Kombinasi antara Augmented Reality dan Blockchain memberikan pengalaman belanja dan transaksi digital yang lebih interaktif, mendalam, dan terjamin keamanannya dari segala bentuk kejahatan dan penipuan dalam transaksi digital.

Augmented Reality adalah teknologi yang memberikan pengalaman yang mempesona dan penuh dengan keajaiban. Bisa menyaksikan objek virtual muncul dan tampak hidup di dunia nyata dapat memberi pengalaman baru yang tak terlupakan bagi setiap orang. Seiring dengan berjalannya waktu, kini AR telah membuktikan nilai dan manfaatnya di berbagai bidang.

Masa depan AR masih akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan Blockchain. Blockchain merupakan teknologi yang tidak menggunakan pihak ketiga dalam suatu proses pertukaran data yang dalam hal ini terjadi pada proses transaksi.

Beberapa perusahaan  juga sudah mulai beradaptasi dengan teknologi Augmented Reality dan Blockchain untuk tetap bertahan di masa depan. Hampir semua perusahaan pengembangan aplikasi mulai membuat blockchain sebagai bagian integral dari bisnisnya.

Sistem Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga sebagai pusatnya, namun menggunakan banyak pihak atau komputer yang tersebar di jaringan itu sendiri. Hal ini akan membuat orang yang tidak bertanggung jawab menjadi kesulitan melakukan pembobolan pada sistem dan memperkecil kemungkinan terjadinya gangguan.

Yang membedakan adalah teknologi Blockchain ini tidak dikelola oleh satu ogranisasi saja, sehingga hal ini lah yang menjadi kekuatan utama dari Blockchain. 

Mengapa Augmented Reality dan Blockchain?

augmented reality dan blockchain

Baca juga: Potensi Pasar Augmented Reality di Indonesia

Sekitar 90% bisnis dan bidang lainnya kini telah memanfaatkan internet. Sejumlah besar data dan informasi lainnya disimpan, diambil dan digunakan dari server di internet. Tetapi semua ini terpusat, yang berarti ada banyak peluang terjadinya tindakan pelanggaran terhadap data tersebut.

Blockchain adalah sistem terdesentralisasi yang memastikan keamanan data pada tingkat yang jauh lebih tinggi, yang menggunakan Ethereum generasi kedua untuk membuat DAPP (aplikasi terdesentralisasi).

Augmented reality apps yang menggunakan blockchain cenderung menggunakan 2 jenis sistem – On chain dan Off chain. Data off-chain adalah data dasar aplikasi dan data on-chain digunakan untuk semua jenis transaksi.

Berbagai aplikasi AR yang mencakup transaksi, seperti aplikasi belanja AR harus terjamin keamanannya. Dengan pemikiran tersebut, perusahaan pengembangan menerapkan blockchain pada aplikasi ARnya. Para pengguna diberikan sertifikat aman untuk melakukan transaksi yang aman dari segala jenis modus atau penipuan dalam sistem blockchain.


Augmented Reality memberikan pengalaman belanja lebih interaktif dan mendalam

Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !


Dengan waktu yang terus berubah, dengan kecepatan pertumbuhan teknologi yang begitu pesat sehingga sebagian besar orang tidak mampu untuk mengimbanginya, tentu akan dibutuhkan waktu bagi seluruh masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi seperti blockchain yang membantu mengamankan data penting melalui internet dari pencurian seperti apapun

Dengan semakin terjaminnya keamanan dari kombinasi Augmented Reality dan Blockchain ini, dan semakin banyaknya tindak kejahatan yang terjadi pada transaksi digital, tentu kehadiran blockchain akan semakin dibutuhkan dan dianggap sebagai hal yang wajib, dan masyarakatpun dengan sendirinya akan beralih menggunakan teknologi transaksi digital super aman ini. Jadi, daripada menunggu terjadinya tindak kejahatan transaksi digital terhadap diri Anda, bukankah alangkah lebih baik jika Anda segera menggunakan Augmented Reality dan Blockchain mulai dari sekarang?