalam mengenal suatu produk menjadi salah satu peluang yang harus dimaksimalkan oleh perusahaan virtual reality, karena pengalaman ini hanya dapat dihadirkan dengan bantuan teknologi VR dan AR saja. Selain itu, sebagai teknologi yang lahir pada Revolusi Industri 4.0, sebenarnya VR dan AR tidak menggantikan pekerjaan manusia dalam menyampaikan informasi produk. Namun, VR dan AR akan dipandang sebagai alat untuk membantu kinerja dalam komunikasi pemasaran, terutama pada saat menyampaikan informasi produk dan mengintegrasikan beberapa saluran komunikasi.

Namun begitu, masih terdapat tantangan dalam hal-hal teknis yang dapat menghambat terciptanya proses komunikasi pemasaran yang efektif. Berdasarkan analisis SWOT, teknologi AR dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung komunikasi pemasaran di masa depan. Pada dasarnya, saat ini teknologi tersebut masih belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat karena masih dirasa sulit dioperasikan dan harus didukung oleh teknologi dengan spesifikasi tertentu untuk mengoperasikannya. Selain itu, jumlah sumber daya yang kompeten dalam pengembangan konten AR juga masih terbatas.

Meskipun demikian, penerimaan khususnya VR dan AR secara masif bukanlah hal yang mustahil, karena saat ini banyak perusahaan digital yang terus mengembangkan teknologi VR dan AR. Jumlah perusahaan yang berinvestasi pada teknologi tersebut juga semakin banyak dan masyarakat mulai diisi oleh generasi yang terbiasa menggunakan teknologi. Hal tersebut tentu dapat menjadikan teknologi VR dan AR merupakan sesuatu yang biasa bagi setiap lapisan masyarakat di masa depan.

Perencanaan strategi komunikasi yang komprehensif tentunya dibutuhkan sebelum VR dan AR digunakan dalam aktivitas komunikasi suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini dikarenakan, penggunaan VR dan AR akan berimplikasi pada munculnya berbagai tantangan yang terkait dengan teknologi dan budget yang tersedia.

Perusahaan Virtual Reality di Indonesia

Semenjak teknologi VR dan AR mengemuka di dunia, berbagai perusahaan virtual reality dengan layananan pembuatannya pun ikut turut muncul di Indonesia. Terlebih, perusahaan virtual reality tersebut mampu menciptakan layanan untuk pengembangan bisnis dan menggaet lebih banyak konsumen dengan sentuhan teknologi berbasis digital.

Hadirnya perusahaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dengan layanan pengembangan bisnisnya dapat dimanfaatkan bagi Anda pemilik bisnis yang ingin meningkatkan performa bisnis yang berjalan. Apabila Anda ingin bukti dan kualitas yang terbaik, Anda dapat mempertimbangkan MonsterAR Indonesia. Mengapa demikian? MonsterAR memberikan layanan pengembangan bisnis berbasis teknologi VR dan AR bagi yang sesuai dengan jenis bisnis yang Anda jalankan.

Berbagai instansi baik pemerintahan maupun swasta, telah menjadi klien kami dan merasakan bukti bagaimana teknologi yang kami kembangkan telah membantu meningkatkan omset perusahaan. Jadi tunggu apa lagi? Jika Anda telah mencapai paragraf ini, maka dapat dipastikan bahwa Anda sudah mengetahui tempat yang tepat untuk memperoleh layanan perusahaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di Indonesia. Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, Anda tak perlu ragu maupun bimbang karenanya. Segera hubungi kami di bawah ini untuk informasi produk dan layanan konsultasi gratis dari MonsterAR!


Virtual Reality Tingkatkan Produktifitas, Kecepatan Kerja dan Omzet Bisnis Anda

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami