Brand Activation Marketing

Brand Activation Marketing Powerful dengan Augmented Reality

Brand activation marketing kini semakin sering memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menciptakan pengalaman interaktif yang lebih hidup dan berkesan bagi audiens.

Melalui AR, konsumen tidak hanya melihat promosi secara pasif, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan produk atau brand melalui perangkat digital seperti telepon seluler.

Dampaknya, pesan brand terasa lebih dekat, lebih mudah diingat, serta mampu meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan konsumen secara alami. Pemanfaatan teknologi AR dalam pemasaran terus berkembang karena mampu menggabungkan elemen digital dengan dunia nyata.

Perpaduan ini membuat pengalaman yang dihadirkan menjadi lebih menarik, relevan, dan memberikan kesan yang lebih kuat di benak audiens.

Artikel ini akan mengulas bagaimana strategi brand activation marketing dapat dijalankan dengan memanfaatkan teknologi AR untuk menghadirkan pengalaman interaktif yang efektif dan berkesan.

Mengenal Dunia Augmented Reality Lebih Dekat

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan elemen digital secara langsung. Dengan bantuan kamera ponsel, tablet, atau perangkat khusus seperti kacamata AR, tampilan lingkungan sekitar dapat diperkaya dengan berbagai elemen digital, mulai dari gambar, animasi, teks, hingga objek 3D.

Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang sepenuhnya membawa pengguna masuk ke dunia virtual, AR justru menambahkan sentuhan digital ke dunia nyata. Karena itulah, teknologi ini terasa lebih natural dan mudah digunakan oleh banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan AR sebenarnya sudah cukup sering dijumpai, seperti:

  • Aplikasi untuk mencoba kacamata atau makeup secara virtual
  • Katalog produk yang bisa ditampilkan langsung di dalam ruangan
  • Iklan interaktif yang menampilkan animasi saat kamera diarahkan ke poster

Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa AR bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara efektif bagi brand untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan konsumennya.

Mengenal Perkembangan Augmented Reality

Perjalanan teknologi AR (Augmented Reality) sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1960-an, saat konsep head-mounted display  atau perangkat tampilan yang dipasang di kepala pertama kali dikenalkan.

Namun pada masa itu, teknologinya masih sangat terbatas sehingga belum memungkinkan untuk digunakan secara luas oleh masyarakat. Memasuki era 1990-an hingga awal 2000-an, perkembangan komputer grafis dan perangkat mobile mulai mendorong AR menemukan momentumnya.

Kehadiran smartphone yang dilengkapi kamera berkualitas tinggi, sensor yang semakin akurat, serta prosesor yang lebih cepat membuat AR menjadi lebih mudah diakses oleh banyak orang.

Saat ini, dukungan platform seperti ARKit dan ARCore memungkinkan para pengembang menciptakan pengalaman AR yang lebih realistis, responsif, dan stabil.

Ditambah lagi dengan jaringan 5G yang semakin meluas, pengalaman AR terasa lebih mulus tanpa lag atau keterlambatan. Seluruh perkembangan ini membuka peluang besar bagi dunia pemasaran untuk menghadirkan pengalaman brand yang jauh lebih menarik dan berkesan.

Kaitan Augmented Reality dengan Dunia Marketing

Dalam dunia marketing, augmented reality berperan sebagai jembatan antara produk dan pengalaman konsumen. Teknologi ini memungkinkan audiens tidak hanya melihat promosi, tetapi juga merasakan produk secara virtual sebelum membeli.

Melalui AR (Augmented Reality), brand dapat menghadirkan pengalaman interaktif, seperti mencoba produk secara digital, melihat visual produk dalam ukuran nyata, atau berinteraksi langsung dengan elemen promosi. Hal ini membuat pesan marketing terasa lebih hidup dan tidak membosankan.

Selain itu, penggunaan AR membantu meningkatkan engagement karena konsumen merasa dilibatkan secara aktif, bukan sekadar menjadi penonton iklan. Pengalaman yang unik ini juga mendorong brand awareness dan memperkuat ingatan konsumen terhadap produk.

