Dokter Markus Santoso adalah pelopor dalam aplikasi Augmented Reality, beliau telah bekerja sama dalam proyek pembuatan aplikasi berbasis AR untuk mempelajari anatomi tubuh manusia. Aplikasi ini dibuat menggunakan teknologi META 1 SDK. Aplikasi ini dinamakan anARtomy, aplikasi ini dipakai untuk menggambarkan dan mengeksplorasi anatomi dan fisiologi tubuh manusia.

Dengan anARtomy, Anda dapat memisahkan sistem tubuh virtual yang berbeda, mulai dari otot, kerangka, kardiovaskular dan yang lainnya. Kemudian Anda bisa menyesuaikan ukuran dan menempatkannya dimana saja di dalam ruang yang nyata. Hal ini memungkinkan Anda untuk dapat menggunakan aplikasi ini dimanapun Anda berada. Bahkan Anda juga dapat menggunakan aplikasi anARtomy untuk menampakan struktur anatomi tangan dan lengan sendiri.

Dengan marker di tangan, model 3D dari sistem kerangka tangan dan lengan Anda akan diproyeksikan dari tubuh Anda sendiri. Anda dapat dengan jelas melihat bentuk struktur anatomi tangan, seperti struktur tulang, otot dan sistem peredaran darah. Bahkan Anda dapat mengamati langsung cara kerja jantung secara virtual memompa darah ke tubuh hanya dari tangan Anda.

Baca juga: 5 Contoh Pemanfaatan Teknologi di Bidang Kesehatan, Mulai Dari Terapi Hingga Perawatan Kanker

Teknologi ini dapat memberikan pengalaman seperti tokoh Tony Stark dalam film Iron Man. Dengan menggunakan kacamata AR, Anda dapat mengamati dan mempelajari anatomi tubuh dengan jelas dan lebih mudah.


Teknologi AR memiliki manfaat yang luar biasa di bidang kesehatan

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Tidak hanya aplikasi anARtomy, penggunaan beberapa wearable AR di dunia medis juga semakin banyak seiring dengan majunya teknologi. Seperti penggunaan software berbasis AR yang digunakan oleh dokter gigi sebagai simulator untuk menentukan bentuk gigi seperti apa yang sesuai dengan pasien sebelum melakukan operasi.

Cara kerja software ini dengan memproses bentuk rongga rahang pasien ke format 3D, kemudian hasilnya dikombinasikan dengan susunan gigi yang terdapat di database, yang kemudian ditampilkan pada perangkat seperti tablet dengan pasien sebagai modelnya sendiri. Simulasi ini dapat menjangkau beberapa sudut pandang, dimana pasien dapat melihat penampilan meskipun sedang menoleh atau menunduk. Pasien tidak perlu mengkhawatirkan hasil operasi yang tidak sesuai harapan, karena metode ini memudahkan dokter membuat model gigi yang sesuai.