Pemasangan virtual bukan hanya untuk bisnis besar, tetapi juga bisa diterapkan untuk retail bisnis terutama di bidang fashion, karena dengan menerapkan virtual di fashion juga bisa meningkatkan pengalaman berbelanja bagi pelanggan di dalam toko.

Menurut digitalpulse, Pada akhir tahun 2014, Nordstrum bergabung dengan jajaran fashion retail yang menguji virtual dressing room akan meluncurkan meluncurkan layar cermin interaktif penuh di dua tokonya. Teknologi, yang dirancang oleh eBay, memungkinkan pelanggan untuk melihat-lihat barang dan membaca ulasan produk, sama seperti online. Ini juga diintegrasikan ke bagian inventory untuk memeriksa ketersediaan di dalam toko dan memungkinkan pembeli meminta barang-barang untuk dibawa ke ruang pas, dan semuanya dirancang untuk meningkatkan pengalaman layanan di dalam toko.

Baca juga: 5 Contoh Sukses Dalam Pemanfaatan Marketing AR

Tapi bagaimana jika Anda bisa mencoba pakaian tanpa harus mengganti pakaian kita? Dengan menggunakan proses augmented reality, pakaian virtual dapat diintegrasikan ke gambar cermin pelanggan, Meskipun teknologi untuk ini mungkin tidak sesuai dengan pengalaman belanja real-life yang benar-benar mengenakan pakaian, ini memungkinkan waktu penyelesaian yang lebih cepat bagi pembeli yang sibuk, dan dengan kemungkinan peningkatan data yang disempurnakan, dapat meningkatkan pengalaman belanja yang lebih interaktif.

Tidak sampai disana, penggunaan augmented reality di dressing room bisa di masukkan konten untuk penataan rambut yang sesuai dengan busana yang di coba, sehingga membuat pelanggan lebih nyaman dalam berinteraksi di virtual dressing room.