Dengan kata lain, augmented reality bukan hanya alat promosi, tetapi juga strategi marketing modern yang mampu menciptakan pengalaman brand yang lebih personal, menarik, dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Mengapa AR Efektif untuk Kampanye Aktivasi Brand?

Dalam dunia brand activation marketing, tujuan utama dari sebuah kampanye adalah menciptakan momen interaksi yang relevan dan berkesan, sehingga mampu membangun kedekatan emosional antara brand dan konsumen.

Aktivasi brand tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan awareness, tetapi juga harus mampu mendorong engagement yang lebih dalam serta membangun loyalitas jangka panjang.

Augmented reality memberikan keunggulan strategis dalam brand activation karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih hidup dan imersif, antara lain:

1. Lebih Interaktif

Konsumen tidak hanya melihat pesan brand secara pasif, tetapi ikut terlibat langsung melalui interaksi digital yang menarik dan menyenangkan.

2. Lebih Personal

Pengalaman AR dapat disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, atau perilaku pengguna, sehingga interaksi dengan brand terasa lebih relevan dan bermakna.

3. Lebih Mudah Diingat

Pengalaman visual yang dikombinasikan dengan interaksi aktif membuat pesan brand lebih mudah melekat di benak konsumen dibandingkan iklan konvensional.

4. Mendorong Social Sharing

Konten AR cenderung unik dan atraktif, sehingga mendorong konsumen untuk membagikannya di media sosial dan memperluas jangkauan kampanye secara organik.

Dengan pemanfaatan augmented reality, kampanye brand activation tidak lagi terasa seperti promosi satu arah, melainkan berubah menjadi pengalaman hiburan yang menyenangkan dan bernilai, sekaligus memperkuat hubungan antara brand dan konsumen.

Konsep Dasar Brand Activation

Brand activation adalah strategi pemasaran yang dirancang untuk mengajak konsumen berinteraksi langsung dengan brand. Interaksi ini tidak hanya sekadar melihat atau mendengar tentang brand, tapi benar-benar mengalami dan merasakan sendiri apa yang ditawarkan.

Misalnya, konsumen bisa mencoba produk, ikut event, memainkan game, atau bahkan berpartisipasi dalam kampanye digital yang kreatif. Tujuan utama dari brand activation bisa dibagi menjadi beberapa poin penting:

  • Membangun awareness
  • Menciptakan pengalaman positif
  • Mendorong pembelian
  • Menumbuhkan loyalitas

Dalam praktiknya, brand activation marketing sering dilakukan melalui event, pameran, roadshow, sampling, hingga kampanye digital interaktif. Dengan masuknya teknologi AR, pendekatan ini menjadi jauh lebih fleksibel karena tidak lagi terbatas pada lokasi fisik.

Bagaimana AR Membuat Brand Activation Jadi Lebih Powerful

Teknologi Augmented Reality (AR) mampu mengubah kampanye pemasaran yang bersifat konvensional menjadi pengalaman interaktif yang luar biasa. Dengan menghadirkan elemen visual dan interaksi digital secara real time, AR membantu brand menciptakan keterlibatan yang lebih dalam serta pengalaman yang lebih berkesan bagi konsumen.

Beberapa contoh penerapan AR dalam brand activation antara lain:

1. Interactive Product Experience

Melalui AR, konsumen dapat melihat produk dalam bentuk visual 3D yang realistis, memutarnya dari berbagai sudut, memperbesar detail tertentu, hingga mencoba produk secara virtual. Pendekatan ini membantu konsumen memahami keunggulan produk dengan lebih baik sekaligus meningkatkan rasa percaya sebelum melakukan pembelian.

2. Gamification Campaign

Brand dapat menghadirkan kampanye berbasis permainan menggunakan AR, seperti treasure hunt di dalam mall, area publik, atau bahkan skala kota. Setiap lokasi dapat menyimpan tantangan, diskon, atau hadiah menarik, sehingga mendorong partisipasi aktif sekaligus menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan memorable.

