Banyak hal positif yang dapat diambil dari perkembangan teknologi saat ini, terlebih lagi dengan hadirnya Augmented Reality dan Virtual Reality. Teknologi mempermudah setiap bagian dari proses kehidupan, hampir semua orang di seluruh dunia sudah menikmati kecanggihan teknologi.  Game simulasi pelatihan menjadi salah satu teknologi yang mulai dikembangkan untuk benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya dalam meningkatkan performa dan kecepatan belajar manusia. Menurut beberapa penelitian, game mampu memberikan pengalaman menarik yang mendalam bagi para penggunanya sehingga metode pelatihan dengan basic game akan lebih mudah diterima dan mudah diterapkan bagi para penggunanya. Pelatihan biasa dengan cara tradisional seringkali dinilai kurang efektif dan berbahaya, berikut ini adalah beberapa game simulasi pelatihan yang telah sukses dimanfaatkan oleh manusia:

1. Game Simulasi Pelatihan Operasi Jantung

simulasi pelatihan kedokteran

Sebuah rumah sakit di Beijing mempelopori penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) untuk membantu pelatihan para dokter dalam melakukan operasi jantung.

Para peneliti dari Rumah Sakit Fuwai, di bawah Akademi Ilmu Kedokteran Cina, telah membangun model jantung 3D dengan gambar CT khas pasien penyakit jantung. Mereka mengarahkan model 3D ke tampilan yang dipasang di kepala melalui perangkat lunak VR.

Dengan menggunakan headset dan pengontrol gerakan tidak hanya akan mendapatkan pandangan 360 derajat dari struktur anatomi jantung pasien tetapi juga dapat berinteraksi dengan beberapa fitur virtual.

Pada tahun lalu, sebanyak 18 dokter dari rumah sakit berpartisipasi dalam program pelatihan VR selama 10 bulan. Menurut sebuah kuesioner, mereka semua “sangat setuju” dan “sebagian besar setuju” bahwa pelatihan VR memiliki dampak positif, dan tidak ada yang melaporkan ketidaknyamanan dengan menggunakan VR. Menurut mereka, gambar yang ditampilkan secara virtual terlihat lebih jelas dibandingkan gambar pada kertas atau komputer, sehingga sistem ini merupakan game simulasi pelatihan yang sangat efektif dalam membantu para tenaga medis.

2. Game VR Edukasi Sebagai Media Belajar Generasi Milenial

Baca juga: Neko Atsume VR: Game Kucing Wajib Bagi Cat Lovers di Seluruh Dunia

Mahasiswa kedokteran dari Universitas British Columbia dapat mempelajari struktur otak manusia hanya dengan menggunakan game VR edukasi yang dinamakan HoloBrain dengan bantuan Headset VR. Seperti halnya pada film fiksi ilmiah, aplikasi ini dapat memproyeksikan otak manusia dengan hologram 3D yang dapat merespon perintah suara dan gerakan tangan.

HoloBrain menjadi salah satu bukti luar biasa pengembangan media pembelajaran dengan basis kecanggihan teknologi VR. Penerapan elemen game dan VR membuat cara belajar lebih mudah dan berkesan dimana ketika seseorang belajar dengan cara yang menyenangkan, maka akan lebih mudah memahami. Penerapan game VR edukasi dinilai memberikan dampak yang lebih aman secara fisik dan psikologis karena memungkinkan pelajar menerapkan semua yang telah dipelajari dari buku ke lingkungan nyata.

3. Pelatihan Soft Skill

Soft skill sangat penting untuk komunikasi agar lebih efektif, karena dengan efektifnya komunikasi maka produktifitas akan maksimal. Sekarang semakin banyak industri bisnis yang mulai menyadari pentingnya pelatihan soft skill. Pelatihan dengan cara tradisional hanya fokus pada pengetahuan sedangkan pada soft skill, pengetahuan saja tidaklah cukup.

Sebuah game simulasi pelatihan soft skill diciptakan dengan berbasis teknologi aplikasi VR ini dinamakan Virtual Embodiment. Siapapun dapat mencoba dan ikut merasakan interaksi dalam lingkungan simulasi sosial yang disajikan secara virtual. Aplikasi ini menyajikan pelatihan yang lebih implisit dan mendalam, sehingga akan menghasilkan perubahan yang mendalam dan permanen.

