Animasi 3D merupakan penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan membuat frame2 gambar yang mensimulasikan gerakan, difilmkan dengan camera animasi virtual, dan output-nya berupa video yang sudah di-rendering atau Realtime, jika tujuannya untuk membuat game. Animasi 3D biasanya ditampilkan dengan kecepatan lebih dari 24 frame per detik.

Permodelan animasi 3D dibedakan menjadi dua, yaitu Hardsurface dan Organic. Model hardsurface adalah segala bentuk objek yang diciptakan atau dikonstruksi oleh manusia, seperti arsitektur, kendaraan, robot, dan mesin-mesin lainnya. Sedangkan model organic adalah subjek yang sudah secara alami ada di alam, seperti hewan, tumbuhan, awan, petir, dan lain-lain.

Bagaimana jika animasi 3D disajikan dengan augmented reality? tentu untuk teknologi jaman sekarang semua bisa dilakukan,  akan kelihatan lebih atraktif dan menarik. Seperti yang kita ketahui bahwa augmented reality untuk 3D sudah bukan rahasia umum, tetapi objek 3D yang dibuat merupakan kunci utama karya tersebut yang akan dinilai bagus atau tidak menurut orang lain. Dibutuhkan kreatifitas seorang 3D animator yang handal untuk melakukannya.

Seperti dalam ungkapan seorang animator yaitu Ruby Nury, yang mengatakan bahwa Virtualisasi objek 3D  menggunakan augmented reality dapat menampilkan objek tersebut dalam tiga dimensi secara realtime. Dengan proses, pengguna menjalankan aplikasi kemudian aplikasi akan melakukan pelacakan marker, setelah marker dikenali sesuai data acuan yang terdapat didalam sistem aplikasi, maka aplikasi dapat menampilkan objek secara 3D pada layar digital smartphone ataupun tablet.