3. Event Activation

Dalam acara peluncuran produk atau pameran, pengunjung dapat memindai QR code untuk langsung mengakses presentasi produk dalam bentuk animasi 3D atau visual interaktif. Hal ini membuat pengalaman event terasa lebih modern, informatif, dan menarik dibandingkan presentasi statis.

4. Packaging Interaction

Kemasan produk dapat “hidup” saat dipindai menggunakan kamera smartphone, menampilkan cerita di balik brand, tutorial penggunaan, hingga promo eksklusif. Interaksi ini tidak hanya menambah nilai pada produk, tetapi juga memperkuat engagement konsumen setelah pembelian.

Berbagai penerapan tersebut menjadikan kampanye brand activation terasa lebih hidup, imersif, dan berkesan. Dengan AR, brand tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga menciptakan pengalaman yang mampu membangun hubungan emosional dengan konsumen.

Tips Penerapan AR dalam Brand Activation Marketing

Di era digital saat ini, Augmented Reality (AR) telah menjadi alat yang sangat efektif untuk meningkatkan kualitas brand activation marketing. Dengan menghadirkan pengalaman interaktif yang unik dan imersif, AR memungkinkan brand untuk menarik perhatian konsumen, mendorong keterlibatan, dan menyampaikan pesan secara lebih hidup.

Baca juga: Penggunaan Projection Mapping dan Fungsinya bagi Bisnis

Agar AR benar-benar memberikan dampak maksimal dalam kampanye brand activation marketing, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Tentukan Tujuan Brand Activation

Sebelum menerapkan AR, penting untuk memahami tujuan kampanye. Apakah fokusnya untuk meningkatkan brand awareness, mendorong interaksi konsumen, atau mengumpulkan lead. Tujuan ini akan menentukan jenis pengalaman AR yang dibuat dan pesan yang ingin disampaikan, sehingga kampanye lebih tepat sasaran dan efektif.

2. Pilih Platform yang Tepat

AR dapat dijalankan melalui berbagai platform, seperti mobile apps, media sosial (Instagram, TikTok, Snapchat), maupun pengalaman langsung di toko fisik. Memilih platform yang paling sering digunakan target audiens akan memaksimalkan jangkauan dan memudahkan konsumen untuk berinteraksi dengan AR.

3. Buat Pengalaman Interaktif dan Personal

Pengalaman AR akan lebih berkesan jika konsumen dapat berinteraksi secara langsung. Misalnya, visualisasi produk di ruang nyata, filter AR yang mengubah penampilan, atau mini game dengan hadiah menarik. Interaktivitas ini membuat konsumen lebih terlibat dan lebih cenderung mengingat brand.

4. Integrasikan dengan Cerita Brand

Pengalaman AR sebaiknya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan identitas dan pesan brand. Misalnya, menampilkan perjalanan produk dari bahan baku hingga siap pakai, atau menyampaikan nilai-nilai brand melalui elemen interaktif. Hal ini membantu konsumen memahami brand lebih dalam.

5. Mudah Diakses dan Intuitif

Aplikasi atau filter AR harus mudah digunakan, cepat loading, dan responsif di berbagai perangkat. Konsumen cenderung meninggalkan pengalaman AR yang rumit atau lambat, sehingga kemudahan akses menjadi faktor kunci keberhasilan kampanye.

6. Sertakan Call-to-Action (CTA) yang Jelas

AR perlu mendorong konsumen untuk melakukan tindakan nyata, seperti memanfaatkan diskon, membagikan pengalaman di media sosial, atau mencoba virtual try-on produk. CTA yang jelas membuat pengalaman AR lebih terukur dan berdampak langsung terhadap tujuan brand activation.

7. Analisis dan Optimasi Kampanye

Setelah kampanye berjalan, brand perlu melacak engagement, durasi interaksi, dan jumlah share dari pengalaman AR. Evaluasi konversi dari interaksi AR ke pembelian atau pengumpulan data akan menjadi dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan kampanye di masa depan.

8. Contoh Penerapan Nyata

Beberapa brand telah sukses menggunakan AR untuk brand activation. Sephora menghadirkan virtual try-on makeup, IKEA memungkinkan konsumen menempatkan furniture secara virtual di rumah, dan Coca-Cola menghadirkan AR games di kemasan botol untuk kampanye musiman. Contoh ini menunjukkan bagaimana AR dapat meningkatkan interaksi dan pengalaman konsumen dengan brand.