Hasil dari penelitian yang dilakukan University of Barcelona dan Standford’s Virtual Human Interaction Lab, aplikasi ini mempengaruhi perubahan perilaku yang sangat berarti dan dinilai lebih efektif. Ada sebuah aplikasi game simulasi pelatihan soft skill berbasis teknologi AI dan AR yang dinamakan BODYSWAPS, cara kerja simulasi ini adalah dengan memerankan sebuah skenario dalam situasi kerja yang bertekanan tinggi, dimana semua pengguna dapat memerankan sebagai siapapun dalam bentuk virtual. Pelatihan soft skill berbasis VR dapat memberikan pengalaman nyata dalam melatih empati setiap pengguna saat dihadapkan dengan situasi kerja terburuk sekalipun.

4. Game Simulasi Pelatihan Keselamatan Kerja

Dalam rangka peringatan “Global Safety Day” (Hari Keselamatan Global) sebuah aplikasi berbasis Augmented Reality yang dibuat khusus untuk para karyawan, kontraktor, dan para pekerja yang dapat diunduh dari ponsel diciptakan. Aplikasi ini menyediakan beberapa video 3D dan informasi tentang risiko dan panduan pelatihan keselamatan kerja di terminal dan gedung perkantoran.

Pengguna cukup mengarahkan ponsel pada stiker yang menempel pada peralatan kerja seperti mesin, lantai maupun dinding di lingkungan kerja. Sebuah animasi akan muncul menunjukan cara operasional mesin maupun memberikan simulasi tanda- tanda bahaya. Jika biasanya petunjuk dan tanda peringatan hanya terdapat pada kertas sekarang semua lebih mudah dengan bantuan teknologi AR.

Baca juga: Dongkrak Omset Penjualan Properti Anda Dengan Teknologi VR

5. Pelatihan Tentara Dengan Teknologi VR

Angkatan Darat Amerika Serikat melatih para prajuritnya bertarung hanya dengan menggunakan game simulasi Virtual Reality, dengan memanfaatkan Citra Satelit, Data Street View, Virtual Reality dan ditambah informasi instan lainnya. Dunia digital yang dibuat oleh kecerdasan buatan, mampu menganalisis kinerja prajurit dan membuat pelatihan lebih efektif.

Virtual Reality dalam dunia militer khususnya di Angkatan Darat bukanlah hal yang baru, teknologi ini pernah dimanfaatkan sebelumnya sejak tahun 2012. Simulasi ini menciptakan representasi nyata yang jauh lebih cepat dan realistis, seandainya para prajurit perlu turun ke medan sesungguhnya, mereka sudah memiliki gambaran apa saja yang harus mereka lakukan dalam situasi tersebut.

Jika sebelumnya simulasi tempur dihadapkan pada situasi seperti alam pegunungan yang berbahaya, kini Angkatan Darat Amerika telah membangun wilayah lingkungan virtual dengan berbagai versi seperti Korea Utara, korea selatan, San Fransisco, Las Vegas dan New York. Dengan sistem lingkungan yang baru ini, Angkatan Darat AS hanya perlu memilih wilayah lingkungan di peta dan kemudian lingkungan virtual akan muncul.

Meskipun belum diketahui apa alasan Angkatan Darat US mengembangkan lingkungan virtual dari kota- kota tersebut. Dan rasanya sangat menyeramkan jika memang sebuah peperangan sesungguhnya terjadi di jalanan kota New York. Mungkin data – data kota di Amerika lebih mudah ditemukan dan dikembangkan oleh para perancang aplikasi ini sehingga dapat dibuat lingkungan virtual yang lebih realistis.

6. Teknologi VR Untuk Simulasi Pelatihan Pemadam kebakaran

Seorang pemadam kebakaran memiliki tugas dengan risiko kecelakaan yang sangat tinggi dengan nyawa sebagai taruhannya. Dengan menjalankan proses latihan yang cukup berat memang tidak mudah dan mau tidak mau harus dijalankan. Pelatihan pemadam kebakaran juga memiliki risiko yang cukup besar, untuk itu sebuah aplikasi game simulasi dengan Virtual Reality hadir untuk mempermudah pelatihan para petugas pemadam kebakaran. Game ini dinamakan System Flaim yang dibuat khusus untuk membantu para petugas pemadam kebakaran agar terbiasa dalam situasi berbahaya dengan tekanan tinggi tanpa harus secara langsung berada di lingkungan berbahaya tersebut dan menanganinya. Setiap petugas pemadam kebakaran harus tetap tenang dalam menghadapi situasi bahaya seperti apapun. Melatih petugas pemadam kebakaran memang cukup sulit jika harus dilatih dari nol. Dengan metode tradisional yang pada dasarnya tidak cukup aman dan berbahaya.

Maka dari itu aplikasi game ini mampu menghilangkan beberapa kendala tersebut dan memungkinkan sebuah pelatihan yang lebih aman dan dapat dilakukan dimanapun selama rig VR dapat digunakan. Para instruktur dapat memantau setiap tanda vital peserta pelatihan, respon fisiologis serta kinerja peserta. Seluruh hasil data selama pelatihan akan direkam dan disimpan secara otomatis oleh sistem sehingga hasilnya dapat dipantau dan bandingkan dari waktu ke waktu.