Mengukur Keberhasilan Kampanye Marketing dengan AR

Setiap kampanye marketing sebuah brand yang menggunakan Augmented Reality (AR) tentunya harus diukur hasilnya. Tanpa pengukuran yang tepat, sulit mengetahui apakah pengalaman interaktif yang diberikan benar-benar meningkatkan engagement, konversi, atau kesadaran merek.

Dengan AR, brand bisa menghadirkan pengalaman yang lebih imersif, tapi data yang jelas tetap dibutuhkan untuk menilai efektivitasnya. Berikut ini adalah beberapa indikator untuk mengukur seberapa berhasil sebuah kampanya marketing menggunakan AR:

1. Jumlah Interaksi (Engagement Rate)

AR biasanya menarik perhatian lebih karena interaktif. Beberapa cara mengukurnya:

  • Jumlah penggunaan AR: Berapa banyak orang yang membuka fitur AR di aplikasi/toko online.
  • Durasi interaksi: Berapa lama pengguna berinteraksi dengan AR. Semakin lama, semakin tinggi engagement.
  • Frekuensi penggunaan: Apakah pengguna kembali menggunakan AR beberapa kali.

Contoh: AR untuk mencoba produk parfum bisa diukur dari berapa kali pengguna “mencoba” aroma virtual sebelum membeli.

2. Tingkat Konversi

Ini metrik paling penting untuk ROI (Return on Investment).

  • Konversi penjualan langsung: Berapa banyak pengguna AR yang akhirnya membeli produk.
  • Konversi lead: Jika AR dipakai untuk kampanye edukasi atau awareness, ukur berapa banyak yang mengisi form, mendaftar newsletter, atau mengunduh katalog.

Contoh: Setelah mencoba AR kacamata, 15% pengguna akhirnya membeli produk.

3. Brand Awareness dan Recall

AR bisa meningkatkan kesadaran merek karena pengalaman lebih memorable. Cara ukurannya:

  • Survei Brand Recall: Tanyakan kepada audiens apakah mereka ingat kampanye setelah beberapa hari/minggu.
  • Social Media Mentions: Pantau jumlah mention, share, dan hashtag terkait kampanye AR.
  • Traffic Website: Apakah kunjungan meningkat setelah kampanye AR diluncurkan.

4. Analisis Sentimen

AR tidak hanya tentang angka, tapi juga pengalaman pengguna:

  • Pantau komentar, review, atau feedback di media sosial dan platform e-commerce.
  • Identifikasi apakah interaksi AR memberi pengalaman positif, lucu, edukatif, atau frustratif.

5. Heatmap & Data Interaksi

Untuk AR berbasis aplikasi atau toko fisik:

  • Heatmap penggunaan: Bagian mana dari AR yang paling sering digunakan atau dilihat.
  • Fitur populer: Misalnya, filter AR mana yang paling banyak dicoba.

Ini membantu untuk mengoptimalkan konten AR di kampanye berikutnya.

6. Return on Investment (ROI)

Akhirnya, semua data di atas harus dikaitkan dengan biaya:

ROI AR= Biaya Kampanye ARPendapatan yang Dihasilkan dari AR – Biaya Kampanye AR​×100%

Jika ROI positif dan engagement tinggi, berarti kampanye AR sukses.

Tren Masa Depan Augmented Reality dalam Marketing

Teknologi AR masih terus berkembang dan potensinya masih sangat besar. Beberapa tren yang diprediksi akan semakin populer antara lain:

1. AR Berbasis AI

Pengalaman pelanggan akan semakin personal karena didukung oleh kecerdasan buatan yang mampu menyesuaikan konten AR berdasarkan preferensi dan perilaku pengguna.

2. AR Wearable Device

Perangkat seperti kacamata AR diprediksi akan semakin ringan, nyaman, dan praktis digunakan, sehingga memperluas adopsi AR dalam aktivitas sehari-hari.

3. Integrasi dengan Metaverse

AR akan berperan sebagai jembatan antara dunia fisik dan dunia virtual, memungkinkan brand menghadirkan pengalaman hybrid yang lebih relevan dan interaktif.

4. Pengalaman Belanja yang Lebih Imersif

Mulai dari toko virtual hingga fitting room digital, AR akan mengubah cara konsumen mengeksplorasi dan membeli produk secara online maupun offline.

Semua perkembangan ini membuka peluang baru bagi brand untuk terus berinovasi dan menciptakan strategi marketing yang lebih efektif di masa depan.

Contoh Penerapan Brand Activation Marketing Menggunakan AR

Augmented Reality (AR) menjadi salah satu strategi efektif dalam brand activation karena mampu menciptakan pengalaman interaktif yang melibatkan audiens secara langsung. Berikut beberapa contoh penerapan AR yang banyak digunakan brand untuk meningkatkan engagement dan brand awareness.

Baca juga: Virtual Tour adalah? Sejarah dan Manfaatnya bagi Bisnis Anda

1. AR Product Try-On

Brand menghadirkan fitur AR yang memungkinkan konsumen mencoba produk secara virtual, seperti kacamata, makeup, jam tangan, atau sepatu.

Manfaat:

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen sebelum membeli
  • Mengurangi keraguan dan tingkat pengembalian produk

Contoh Brand & Hasil:

  • NYX Professional Makeup mencatat lebih dari 2,1 juta kali penggunaan AR try-on, menunjukkan engagement yang sangat tinggi.
  • Gucci melalui virtual sneaker try-on di Snapchat menghasilkan 18,9 juta views dan tingkat konversi 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan iklan statis.

2. AR Filter di Media Sosial

Brand membuat filter AR di Instagram, TikTok, atau Snapchat yang bisa digunakan audiens untuk berinteraksi dan dibagikan ke media sosial.

Manfaat:

  • Memperluas jangkauan kampanye secara organik
  • Mendorong User-Generated Content (UGC)

Contoh Brand & Hasil:

  • Sephora menggunakan AR filter makeup dan berhasil meningkatkan brand awareness sebesar +12 poin, purchase intent +9 poin, serta kenaikan add-to-cart hingga +5,6% selama periode kampanye.

3. AR QR Code Activation

QR code ditempatkan pada kemasan produk, poster, atau booth event. Saat dipindai, pengguna akan melihat konten AR seperti animasi, video, atau mini game.

Manfaat:

  • Menghubungkan kampanye offline dan online
  • Memberikan pengalaman unik di titik penjualan

Contoh Brand & Hasil:

  • Pizza Hut meluncurkan kampanye AR PAC-MAN melalui QR code di kotak pizza dan menghasilkan 741 juta impresi AR, serta mendorong penjualan hingga 10,6 juta kotak pizza.

4. AR Gamification

Brand menghadirkan permainan berbasis AR, seperti berburu objek virtual di lokasi tertentu atau menyelesaikan tantangan berhadiah.

Manfaat:

  • Meningkatkan durasi interaksi audiens
  • Membangun kedekatan emosional dengan brand

Contoh Brand & Hasil:

  • Uber dan Coldplay menggunakan AR Lens berbasis AI di Snapchat dan mencatat durasi interaksi pengguna lebih tinggi dari rata-rata AR Lens, menandakan engagement yang kuat dan berulang.

5. AR Virtual Event & Experiential Marketing

Peluncuran produk dilakukan melalui pengalaman AR, di mana audiens dapat melihat produk dalam bentuk 3D, eksplorasi fitur, atau mengikuti presentasi interaktif. AR digunakan dalam peluncuran produk atau pengalaman OOH (out-of-home) untuk menciptakan efek “wow”.

Manfaat:

  • Memberikan pengalaman imersif tanpa batasan lokasi
  • Menghemat biaya event fisik berskala besar

Contoh Brand & Hasil:

  • Pepsi Max melalui kampanye AR di halte bus berhasil meraih lebih dari 8 juta views, dengan earned media exposure mencapai ratusan juta audiens, serta mencatat peningkatan penjualan hingga +35% selama periode kampanye.