Baca juga: Majalah Augmented Reality Jadikan Media Cetak Semakin Diminati

System Flaim didukung oleh beberapa perlengkapan seperti headset HTC Vive VR, jaket dengan komponen penghasil panas, masker pernafasan, dan 2 buah varian selang haptic yang sudah dipatenkan. Jaket yang terbuat dari serat nano konduktif ini dilengkapi oleh perekam EKG pemakai dan mengirimkannya ke layar eksternal untuk dipantau pelatih, jaket ini dapat memanas hingga 120 derajat celcius dalam waktu yang singkat. Varian selang yang tersedia adalah selang dengan tekanan 30 kg dan 75 kg.

Meskipun pelatihan ini jelas hanya sebuah simulasi dan tidak bisa dibandingkan dengan situasi kebakaran yang sesungguhnya, namun setidaknya simulasi ini sudah cukup membuat peserta calon petugas pemadam kebakaran terbiasa dengan situasi kebakaran yang berbahaya. Mereka akan paham bagaimana cara menghadapi sebuah kondisi berbahaya tanpa panik dan tetap waspada dengan keselamatan diri masing – masing dan korban.

7. Pelatihan Pilot MR

Instruktur pelatihan pilot di pangkalan gabungan San Antonio – Randolph, memanfaatkan berbagai teknologi yang ada dalam membantu pengembangan pelatihan terbang para calon pilot. Pada awalnya mereka memanfaatkan teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality, pelatihan ini bernama Pilot Instructor Training Next atau yang biasa disebut PIT Next.

Hingga pada akhirnya program “Pelatihan pilot MR” diciptakan demi mendukung Pendidikan pelatihan pilot dengan menggabungkan antara teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality. Para siswa cukup duduk di kursi dan merasakan terbang seolah – olah sedang mengemudikan pesawat yang sesungguhnya. Setidaknya 10 pilot lulus setiap bulannya dari program PIT Next artinya sejak pelatihan pilot MR diterapkan, terbukti banyak manfaat yang dapat diperoleh.

Keunggulan dari pelatihan pilot MR adalah kemampuan untuk menempatkan para siswa calon pilot dalam situasi berbahaya yang tidak mungkin dilakukan di kondisi terbang yang sesungguhnya, mengingat keamanan siswa adalah faktor penting utama dalam setiap pelatihan. Hal ini sangat membantu dalam melatih siswa dalam mengenali bahaya dan pengambilan keputusan yang tepat saat terjadi bahaya.

8. Pelatihan VR untuk Pekerja Toko Retail


Pelatihan dengan simulasi VR tingkatkan kecepatan belajar dan produktifitas dalam bisnis Anda

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

Mulai Konsultasi

Pelatihan VR menjadi salah satu fitur yang digunakan beberapa perusahaan untuk membuat simulasi kerja. Seperti yang dilakukan oleh Walmart, mereka memperkenalkan pelatihan VR untuk para calon karyawannya. Pelatihan ini menampilkan beberapa skenario lingkungan pekerjaan seperti di dunia nyata. Dengan menggunakan Oculus Rifts sebagai medianya pelatihan VR ini menjadi lebih menarik dan efisien.

Walmart telah masuk ke daftar perusahaan yang semakin berkembang karena telah sukses membuat simulasi pelatihan karyawan dengan memanfaatkan teknologi VR ini. Dengan pelatihan ini pekerja mampu mempersiapkan diri pada berbagai situasi.

9. Game Simulasi Pelatihan Haji

Meledaknya tren game yang berbasis teknologi VR ikut mendorong munculnya aplikasi yang dibuat untuk membantu pelatihan simulasi haji bagi para jemaat haji. Aplikasi yang dinamakan Labbaik VR ini berisi konten edukasi seputar ritual haji. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini para jemaat calon haji dapat melakukan simulasi haji dimanapun dan kapanpun.

Labbaik VR menampilkan gambaran kota suci mekkah secara 3D sehingga para jemaat dapat merasakan seolah – olah sedang berada di lingkungan tersebut. Untuk dapat mencoba game simulasi ini jemaat diharuskan menggunakan Oculus Rift dan HTC Vive.

Jadi apakah Anda mulai merasakan bagaimana pentingnya pengaruh teknologi dalam meningkatkan kinerja dan kemampuan belajar pada manusia? teknologi terbukti mampu mempermudah cara mengedukasi bagi siapapun, dimanapun dan kapanpun.