AR sebagai Investasi Jangka Panjang Brand

Augmented Reality (AR) bukan lagi sekadar tren sesaat dalam dunia marketing, melainkan telah berkembang menjadi aset strategis bagi brand dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Jika direncanakan dan diterapkan dengan tepat, AR dapat memberikan nilai berkelanjutan yang melampaui satu kampanye promosi.

1. Membangun Pengalaman Brand yang Konsisten

AR memungkinkan brand menghadirkan pengalaman yang konsisten di berbagai touchpoint, baik online maupun offline. Konsistensi ini memperkuat identitas brand dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

2. Meningkatkan Loyalitas dan Engagement Berkelanjutan

Pengalaman AR yang interaktif dan personal mendorong konsumen untuk kembali berinteraksi dengan brand. Semakin sering audiens terlibat, semakin kuat ikatan emosional yang terbentuk.

3. Optimalisasi Data untuk Strategi Jangka Panjang

AR menyediakan data perilaku pengguna yang berharga, seperti durasi interaksi, fitur yang paling sering digunakan, dan preferensi konsumen. Data ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk dan strategi marketing di masa depan.

4. Fleksibilitas untuk Beradaptasi dengan Teknologi Baru

Konten AR dapat dikembangkan secara modular dan diperbarui seiring perkembangan teknologi, termasuk integrasi dengan AI, wearable device, dan metaverse. Hal ini menjadikan investasi AR lebih relevan dalam jangka panjang.

5. Diferensiasi Brand yang Berkelanjutan

Brand yang lebih awal mengadopsi AR memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan kompetitor. AR membantu brand tampil lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

Kesimpulan

Brand activation marketing adalah sebuah langkah yang dilakukan brand untuk mengaktifkan dan membangun interaksi langsung dengan audiens melalui pengalaman yang relevan, menarik, dan berkesan, sehingga mampu mendorong keterlibatan, meningkatkan kesadaran merek, serta memengaruhi keputusan konsumen.

Dengan AR, brand tidak hanya berbicara kepada konsumen, tetapi mengajak mereka ikut merasakan cerita brand secara langsung. Inilah yang membuat aktivasi menjadi lebih hidup, lebih personal, dan jauh lebih berkesan.

Bagi Anda yang ingin membawa strategi pemasaran ke level berikutnya, mengintegrasikan AR dalam brand activation marketing adalah langkah cerdas yang layak dipertimbangkan.

Di masa depan, ketika dunia fisik dan digital semakin menyatu, brand yang mampu menghadirkan pengalaman imersif akan menjadi yang paling diingat.

Dan di situlah kekuatan sejati dari brand activation marketing berbasis augmented reality bekerja, yaitu bukan hanya menjual produk, tapi menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Optimalkan Daya Tarik Brand Anda dengan Teknologi AR dari MonsterAR

Gaet lebih banyak audiens dan buat brand Anda tampil jauh lebih menonjol dengan teknologi augmented reality dari MonsterAR. Ubah kampanye brand marketing activation Anda menjadi pengalaman interaktif yang mengajak konsumen mencoba, menjelajah, dan berinteraksi langsung dengan produk Anda secara virtual sehingga promosi terasa lebih hidup, seru, dan mudah diingat.

Manfaat teknologi AR untuk bisnis:
• Dorong engagement audiens lewat aktivasi interaktif
• Perkuat daya ingat konsumen terhadap brand Anda
• Perluas jangkauan promosi tanpa batas lokasi
• Bangun citra brand yang modern dan inovatif

Mulai sekarang, ubah cara brand Anda menjangkau pasar dan jadikan setiap kampanye sebagai pengalaman yang bikin audiens terpukau.

Hubungi MonsterAR dan wujudkan brand activation berbasis AR yang powerful.

MonsterAR — Bringing Your Brand to Life with Augmented Reality.

Pemasaran produk lebih powerful dan efektif melalui teknologi AR/VR
Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

Kunjungi channel Youtube MonsterAR untuk selengkapnya tentang project kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *